Kategori
Pets

Mitos seputar Hewan yang Paling Terkenal

Mitos seputar Hewan yang Paling Terkenal, namun Ternyata Keliru

Mitos seputar Hewan yang Paling Terkenal – nampaknya telah menjadi salah satu benda yang tak dapat dipisahkan dari genggaman kita setiap harinya. Dengan adanya smartphone hidup kita terasa jauh lebih mudah. Mitos apa yang kamu yakini? Di Indonesia, ada banyak mitos yang berkembang dan dipercaya oleh masyarakat.

Misalnya, kupu-kupu masuk rumah berarti rumah tersebut akan kedatangan tamu. Atau gadis yang duduk di depan pintu akan kesulitan mendapatkan jodoh.

Ada pula mitos seputar hewan yang dipercaya oleh banyak orang, tetapi ternyata keliru. Seperti apa Daftar ID Poker 99 fakta sebenarnya? Mari kita luruskan miskonsepsi itu di sini!

Mitos: hiu bisa mencium aroma setetes darah dalam jarak bermil-mil

Fakta: Indra penciuman hiu memang punya kepekaan tinggi. Mereka bisa mendeteksi bau hingga 1 bagian darah per 10 miliar bagian air. Ini tergantung bahan kimia dan spesies hiu, laman Science Focus memaparkan.

Namun, terlalu mustahil hiu bisa mencium aroma setetes darah dari jarak bermil-mil. Bila diibaratkan, 1 bagian darah per 10 miliar air itu sama seperti setetes darah di kolam renang ukuran olimpiade, bukan seluas samudra.

Mitos: anjing dan kucing itu buta warna

Fakta: Ternyata, anjing dan kucing mempunyai penglihatan yang jauh lebih baik dari yang kita duga. Keduanya bisa melihat warna biru dan hijau. Mereka juga memiliki lebih banyak batang (rods), yaitu sel pengindraan cahaya di mata sehingga bisa melihat lebih baik dalam cahaya redup, dikutip dari laman Business Insider.

Meski begitu, penglihatan anjing dan kucing tetap berbeda dengan manusia. Bagi kucing, warna merah dan merah muda mungkin tampak lebih hijau, sementara warna ungu tampak seperti biru.

Di sisi lain, anjing mempunyai lebih sedikit kerucut (cones), yakni sel-sel pengindraan warna di mata. Sehingga, peneliti memperkirakan penglihatan warna anjing hanya 1/7 dari manusia.

Mitos: tikus sangat menyukai keju

Fakta: Kartun yang kita tonton meyakinkan kita bahwa keju adalah makanan utama tikus. Padahal, tikus mengonsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran untuk bertahan hidup.

Menurut studi yang dilakukan oleh University of Manchester di tahun 2006, menemukan bahwa tikus cenderung mengangkat hidung pada keju daripada makanan lain karena baunya yang kuat. Penelitian ini juga mengatakan bahwa keju kemungkinan berbahaya bagi makhluk kecil seperti tikus.

Tikus adalah hewan yang oportunistik. Artinya, mereka tidak pilih-pilih makanan, bahkan sisa-sisa di tempat sampah sekalipun. Walau tidak ada keju, mereka masih bisa bertahan.

Nah, itulah mitos dan fakta seputar hewan yang perlu kamu ketahui. Mitos mana yang dulu sempat kamu percayai?