Kategori
Pets

Hewan Ini Ternyata Kanibal

Bikin Bergidik Ngeri, Hewan Ini Ternyata Kanibal

Hewan Ini Ternyata Kanibal – Tak ada yang bisa menghalau imutnya binatang lucu. Hanya dengan tingkah lucu dari anak anjing yang sedang mengoceh atau kucing yang berlari-lari mengejar kupu-kupu, hati terdingin pun akan leleh dibuatnya. Kanibalisme adalah tindakan memakan individu lain dari spesies yang sama.

Sifat kanibal tidak hanya ditemui pada manusia, tetapi juga pada Sbobet Deposit Pulsa 10000 hewan. Tercatat, ada lebih dari 1.500 spesies hewan yang mempraktikkan kanibalisme. Hewan apa saja yang dimaksud? Dan apa alasan hewan-hewan tersebut melakukan kanibalisme? Let’s find the answer!

Laba-laba

Mungkin kamu sudah pernah mendengar kalau laba-laba adalah hewan kanibal. Tepatnya, laba-laba betina akan memakan laba-laba jantan setelah mereka kawin. Tidak mudah bagi laba-laba jantan untuk melarikan diri karena ukuran laba-laba betina 90 persen lebih besar!

Mengacu pada studi yang berjudul “Males Can Benefit from Sexual Cannibalism Facilitated by Self-Sacrifice” yang dipublikasikan di Current Biology pada tahun 2016, laba-laba betina yang memakan pasangan kawinnya cenderung berukuran 20 persen lebih besar dan bertahan hidup 50 persen lebih lama.

Kuda Nil

Hewan seberat 1,5 ton asal Afrika ini adalah herbivora. Setidaknya, kuda Nil perlu makan 40 kilogram rumput setiap hari untuk bertahan hidup, dilansir laman Science Focus.

Namun, seiring meningkatnya kekeringan dan populasi manusia, kuda Nil semakin sulit untuk mencari makan. Ketika makanan sulit didapat, mereka akan memakan apa pun yang ditemukan, tak terkecuali spesies mereka sendiri.

Hal ini dibuktikan dalam makalah ilmiah berjudul “New Record of Cannibalism in the Common Hippo, Hippopotamus amphibius” yang diterbitkan di African Journal of Ecology pada tahun 2015. Kuda Nil yang ada di Taman Nasional Kruger, Afrika Selatan ini terlihat memakan bangkai kuda Nil lain.

Belalang sembah

Selain laba-laba, belalang sembah juga memakan pasangan kawinnya. Untuk mengetahui mengapa kanibalisme ini terjadi, William Brown dari State University of New York dan Katherine Barry dari Macquarie University menulis makalah yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B.

Ternyata, belalang betina yang memakan pasangannya mengalami peningkatan jumlah telur. Nutrisi ini berguna bagi calon anak-anaknya kelak. Dan di alam liar, 13-28 persen belalang sembah jantan dimakan oleh betina setelah kawin.

Nah, itulah sekelompok hewan yang ternyata kanibal. Semakin dipelajari, semakin menarik, ya?

Kategori
Pets

Fakta Unik Sayap Hewan

Fakta Unik Sayap Hewan, Hewan Apa yang Mempunyai Sayap Terbesar?

Fakta Unik Sayap Hewan – Burung adalah salah satu jenis hewan yang paling menarik untuk dipelajari. Makhluk yang konon merupakan keturunan langsung dari dinosaurus ini memiliki jenis yang sangat beragam. Sayap adalah salah satu bagian tubuh yang paling menakjubkan pada hewan.

Pada banyak hewan, sayap memberi mereka kemampuan untuk terbang, suatu kemampuan yang sangat berguna untuk menjelajah, mencari makan, atau kabur dari predator. Mungkin kamu sendiri pernah membayangkan betapa asyiknya kalau punya sayap dan bisa terbang, kan?

Dalam dunia hewan, sayap dimiliki oleh agen idnplay tiga kelompok hewan. Hewan apa saja itu? Lalu, fakta unik apa yang bisa kita ketahui soal sayap hewan? Yuk, pelajari lebih lanjut dalam fakta tentang sayap hewan berikut ini.

Kebanyakan serangga memiliki dua pasang sayap

Kebanyakan hewan hanya mempunyai sepasang alias dua buah sayap. Namun, pada serangga, jumlah sayapnya biasanya dua pasang. Itu mencakup belalang, lebah, tawon, capung, kumbang, kupu-kupu, ngengat, dan lain-lain. Ada pula serangga yang hanya memiliki sepasang sayap, misalnya nyamuk.

Sementara, lalat memang kelihatannya hanya memiliki sepasang sayap. Namun, jika diperhatikan dengan saksama, mereka memiliki sepasang sayap tambahan yang sangat kecil yang disebut halter. Meski sangat kecil, halter punya fungsi vital yaitu menentukan arah saat lalat terbang. Tanpa halter, lalat tidak bisa terbang sama sekali meski masih punya dua sayap.

Beberapa mamalia memiliki selaput yang membantu mereka melayang

Lapisan kulit tipis yang terdapat pada sayap kelelawar disebut patagium. Meski kelelawar adalah satu-satunya mamalia yang bisa terbang, mereka bukan satu-satunya mamalia yang memiliki patagium. Patagium dimiliki juga oleh beberapa mamalia, seperti tupai terbang, sugar glider, dan lemur terbang.

Hewan-hewan tersebut memang gak bisa terbang, tapi mereka menggunakan patagium yang ada di sisi tubuhnya untuk melayang dari pohon ke pohon. Tupai terbang, misalnya, bisa melayang hingga lebih dari 90 meter. Bahkan, kelelawar sendiri diperkirakan berevolusi dari mamalia yang hanya bisa melayang menggunakan patagium hingga akhirnya menjadi mamalia yang bisa terbang.

Hewan dengan sayap terbesar sepanjang masa adalah Quetzalcoatlus

Nah, jika kita meninjau dari masa prasejarah hingga saat ini, hewan yang tercatat memiliki sayap terbesar di Bumi adalah Quetzalcoatlus northropi. Hewan berjenis Pterosaurus alias reptil terbang ini tercatat sebagai hewan terbang terbesar yang pernah hidup di bumi. Maka jelas, sayap mereka pun adalah yang terbesar.

Dicatat laman New Dinosaurs, bentang sayap Quetzalcoatlus northropi bisa mencapai 11 meter! Sayap sebesar itu dibutuhkan untuk mengangkat tubuh mereka yang mencapai bobot 250 kg, bobot yang dipercaya sebagai berat maksimum seekor hewan untuk bisa terbang. Dengan sayapnya itu, mereka diperkirakan bisa terbang dengan kecepatan hingga 160 km/jam. Luar biasa!

Tidak selalu berguna untuk terbang

Hewan tidak selalu menggunakan sayapnya untuk terbang. Pada burung yang tak bisa terbang, sayap mereka digunakan untuk tujuan lain. Penguin, misalnya, menggunakan sayapnya yang berbentuk seperti sirip untuk berenang. Sementara sayap burung unta dan rhea berfungsi untuk keseimbangan saat berlari kencang.

Bahkan, pada hewan yang memang bisa terbang pun, sayapnya gak hanya berfungsi untuk terbang saja. Laman Sciencing menyebut bahwa beberapa burung menggunakan sayapnya untuk mengatur suhu tubuhnya, misalnya burung Anhinga. Sementara serangga seperti jangkrik dan cicada juga menggunakan sayapnya untuk menghasilkan bunyi guna menarik perhatian pasangan.

Sayap kelelawar memiliki kelebihan dan kekurangan dibanding sayap burung

Selain burung dan serangga, hewan lain yang memiliki kemampuan terbang adalah kelelawar. Mereka adalah satu-satunya jenis mamalia yang punya sayap dan bisa terbang. Lalu, apa perbedaan sayap kelelawar dengan sayap burung?

Kalau kamu perhatikan, sayap kelelawar tampak seperti telapak tangan manusia dengan jari-jari yang panjang dengan lapisan kulit tipis di antaranya. Sementara, sayap burung memiliki tulang yang relatif kaku. Ini membuat sayap kelelawar jauh lebih fleksibel dari sayap burung sehingga mereka bisa terbang dengan berbagai manuver yang gak bisa dilakukan burung.

Namun, sayap kelelawar juga punya kekurangan dibanding sayap burung. Tidak seperti sayap burung, sayap kelelawar gak bisa menghasilkan gaya yang cukup kuat untuk mengangkat tubuh mereka dari tanah. Itulah kenapa kelelawar selalu beristirahat dengan cara bergelantungan terbalik karena mereka gak akan bisa terbang jika hinggap di tanah seperti burung.

Burung kondor andes dan albatros kelana memiliki ukuran sayap yang luar biasa

Dibanding serangga dan kelelawar, burung tentu memiliki sayap yang lebih besar. Lalu, burung apa yang sayapnya paling besar di dunia? Jika meninjau luas area sayapnya, juaranya adalah kondor andes (Vultur gryphus). National Geographic menyebut bahwa burung dengan bentang sayap hingga 3,2 meter ini memiliki luas area sayap terbesar di antara semua burung.

Namun, jika kita meninjau lebar bentang sayap, burung albatros kelana (Diomedea exulans) adalah yang paling hebat. Britannica menyebut bahwa bentang sayap burung ini bisa mencapai lebih dari 3,4 meter. Sayap yang sangat lebar membantu burung ini terbang hingga berjam-jam di atas laut tanpa harus sering-sering mengepakkan sayapnya.

Itulah fakta menarik yang perlu kamu ketahui tentang sayap hewan. Selain menambah pengetahuan, tentu menambah kekagumanmu juga terhadap rancangan sayap hewan yang menakjubkan, bukan?

Kategori
Pets

Hewan Ini Ternyata Bisa Terbang

Jarang Mengudara, Hewan Ini Ternyata Bisa Terbang

Hewan Ini Ternyata Bisa Terbang – Apabila berbicara tentang hewan yang bisa terbang, maka secara langsung dalam pikiran akan tertuju pada sosok burung atau serangga bersayap lainnya. Saat melihat pesawat terbang, kita teringat dengan konsep hewan yang dapat terbang seperti berbagai jenis burung, serangga, dan kelelawar serta kedua sayapnya.

Sulit untuk membayangkan hewan seperti ikan, cumi, atau tupai yang dapat melayang di udara. Namun, alam memiliki caranya sendiri untuk mengejutkan manusia. Hewan-hewan dari zaman purba pun dapat berevolusi untuk Login Aplikasi IDN Poker menambah mekanisme pertahanan diri, salah satunya adalah terbang atau melayang di udara. Penasaran? Inilah hewan yang jarang terlihat terbang, namun nyatanya dapat mengudara.

Ular terbang (Chrysopelea)

Ular tidak memiliki kaki atau tangan, jadi jalan atau merangkak saja susah. Bagaimana bisa terbang? Nyatanya, penelitian dari University of Chicago pada 2005 mencatat bahwa ada jenis ular yang dapat terbang! Mereka adalah ular dari genus Chrysopelea, dan mendiami daerah Asia Selatan dan Tenggara.

Bagaimana caranya? Ular Chrysopelea yang tumbuh 90 sentimeter – 1,2 meter ini tidak terbang layaknya burung. Mereka memipihkan tubuhnya, membentuk huruf “C”, agar dapat melayang di udara layaknya gelombang secara horizontal sebelum mendarat secara vertikal. Penelitian tersebut menemukan bahwa ular Chrysopelea yang lebih kecil dapat terbang lebih jauh!

Cumi-cumi

Menyemprotkan tinta? Sudah biasa. Namun, tahukah kamu bahwa ada jenis cumi yang bisa terbang untuk menghindari predator? Cumi ini berasal dari famili Ommastrephidae yang terkenal bisa terbang. Cumi terbang dapat ditemukan di Samudra Pasifik, dekat Jepang, Tiongkok, hingga Vietnam.

Dilansir situs Phys pada 2013, para peneliti Jepang mengungkapkan bahwa cumi-cumi ini dapat terbang sejauh 30 meter dengan kecepatan 11,2 m/s, lebih cepat dari pelari pemenang 20 medali emas Olimpiade asal Jamaika, Usain Bolt! Para peneliti menjelaskan bahwa cumi-cumi ini meluncur keluar dari dalam air dan merentangkan sirip serta tentakelnya secara vertikal, sehingga mereka melayang di udara.

Ikan torani

Terkenal sebagai lambang stasiun TV Indosiar, ikan torani (Exocoetidae) adalah ikan yang terkenal bukan sebagai perenang yang cepat, melainkan sebagai ikan yang bisa melayang di atas air.

Ada sekitar 40 jenis ikan torani yang dapat meluncurkan dirinya dari dalam air dan melayang di udara hingga lebih dari 40 detik! Dengan sayap dan hentakan ekornya, ikan torani dapat meluncur hingga sejauh 400 meter di udara. Sering ditemukan di Samudra Hindia, Pasifik, dan Atlantik, ikan torani dapat meluncur hingga 20 meter/jam!

Dilansir BBC pada 2008, sebuah rekaman oleh stasiun NHK dari Pulau Yakushima, Jepang, memperlihatkan ikan torani yang terbang di udara selama 45 detik, mengalahkan rekor yang sebelumnya terlihat pada 1920 di AS! Para peneliti Jepang yakin rekor 45 detik tersebut takkan bisa dipecahkan, karena morfologi torani tidak memungkinkannya terbang lebih dari durasi tersebut.

Semut

Tidak bersayap, siapa kira semut bisa terbang? Bukan melayang atau terbang, semut-semut ini mengarahkan arah jatuhnya, sehingga seolah-olah terlihat seperti terbang. Fenomena semut terbang (Cephalotes atratus) dicatat oleh peneliti dari University of California pada 2005 di Hutan Amazon.

Karena hidup di pepohonan, jika semut terbang dari genus Cephalotes ini jatuh, mereka telah belajar untuk menemukan jalan pulang ke pohon melalui petunjuk visual. Para peneliti menemukan bahwa di udara, semut ini dapat berputar hingga 180 derajat! Namun, kemungkinan keberhasilan semut terbang sampai di tujuan hanya 85 persen.

Ikan pari mobula

Dijuluki sebagai “Pari Setan”, mobula terkenal dengan gaya berenangnya yang membuatnya terlihat seperti tengah terbang dari dalam air! Layaknya ikan pari umumnya, mobula yang sering terlihat di pesisir Meksiko ini memiliki sirip bak sayap yang besar.

Biasa berenang dalam kelompok, ikan pari yang adalah kerabat dekat hiu ini adalah perenang yang kuat yang menggunakan kekuatannya agar dapat mendorong diri keluar dari air, melakukan gerakan akrobatik seperti berputar-putar atau jungkir balik di udara, sebelum kembali ke dalam air. Rata-rata, mobula dapat keluar 2 meter dari permukaan air.

Para peneliti masih belum dapat menafsirkan perilaku aneh mobula yang berakrobat di atas air. Ini dikarenakan mobula adalah hewan pemalu, sehingga susah diteliti. Beberapa hipotesis menyatakan mobula melakukannya untuk menarik pasangan.

Bagi hewan-hewan ini, terbang adalah salah satu cara menghindari predator. Kalau tidak, mereka sudah menjadi sasaran empuk! Itulah hewan yang sering terlihat diam, namun ternyata dapat melayang di udara walaupun tanpa sayap. Dari hewan-hewan ini, manakah yang pernah kamu lihat aksinya?

Kategori
Pets

Hewan dengan Jumlah Migrasi Terbesar di Dunia

Libatkan Jutaan Ekor, Hewan dengan Jumlah Migrasi Terbesar di Dunia

Hewan dengan Jumlah Migrasi Terbesar di Dunia – Migrasi hewan terbesar di bumi masih terjadi di Maasai Mara, Kenya. Tetapi pandemi Corona membuatnya berbeda. Pindah rumah jadi sesuatu yang biasa bagi manusia. Tapi manusia bukan satu-satunya makhluk hidup yang suka pindah rumah.

Selain manusia, para hewan juga suka melakukan hal yang sama. Bahkan jika pun menetap, tidak jarang para hewan ini melakukan migrasi ke tempat lain setiap tahunnya. Sama seperti Poker IDNPlay Deposit Dana kebanyakan manusia, para hewan juga membawa seluruh anggota keluarganya pindah ketika melakukan migrasi ke tempat lain.

Nah, berikut ini hewan dengan jumlah migrasi terbesar di dunia!

Gajah

Sri Lanka merupakan tempat tinggal bagi populasi gajah terbesar di Asia. Dan sama seperti gajah di benua lainnya, gajah di Sri Lanka juga melakukan migrasi. Terhitung sekitar 300 gajah di seluruh wilayah Sri Lanka melakukan perjalanan menuju ke Taman Nasional Minneriya untuk mendapatkan pasokan makanan.

Bukan hanya untuk mendapat makanan, pertemuan yang dikenal dengan nama ‘The Gathering’ oleh para turis ini juga dimanfaatkan para gajah untuk bersosialisasi dan kawin. Biasanya migrasi dilakukan sebelum musim kemarau datang.

Para gajah akan tinggal di Minneriya dari bulan Juli dan pulang ke habitatnya masing-masing pada bulan Oktober.

Hiu paus

Ternyata bukan hanya hewan darat yang melakukan perjalanan jauh, hewan laut seperti hiu paus pun melakukan hal yang sama. Lebih dari 800 hiu paus memulai migrasi dari berbagai tempat di dunia pada akhir musim semi, dan menempuh perjalanan sepanjang 7.200 km menuju ke lepas pantai Pulau Holbox di pesisir utara Semenanjung Yucatan, Meksiko.

Di Semenanjung Yucatan para hiu paus berkumpul dan tinggal selama lima bulan dari Mei hingga September sebelum berenang kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing.

Kupu-kupu raja

Tidak semua hewan mampu bertahan di udara dingin. Ketika musim dingin tiba, para hewan ini lebih memilih untuk bermigrasi ke tempat yang lebih hangat. Pilihan yang sama juga dilakukan oleh kupu-kupu raja yang tinggal di wilayah Kanada dan Amerika Utara.

Sebanyak 300 juta kupu-kupu raja menempuh perjalanan sejauh 3.000 mil ke pegunungan Anguangeo dan Valle de Bravo di Meksiko yang memiliki suhu lebih hangat.

Penguin kaisar

Jika kebanyakan hewan pergi migrasi untuk menghindari cuaca dingin, maka penguin kaisar pergi migrasi untuk mencari lokasi yang tepat untuk menetaskan telur mereka. Biasanya migrasi penguin kaisar dimulai pada awal musim semi di bulan Februari. Pada bulan ini, sekitar 200 ribu pasang penguin akan pergi ke daratan di belahan Bumi bagian selatan.

Pada bulan Juni, para betina akan menetaskan telur sebelum pergi untuk mencari makan. Selama betina sibuk mencari makan, para pejantan akan mengerami telur di bawah kaki mereka selama 65 hari hingga menetas dan betina kembali. Penguin kaisar sendiri baru kembali ke Antartika pada awal musim panas bersama anak-anak mereka.

Rusa kutub besar

Setiap tahunnya terdapat 1,5 juta rusa kutub besar yang melakukan migrasi dari Taman Nasional Serengeti di Tanzania ke Cagar Alam Maasai Mara di Kenya untuk mendapatkan rumput hijau. Untuk menyaksikan pemandangan hebat ini, yang perlu kamu lakukan adalah berkunjung ke Kenya pada bulan Juli hingga Oktober.

Di bulan-bulan tersebut, kamu bisa menyaksikan puluhan ribu rusa kutub besar melintasi Sungai Mara yang penuh bahaya.

Kelelawar buah

Migrasi kelelawar buah merupakan salah satu migrasi hewan terbesar yang pernah ada. Setiap tahunnya ada lebih dari 10 juta kelelawar buah yang melakukan migrasi. Dimulai dari hutan hujan Kongo pada awal Oktober, para kelelawar terbang sejauh 2.000 km ke Taman Nasional Kasangka di Zambia untuk mendapatkan buah-buahan. Migrasi sendiri berlangsung selama 90 hari, dan berakhir pada bulan Desember.

Zebra

Sejauh ini, migrasi terbesar yang dilakukan oleh kawanan zebra terjadi di Botswana, di mana ada ribuan zebra melakukan perjalanan sejauh 1.000 km. Perjalanan dimulai dari Taman Nasional Chobe di Botswana Utara pada musim kemarau di bulan Juli menuju Taman Nasional Nxai Pan di bagian timur.

Dengan jarak 250 km, perjalanan Chobe-Nxai Pan sebenarnya hanya membutuhkan waktu 15 sampai 30 hari. Yang lama adalah perjalanan pulang dari Nxai Pan ke Chobe, karena kawanan zebra ini lebih memilih melewati jalur lain sejauh 800 km.

Burung bangau berleher hitam

Bisa dibilang, burung bangau leher hitam adalah salah satu hewan yang beruntung karena tinggal di tempat-tempat yang indah dunia. Burung bangau jenis ini menghabiskan musim panasnya di dataran tinggi Tibet di mana mereka berkembang biak.

Lalu ketika musim dingin segera tiba di akhir Oktober, lebih dari 300 ekor bangau ini memutuskan untuk mengungsi ke tempat yang hangat di Lembah Phobjikha, Bhutan.

See, ternyata bukan hanya manusia yang suka pindah rumah. Hewan-hewan ternyata juga melakukan hal yang sama setiap tahunnya!

Kategori
Pets

Lihat Hewan Marsupial Ketika Liburan ke Australia

Ingin Berlibur ke Australia? Jangan Lupa Lihat Hewan Marsupial Ini!

Lihat Hewan Marsupial Ketika Liburan ke Australia – Australia memang identik dengan hewan Kanguru. Bahkan, di sana ada satu pulau yang populasi Kangurunya lebih banyak dibandingkan dengan populasi manusia. Sudah sejak lama Australia dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Letak geografi yang unik, bangunan-bangunan keren, hingga keanekaragaman hayati dari negara yang satu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang sedang berkunjung.

Dari segi situs idn poker asia kekayaan alam, Australia adalah salah satu tempat dimana kita bisa menemukan hewan-hewan unik dan tentunya tidak ditemukan di belahan dunia lain, lho. Salah satunya adalah hewan-hewan marsupial atau hewan yang memiliki kantung pada tubuhnya.

Nah, diantara banyaknya hewan-hewan endemik di Australia, penulis akan menyajikan hewan marsupial yang harus kamu lihat ketika sedang berkunjung ke Australia. Penasaran, kan? Yuk langsung simak artikel berikut ini!

Koala

Koala juga merupakan hewan marsupial asal Australia yang sudah populer ke seluruh penjuru dunia. Si pemalas satu ini bisa menghabiskan waktu hingga 18 jam hanya untuk tidur di atas batang pohon.

Dikutip dari laman World Wildlife Fund, koala tidak perlu minum untuk memenuhi kebutuhan air dalam tubuhnya. Sebab makanan utama mereka, daun eucaliptus, sudah memenuhi kebutuhan itu. Uniknya lagi, nama koala dalam bahasa Aborigin berarti “tidak minum”, lho.

Oh iya, mereka juga termasuk hewan yang sangat pilih-pilih makan. Kendati makanan utamanya adalah daun eucaliptus, mereka masih memilih jenis daun eucaliptus mana yang akan mereka makan. Selain itu, mereka juga cenderung memilih daun yang berada di atas pohon dimana kandungan air dan nurtrisinya paling banyak dibanding dauh bagian bawah..

Wombat

Wombat merupakan satu-satunya hewan di dunia yang memiliki kotoran berbentuk kotak. Mereka berukuran cukup besar dengan perawakan yang nampak sangat gumpal. Mereka biasanya menggali tanah di daerah padang rumput sebagai tempat berlindung dari predator.

Dilansir dari laman National Geographic, wombat memiliki sepasang gigi seri yang nampak mirip seperti hewan pengerat. Gigi seri tersebut tidak pernah berhenti tumbuh sepanjang hidup wombat. Untuk perawatan sekaligus pengecekan kondisi gigi seri tersebut, biasanya mereka akan mengunyah tumbuhan-tumbuhan dengan tekstur keras.

Sayangnya, mereka sering berkonflik dengan manusia lantaran tanah galian dari wombat sering merusak tanah petani maupun peternak sehingga sering dianggap sebagai hama. Akibatnya, mereka menjadi target buruan oleh manusia.

Kanguru

Hewan yang menjadi ikon Australia ini dikenal berkat kaki besar dan cara bergerak yang unik, yaitu dengan melompat-lompat. Fungsi kantung pada kangguru utamanya adalah sebagai tempat anaknya berlindung lantaran anak kangguru selalu lahir prematur dengan panjang tubuh tak lebih dari 2 cm dengan bobot sekitar 1 gram saja.

Menurut laman Britannica, bagian-bagian tubuh seperti kaki belakang yang besar sekaligus kuat, ekor panjang, serta tangan yang gesit mereka manfaatkan untuk beberapa hal. Bagi penjantan, bagian tubuh tersebut sangat penting ketika musim kawin sebagai ajang menunjukkan dominasi dari pejantan lain agar menarik betinanya.

Sedangkan secara umum, peran anggota tubuh tersebut dapat digunakan untuk melindungi diri hingga melawan balik predator yang mencoba mendekat.

Tasmanian devil

Hewan yang pernah diangkat menjadi tokoh kartun ini merupakan predator marsupial terbesar di dunia dengan panjang mampu mencapai 76 cm dengan bobot 12 kg. Sesuai dengan namanya, Tasmanian devil dapat dijumpai di pulau Tasmania. Akan tetapi, sebenarnya dulu mereka dapat dijumpai di banyak tempat di Australia.

Menurut laman National Geographic, kata devils” pada hewan ini mereka dapatkan dari orang-orang Eropa setelah menyaksikan gigi-gigi, serangan, hingga geraman-geraman menakutkan dari hewan ini. Hal tersebut tentunya sejalan dengan sifat agresif yang dimiliki mereka ketika terancam, berebut makanan, hingga memperjuangkan pasangannya.

Fakta lain dari Tasmanian devil adalah kemampuan reproduksinya yang dapat menyentuh angka fantastis. Mereka mampu melahirkan hingga 50 ekor anak dalam satu kali periode kehamilan. Akan tetapi, sayangnya hanya 4 dari 50 anak saja yang dapat bertahan hingga dewasa lantaran si induk hanya memiliki 4 buah puting susu untuk anaknya.

Possum

Meskipun terdengar mirip, ternyata possum dengan opossum itu hewan yang berbeda, lho. Opossum biasanya mengacu pada hewan dengan genus didelphis yang seluruhnya dijumpai di Amerika Utara dan Amerika Selatan. Sedangkan possum adalah hewan dengan genus phalangeriformes yang dijumpai di Australia, Indonesia, hingga Papua Nugini.

Menurut laman National Geographic, salah satu jenis possum, yaitu brushtail possum memiliki fakta mengejutkan dalam usia kehamilannya. Mereka diketahui hanya membutuhkan masa kehamilan selama 16 hari saja sebelum melahirkan dan meletakkan anaknya di kantungnya.

Selain itu, ternyata possum memiliki saudara yang sama-sama memiliki genus phalangeriformes, yaitu spesies gliders. Mereka merupakan hewan marsupial yang mengembangkan lipatan kulit di antara tangan dan kakinya yang digunakan untuk terbang.

Nah, itu dia jenis marsupial yang wajib banget untuk dilihat jika sedang berkunjung ke Australia. Di antara hewan marsupial yang ada di daftar ini, hewan mana yang sudah atau belum pernah kamu lihat sebelumnya?

Kategori
Pets

Hewan Punya Peran Penting Menjaga Bumi

Harus Dijaga, Ini Hewan yang Punya Peran Penting dalam Menjaga Bumi

Hewan Punya Peran Penting Menjaga Bumi – Semua yang ada di muka bumi memiliki perannya masing-masing. Tidak ada satu pun makhluk yang diciptakan tanpa alasan. Keberadaan tiap makhluk diperlukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Sebagai makhluk yang berakal, manusia dituntut untuk terus melakukan upaya guna menjaga kelangsungan hidup di Bumi.

Tetapi bagi hewan, menjaga Bumi sudah menjadi tugas sejak dulu dan setiap hari. Sebenarnya, ada banyak sekali poker deposit linkaja binatang yang memiliki jasa besar dalam menjaga Bumi, dan karenanya, sangat penting untuk menjaga populasi mereka. Inilah hewan-hewan yang memiliki peran penting dalam menjaga Bumi.

Berang-berang

Berang-berang pada mulanya dianggap sebagai hama dan pernah hampir punah di tahun 1800-an. Untungnya, saat ini jumlah berang-berang telah pulih kembali dan aktivis memperkenalkan kembali hewan-hewan tersebut ke bagian alam yang membutuhkan sedikit pengaturan.

Ternyata, perilaku menggerogoti dan membendung berang-berang memiliki banyak manfaat bagi Bumi, menurut laman The Atlantic. Hewan-hewan ini membantu mencegah banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan. Selain itu, berang-berang dapat mengatur saluran air yang sangat membantu ikan dan dapat menangkis beberapa efek perubahan iklim.

Hiu

Hiu mungkin dianggap sebagai predator yang menakutkan. Tetapi, di balik kesan menakutkan tersebut, hiu berperan dalam menjaga keseimbangan kehidupan samudra. Menurut laman Oceana, hiu memakan ikan yang lemah, tua, dan sakit, yang mencegah penyebaran penyakit di antara kehidupan laut.

Hiu juga membantu keanekaragaman hayati dan memperkuat lungkang gen. Efek ini baik ke organisme sederhana seperti alga, yang jika tidak dikendalikan dapat membuat perubahan yang menghancurkan di Bumi.

Gajah

Gajah adalah salah satu spesies hewan paling cerdas di Bumi. Hewan bertubuh besar ini tidak hanya memiliki emosi yang kuat, tetapi juga memainkan peran kunci dalam lingkungan. Dikutip dari laman Save The Elephants, gajah menggunakan taringnya untuk menggali air selama cuaca kering. Tindakan ini menyediakan air untuk hewan lain di habitat bersama mereka.

Gajah juga membuat celah di vegetasi hutan saat mereka makan, ini menciptakan ruang bagi tanaman baru untuk tumbuh dan bagi hewan yang lebih kecil untuk menemukan jalur baru melalui hutan.

Lebah

Earthwatch Institute menyatakan lebah sebagai spesies hidup terpenting bagi planet bumi. Tapi yang memprihatinkan, lebah termasuk dalam daftar spesies yang terancam punah saat ini.

Menurut laman Science Times, studi menunjukkan bahwa penurunan dramatis 90 persen populasi lebah dalam beberapa tahun terakhir. Penyebab utamanya adalah karena penggundulan hutan, penggunaan pestisida, atau kurangnya bunga.

Lebah termasuk makhluk terpenting di bumi karena 70 persen pertanian dunia bergantung secara eksklusif pada lebah. Tanpa kerja keras lebah dalam melakukan penyerbukan, banyak tanaman yang tidak akan bisa berkembang biak.

Untuk melindungi makhluk kecil yang berperan penting bagi tanaman ini, kita perlu segera melarang penggunaan pestisida, memantau kesehatan lebah dengan cermat, dan mempromosikan area pertanian yang sepenuhnya alami.

Kelelawar

Kelelawar dianggap sebagai makhluk yang menakutkan bagi sebagian orang, padahal kelelawar berperan penting dalam menyelamatkan Bumi. Hewan nokturnal ini sangat ahli dalam membunuh segala jenis serangga, dan makan hingga ratusan jam. Nafsu makan ini membantu mengendalikan populasi serangga dan melindungi tanaman, menurut laman VOA.

Kelelawar juga membantu dalam terobosan medis. Air liur mereka digunakan untuk membantu penderita stroke, sementara kemampuan ekolokasi mereka sedang dipelajari untuk membantu para tunanetra. Bat guano, yang didapat dari kotoran kelelawar memang memiliki bau yang busuk, tetapi bat guano adalah salah satu pupuk terbaik untuk menjaga tanaman agar terus berkembang.

Burung

Burung melakukan banyak hal untuk menjaga Bumi. Menurut laman One Green Planet, dari penyebaran benih hingga penyerbukan tanaman, semuanya dilakukan oleh burung. Burung juga membantu pengendalian hama serangga dengan memakan serangga kecil dan membantu aerasi tanah dengan cara menggali dengan cakar mereka. Burung juga berperan dalam pembusukan hutan dan bertindak sebagai bioindikator ekosistem.

Wah, ternyata hewan memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan Bumi. Tidak bisa dibayangkan apa jadinya jika hewan-hewan ini lenyap dari muka Bumi. Untuk itu, yuk bantu jaga lingkungan agar hewan-hewan tidak punah dan dapat terus menjaga Bumi.

Kategori
Pets

Hewan Paling Berbahaya di Jepang

Sering Menyerang! Ini Hewan Paling Berbahaya di Jepang

Hewan Paling Berbahaya di Jepang – Anda tentu tahu bahwa ada beberapa tempat yang tidak bisa didatangi karena alasan tertentu. Salah satu alasannya adalah tempat tersebut masuk dalam kategori berbahaya sehingga mengancam nyawa.

Jepang dikenal mempunyai banyak sekali pegunungan, hutan, dan pulau-pulau memesona yang menyimpan kekayaan fauna yang unik dan langka. Berbagai IDNPlay Deposit Pulsa 10000 hewan eksotis khas negeri sakura ini pun sangat mudah dijumpai pada daerah tertentu dan taman nasional yang dilindungi oleh pemerintah setempat. Namun, dari sekian banyaknya hewan yang berhabitat di wilayah Jepang, beberapa di antaranya perlu untuk diwaspadai karena dapat mengancam nyawa manusia.

Sering kali menyerang secara tiba-tiba dan memiliki kadar racun yang mematikan. Inilah lima hewan yang perlu diwaspadai saat menjelajahi alam liar di Jepang dilansir laman FAQ Japan dan WhatDeWhat.

Japanese wild boar

Japanese wild boar dikenal memiliki sifat yang sangat agresif yang sering menanduk, menggigit, dan mengejar manusia. Populasi dari spesies babi ini tersebar di hampir seluruh pulau-pulau yang ada di Jepang.

Babi ini mempunyai ciri khas memiliki kumis berwarna putih dengan panjang tubuh rata-rata 1,2 hingga 1,5 meter dan berat badan 100 kilogram. Sama dengan beruang, Japanese wild boar juga termasuk hewan omnivor yang memakan tumbuh-tumbuhan serta hewan kecil lainnya.

Ashidakagumo

Dalam bahasa Jepang, ashidakagumo berarti ‘laba-laba berkaki panjang’. Ashidakagumo memiliki panjang kaki hingga 30 sentimeter yang membuat hewan ini terlihat sangat menakutkan.

Dilansir WhatDeWhat, gigitan dari ashidakagumo pada manusia dapat menyebabkan efek mual, sakit kepala, muntah, hingga denyut nadi menjadi tidak beraturan. Jenis laba-laba ini memiliki gerak yang sangat cepat saat mengejar mangsanya seperti kecoak dan serangga-serangga kecil lainnya.

Asiatic black bears

Asiatic black bears merupakan spesies beruang yang berhabitat di wilayah Pulau Honshu. Namun, beruang ini juga dapat ditemukan di daerah barat Tokyo, tepatnya di puncak pegunungan Kanazawa. Dilansir laman FAQ Japanasiatic black bears sering sekali dilaporkan menyerang manusia yang mencoba masuk ke dalam wilayah habitat mereka. Dari bentuk tubuh, beruang ini memiliki ukuran badan yang tidak terlalu besar yakni berkisar antara 110–140 cm dengan bobot tubuh yang mencapai 120 kilogram.

Asiatic black bears termasuk spesies beruang omnivor yang cenderung lebih menyukai memakan berbagai macam jenis kacang-kacangan, buah beri, dan rumput.

Japanese mamushi

Japanese mamushi atau japanese viper pit merupakan jenis ular paling berbisa yang hidup di Jepang. Setiap tahunnya, terdapat 2 ribu hingga 3 ribu laporan manusia yang terkena gigitan dari japanese mamushi. Untungnya, saat ini telah tersedia antiracun dari bisa japanese mamushi. Ular ini mempunyai panjang antara 50–80 sentimeter dengan tubuh yang didominasi warna cokelat.

Japanese mamushi sering kali berkamuflase di antara semak belukar yang membuat korbannya tidak menyadari keberadaan hewan predator ini.

Japanese giant hornet

Japanese giant hornet masuk salah satu spesies lebah terbesar di dunia. Hewan ini memiliki ciri khas kepala berwarna kuning dan ukuran mata yang besar. Racun yang dikeluarkan oleh japanese giant hornet dapat merusak jaringan saraf manusia, bahkan dapat menyebabkan kematian. Lebah ini setiap tahunnya rata-rata membunuh 30 hingga 40 manusia. Japanese giant hornet biasanya akan menyerang secara berkelompok dengan pergerakan yang sangat agresif dan cepat.

Nah, itulah beberapa hewan-hewan paling berbahaya yang terdapat di Jepang. Dengan efek yang sangat fatal bagi manusia, sebaiknya jangan pernah mengusik habitat asli dari hewan tersebut.

Kategori
Pets

Hewan dengan Indra Penciuman Terbaik

Hewan dengan Indra Penciuman Terbaik, sampai Puluhan Km

Hewan dengan Indra Penciuman Terbaik – Selama ini kita tahu bahwa anjing adalah hewan dengan indra penciuman paling tajam. Hal inilah yang membuatnya banyak dipilih untuk membantu polisi. Berkat indra penciumannya yang tajam, anjing mampu melacak jejak penjahat dan bahkan lokasi barang bukti hasil tindak kriminal.

Beberapa hewan memiliki kemampuan khusus yang tidak bisa ditandingi oleh manusia. Seperti Daftar IDN Poker mata setajam burung elang, kemampuan mendengar sebagus kelelawar, keahlian memanjat secakap monyet atau kemampuan berlari secepat cheetah. Selain itu, indra penciuman manusia pun tak sebagus hewan-hewan ini!

Jangan ragukan kemampuan hewan ini dalam mencium aroma dan bau! Bahkan, ada yang bisa mencium bau hingga jarak puluhan kilometer, lho! Hewan apa saja yang dimaksud?

Ngengat

Hewan mungil ini memiliki indra penciuman yang lebih baik dari manusia. Mereka mencium dengan antena, kaki, palpus dan bagian tubuh lain yang memiliki reseptor indra, terang laman Animal Corner. Indra penciuman ini punya fungsi penting, yakni menemukan makanan dan pasangan untuk kawin.

Contohnya, ngengat betina mencium aroma feromon yang dikeluarkan oleh ngengat jantan. Feromon ini tersebar ke udara melalui perut, sisik pada sayap hingga segmen tibia kaki. Yang bikin kagum, feromon yang dilepaskan oleh ngengat dapat dideteksi dari jarak delapan kilometer! What an unique ability!

Beruang

Walau otak beruang hanya sepertiga dari ukuran otak manusia, jangan remehkan kemampuannya dalam mencium aroma! Tak tanggung-tanggung, indra penciuman beruang lima kali dari yang dimiliki manusia, ujar laman World Atlas. Berkat ukurannya, indra penciuman ini 2.100 kali lebih baik dari manusia!

Beruang memanfaatkan indra penciumannya yang tajam untuk berbagai keperluan. Seperti menemukan pasangan, mencari makanan, melacak anak-anaknya serta menghindari bahaya. Yang lebih keren, beruang bisa mendeteksi bangkai hewan dari jarak 20 mil atau setara dengan 32,18 kilometer. Amazing, right?

Anjing

Sahabat kesayangan manusia ini dikenal berkat indra penciumannya yang tajam. Berkat hal ini, tak jarang pihak kepolisian menggunakan anjing untuk melacak bau pada kasus kriminal. Menurut James Walker, mantan direktur Sensory Research Institute di Florida State University, indra penciuman anjing 10.000 kali lebih baik dari manusia.

Sementara, menurut Alexandra Horowitz, peneliti kognisi anjing di Barnard College, anjing bisa mendeteksi satu sendok teh gula di dalam satu juta galon air atau setara dengan dua kolam seukuran olimpiade, ungkapnya di laman Public Broadcasting Service (PBS). Kemampuannya sungguh luar biasa, ya?

Ular

Rata-rata ular memiliki indra penglihatan yang buruk. Tapi, semesta tetap adil. Ular mengandalkan indra penciuman dan peraba yang sangat sensitif.

Yang bikin unik, hidung ular berfungsi untuk bernapas, sementara mereka mencium bau lewat lidahnya! Itulah jawaban mengapa ular sering menjulurkan lidahnya keluar.

Lidah ini mengumpulkan aroma dari udara. Apabila lidah kembali ke mulut, maka akan menyentuh organ sensoris khusus yang bernama organ Jacobson, terang laman World Atlas. Letaknya ada di bagian langit-langit mulut dan berfungsi untuk memberitahu bau pada ular. Selain itu, ular tak perlu capek-capek membuka mulut untuk menjulurkan lidah.

Ikan hiu

“Ikan hiu bisa mencium aroma darah di lautan”. Apakah mitos itu benar dan bisa dibuktikan secara ilmiah? Faktanya, beberapa jenis ikan hiu memang bisa mencium aroma darah dalam jarak seperempat mil (400 meter), ungkap laman Ripley’s. Perlu dicatat, hiu tidak selalu menjadi agresif walau ada aroma darah yang tercium olehnya.

Di antara semua jenis ikan hiu, yang memiliki indra penciuman paling hebat adalah hiu putih besar (Carcharodon carcharias). Indra ini bernama olfactory bulb yang dikendalikan oleh 2/3 dari otak ikan hiu. Indra penciumannya ratusan kali lebih kuat dari manusia dan diandalkan untuk memburu mangsanya.

Gajah

Indra penglihatan gajah tidak terlalu bagus. Oleh karena itu, gajah memanfaatkan indranya yang lain, yakni indra penciuman. Mereka bisa mendeteksi keberadaan air hingga 12 mil (19,3 kilometer), tutur laman Seaworld Parks & Entertainment. Lubang hidungnya ada di bagian ujung belalai dan berguna untuk bernapas, menyedot air dan mencium bau.

Apabila ada aroma yang memasuki lubang hidung, tujuh turbin olfaktorius akan bekerja. Turbinals merupakan ikal tulang yang mempunyai jutaan sel reseptor penciuman. Aroma ini diteruskan ke organ Jacobson yang letaknya ada di jaringan lunak di atap mulut. Gajah mengandalkan indra penciumannya untuk bertahan hidup di alam liar.

Burung kiwi

Terakhir, ada burung kiwi, burung mungil dengan panjang 35-45 cm dan berat 0,8-1,9 kilogram. Indra penciumannya lebih baik dari jenis burung lain. Burung kiwi adalah satu-satunya burung dengan lubang hidung di ujung paruhnya. Berkat ini, mereka bisa mengetahui apakah ada cacing atau tidak di dalam tanah untuk dimakan.

Nah, itulah hewan yang mempunyai indra penciuman paling tajam dan lebih baik dari manusia. Kamu paling takjub dengan hewan yang mana nih?

Kategori
Pets

Hewan yang Jago Menyamar Jadi Hewan Lain

Hewan yang Jago Menyamar Jadi Hewan Lain, Bikin Terkecoh!

Hewan yang Jago Menyamar Jadi Hewan Lain – Untuk bertahan hidup atau berburu mangsa, sebagian hewan dibekali dengan kemampuan kamuflase atau mengelabui. Dengan kemampuannya itu, mereka sulit dibedakan oleh predator atau mangsanya.

Hewan selalu punya kemampuan unik untuk bisa bertahan hidup. Salah satu kemampuan unik tersebut adalah menyamar menjadi hewan lain. Baik untuk berburu maupun untuk mengelabui predator, banyak hewan yang terkenal sebagai Poker Deposit Pulsa 10000 jagoan dalam urusan menyamar.

Bukan hanya penampilan, beberapa hewan juga bisa berpura-pura jadi hewan lain dengan meniru suaranya. Hewan apa saja yang punya kemampuan hebat itu? Ini dia enam hewan di antaranya.

Ngengat elang

Ngengat elang adalah sebutan untuk ngengat yang tergabung dalam keluarga Sphingidae. Mereka terdiri dari sekitar 1.400 spesies dan mereka terkenal jago menyamar. Bukan ketika sudah dewasa, melainkan ketika masih berwujud larva alias ulat.

National Geographic menjelaskan bahwa ulat ngengat elang mampu menyamar menjadi mirip ular pada saat terancam. Caranya, mereka akan menggembungkan bagian depan tubuhnya supaya tampak seperti kepala. Lalu, mereka juga mengatur pola warna kuning, putih, dan hitam di tubuhnya supaya terlihat seperti corak ular. Hasilnya adalah seperti gambar di atas. Mirip, kan?

Margay

Margay (Leopardus wiedii) adalah sejenis kucing liar yang hidup di Amerika Tengah dan Selatan. Mereka hidup di pepohonan dan berburu burung maupun monyet. Namun, cara berburu mereka terbilang tak biasa sekaligus cerdik dan menakjubkan.

Margay ternyata bisa meniru suara bayi monyet tamarin sehingga menarik perhatian tamarin dewasa untuk mendekat. Setelah itu, margay pun akan menyergap untuk memangsa si tamarinNational Geographic menyebut bahwa bisa jadi, strategi meniru suara mangsa itu juga digunakan oleh kucing besar seperti jaguar dan puma.

Gurita penyamar

Namanya saja gurita penyamar (Thaumoctopus mimicus), sudah jelas bahwa gurita ini jagonya menyamar. Namun, mereka bukan menyamar jadi batu atau seperti lingkungannya, tapi jadi hewan lain. Bukan cuma satu, mereka bisa menyamar jadi beberapa hewan!

Laman Nature menyebut bahwa gurita endemik Indonesia ini bisa menyamar jadi ular laut, udang, kepiting, ubur-ubur, lionfish, dan lain-lain. Bukan sekadar penampilannya, tapi juga gerak-geriknya. Ketika menyamar jadi ular laut, misalnya, mereka bisa meniru gerakan ular dengan salah satu tentakelnya.

Tujuan mereka menyamar umumnya adalah melindungi diri. Ketika diganggu oleh ikan damselfish, mereka akan menyamar jadi ular laut karena damselfish takut pada ular laut. Sementara, saat berjalan di dasar samudra, mereka biasanya menyamar jadi ikan sebelah, sejenis ikan pipih yang beracun. Cerdas banget, ya!

Ngengat harimau

Ngengat yang satu ini juga bisa menyamar jadi hewan lain untuk mengelabui predator. Bedanya, mereka bukan meniru penampilan, tapi suara. Yap, ngengat harimau (famili Arctiidae) bisa meniru suara yang dikeluarkan oleh ngengat lain untuk menipu kelelawar supaya tidak mau memangsanya.

Menurut National Geographic, ngengat harimau meniru suara yang dikeluarkan oleh ngengat beracun, misalnya ngengat tawon polkadot (Syntomeida epilais). Kelelawar yang mendengar suaranya pun jadi terkecoh dan menghindari ngengat harimau tersebut meskipun sebenarnya mereka gak berbahaya. Benar-benar cerdik!

Drongo ekor garpu

Satu lagi hewan yang jago meniru suara hewan lain adalah drongo ekor garpu (Dicrurus adsimilis). Bukan hanya satu, BBC menyebut bahwa burung ini bisa meniru sekitar 45 spesies hewan! Mereka meniru suara alarm yang dikeluarkan hewan-hewan tersebut untuk memperingatkan akan adanya bahaya.

Bisa dibilang, drongo ekor garpu punya jasa besar bagi hewan-hewan yang hidup di daerahnya di Afrika. Namun ternyata, mereka gak selalu jadi pahlawan. Kadang, burung ini akan meniru suara hewan lain untuk membuat mereka kabur sehingga drongo bisa mengambil semua makanan yang tersedia tanpa saingan. Hmm, baik tapi kadang licik, ya!

Itulah hewan yang jago berpura-pura jadi hewan lain, baik dalam penampilan maupun suara. Yang mana yang paling keren menurutmu?

Kategori
Pets

Fakta Unik tentang Ekor Hewan

Fakta Unik tentang Ekor Hewan, Ada Hewan yang Berekor Enam

Fakta Unik tentang Ekor Hewan – Jika kamu amati, hampir semua hewan memiliki ekor. Sepertinya sih sepele, ekor yang ada di bagian belakang hewan seakan cuma menjadi tambahan saja.

Ekor adalah salah satu bagian tubuh hewan yang paling unik. Ada berbagai jenis hewan yang memiliki ekor, dengan bentuk, ukuran, dan fungsinya yang beragam. Seberapa beragam ekor di dunia binatang dan fakta unik apa lagi yang bisa kita Daftar Live22 pelajari tentang ekor hewan? Ini dia ulasannya dalam tujuh fakta unik tentang ekor hewan.

Ekor pari macan adalah yang terpanjang dibanding ukuran tubuhnya

Bagaimana dengan hewan yang memiliki ekor terpanjang jika dibandingkan dengan ukuran tubuh? National Geographic menyebut bahwa juaranya adalah pari macan (Himantura uarnak). Ikan pari yang hidup di wilayah Indopasifik ini memiliki ekor yang panjangnya bisa mencapai tiga kali panjang tubuhnya.

Ular juga punya ekor

Pernahkah kamu bertanya-tanya apakah ular punya ekor? Ternyata jawabannya ya. Dari luar, memang sulit terlihat mana bagian ekor dan mana yang masih termasuk tubuh. Namun, jika melihat rangka ular seperti pada gambar, kita bisa mengamati dengan jelas mana bagian ekornya. Ternyata, cukup pendek jika dibanding panjang tubuhnya, ya!

Beberapa kalajengking juga bisa memutuskan ekor

Namun, ternyata kemampuan memutuskan ekor tidak hanya dimiliki oleh kadal. Kalajengking pun memilikinya, tepatnya kalajengking dari genus Ananteris yang hidup di Amerika Selatan. Tujuannya pun sama, yaitu untuk kabur dari predator. Seperti dilansir National Geographic, kalajengking yang memutuskan ekornya juga akan dirugikan.

Itu karena di ekor kalajengking tidak hanya terdapat sengat, tapi juga anus. Artinya, kalajengking yang melepaskan ekornya juga akan kehilangan anusnya. Sudah begitu, ekor kalajengking gak akan bisa tumbuh lagi seperti ekor kadal, yang artinya mereka juga gak akan bisa buang air besar lagi.

Akibatnya, kotoran kalajengking pun akan menumpuk di bagian ujung segmen tubuhnya yang tersisa dan kadang segmen tersebut sampai putus lagi karena tumpukan kotoran. Namun, kalajengking yang tak punya ekor ternyata masih bisa hidup sampai kira-kira 8 bulan lagi sehingga masih punya cukup waktu untuk kawin dan menghasilkan keturunan.

Ekor terbesar dimiliki paus biru

Ekor terbesar di dunia tentu dimiliki hewan yang ukurannya terbesar, yaitu paus biru yang bisa mencapai panjang lebih dari 30 meter dan berat 200 ton. Dilansir laman Guinness World Record, lebar ekor paus biru dari ujung ke ujung mencapai 7,6 meter alias hampir sama dengan bus tingkat London!

Beberapa hewan punya ekor prehensil yang berfungsi seperti tangan

Ekor hewan punya beragam fungsi. Fungsi umumnya untuk keseimbangan saat berlari atau melompat, seperti yang dimiliki oleh keluarga kucing. Namun, ada beberapa hewan yang ekornya punya fungsi seperti tangan atau disebut dengan ekor prehensil.

Ekor prehensil biasanya dimiliki oleh primata, contohnya monyet laba-laba yang ada di gambar di atas. Mereka menggunakan ekornya untuk bergelantungan di dahan sambil mencari makan atau melakukan kegiatan lain. Seperti kamu lihat di gambar, ekor mereka bahkan sanggup menahan bobot seluruh tubuhnya.

Gak hanya primata, ekor prehensil juga dimiliki pangolin dan opossum. Reptil pun ada yang memiliki ekor prehensil, misalnya skink berekor prehensil (Corucia zebrata). Bahkan, kuda laut pun memiliki ekor prehensil yang mereka gunakan untuk berpegangan pada tumbuhan laut.

Karena autotomi, seekor kadal bisa memiliki hingga enam ekor

Beberapa hewan mempunyai kemampuan autotomi, yaitu kemampuan untuk melepaskan salah satu bagian tubuhnya untuk bisa kabur dari predator. Hewan yang terkenal memiliki kemampuan ini adalah kadal yang bisa memutuskan ekornya. Setelah putus, ekor kadal bisa tumbuh kembali meskipun tidak persis sama seperti ekor aslinya.

Namun, laman Live Science menyebut bahwa kadang ekor yang tumbuh kembali bukan hanya satu, tapi beberapa. Dua ekor adalah kasus yang umum, tapi yang paling ekstrem dilaporkan pada tahun 2015 di Argentina: seekor kadal tegu hitam putih (Salvator merianae) memiliki hingga enam ekor setelah autotomi!

Seekor burung purba punya dua ekor secara alami

Kadal bisa memiliki lebih dari satu ekor setelah melakukan autotomi. Namun, seekor burung purba yang hidup di zaman dinosaurus ternyata memang memiliki dua ekor secara alami. Dilansir National Geographic, burung itu bernama Jeholornis dan mereka hidup sekitar 120 juta tahun lalu.

Jeholornis memiliki dua ekor: satu ekor panjang dan satunya lagi pendek. Selain beda ukuran, fungsi dua ekornya itu juga berbeda. Yang panjang berfungsi untuk membantu saat terbang, sedangkan yang pendek berfungsi untuk memamerkan keindahan bulunya untuk menarik perhatian lawan jenis.

Itulah fakta unik tentang ekor hewan. Fakta mana yang paling unik menurutmu?