Kategori
Pets

Fakta Unik Sayap Hewan

Fakta Unik Sayap Hewan, Hewan Apa yang Mempunyai Sayap Terbesar?

Fakta Unik Sayap Hewan – Burung adalah salah satu jenis hewan yang paling menarik untuk dipelajari. Makhluk yang konon merupakan keturunan langsung dari dinosaurus ini memiliki jenis yang sangat beragam. Sayap adalah salah satu bagian tubuh yang paling menakjubkan pada hewan.

Pada banyak hewan, sayap memberi mereka kemampuan untuk terbang, suatu kemampuan yang sangat berguna untuk menjelajah, mencari makan, atau kabur dari predator. Mungkin kamu sendiri pernah membayangkan betapa asyiknya kalau punya sayap dan bisa terbang, kan?

Dalam dunia hewan, sayap dimiliki oleh agen idnplay tiga kelompok hewan. Hewan apa saja itu? Lalu, fakta unik apa yang bisa kita ketahui soal sayap hewan? Yuk, pelajari lebih lanjut dalam fakta tentang sayap hewan berikut ini.

Kebanyakan serangga memiliki dua pasang sayap

Kebanyakan hewan hanya mempunyai sepasang alias dua buah sayap. Namun, pada serangga, jumlah sayapnya biasanya dua pasang. Itu mencakup belalang, lebah, tawon, capung, kumbang, kupu-kupu, ngengat, dan lain-lain. Ada pula serangga yang hanya memiliki sepasang sayap, misalnya nyamuk.

Sementara, lalat memang kelihatannya hanya memiliki sepasang sayap. Namun, jika diperhatikan dengan saksama, mereka memiliki sepasang sayap tambahan yang sangat kecil yang disebut halter. Meski sangat kecil, halter punya fungsi vital yaitu menentukan arah saat lalat terbang. Tanpa halter, lalat tidak bisa terbang sama sekali meski masih punya dua sayap.

Beberapa mamalia memiliki selaput yang membantu mereka melayang

Lapisan kulit tipis yang terdapat pada sayap kelelawar disebut patagium. Meski kelelawar adalah satu-satunya mamalia yang bisa terbang, mereka bukan satu-satunya mamalia yang memiliki patagium. Patagium dimiliki juga oleh beberapa mamalia, seperti tupai terbang, sugar glider, dan lemur terbang.

Hewan-hewan tersebut memang gak bisa terbang, tapi mereka menggunakan patagium yang ada di sisi tubuhnya untuk melayang dari pohon ke pohon. Tupai terbang, misalnya, bisa melayang hingga lebih dari 90 meter. Bahkan, kelelawar sendiri diperkirakan berevolusi dari mamalia yang hanya bisa melayang menggunakan patagium hingga akhirnya menjadi mamalia yang bisa terbang.

Hewan dengan sayap terbesar sepanjang masa adalah Quetzalcoatlus

Nah, jika kita meninjau dari masa prasejarah hingga saat ini, hewan yang tercatat memiliki sayap terbesar di Bumi adalah Quetzalcoatlus northropi. Hewan berjenis Pterosaurus alias reptil terbang ini tercatat sebagai hewan terbang terbesar yang pernah hidup di bumi. Maka jelas, sayap mereka pun adalah yang terbesar.

Dicatat laman New Dinosaurs, bentang sayap Quetzalcoatlus northropi bisa mencapai 11 meter! Sayap sebesar itu dibutuhkan untuk mengangkat tubuh mereka yang mencapai bobot 250 kg, bobot yang dipercaya sebagai berat maksimum seekor hewan untuk bisa terbang. Dengan sayapnya itu, mereka diperkirakan bisa terbang dengan kecepatan hingga 160 km/jam. Luar biasa!

Tidak selalu berguna untuk terbang

Hewan tidak selalu menggunakan sayapnya untuk terbang. Pada burung yang tak bisa terbang, sayap mereka digunakan untuk tujuan lain. Penguin, misalnya, menggunakan sayapnya yang berbentuk seperti sirip untuk berenang. Sementara sayap burung unta dan rhea berfungsi untuk keseimbangan saat berlari kencang.

Bahkan, pada hewan yang memang bisa terbang pun, sayapnya gak hanya berfungsi untuk terbang saja. Laman Sciencing menyebut bahwa beberapa burung menggunakan sayapnya untuk mengatur suhu tubuhnya, misalnya burung Anhinga. Sementara serangga seperti jangkrik dan cicada juga menggunakan sayapnya untuk menghasilkan bunyi guna menarik perhatian pasangan.

Sayap kelelawar memiliki kelebihan dan kekurangan dibanding sayap burung

Selain burung dan serangga, hewan lain yang memiliki kemampuan terbang adalah kelelawar. Mereka adalah satu-satunya jenis mamalia yang punya sayap dan bisa terbang. Lalu, apa perbedaan sayap kelelawar dengan sayap burung?

Kalau kamu perhatikan, sayap kelelawar tampak seperti telapak tangan manusia dengan jari-jari yang panjang dengan lapisan kulit tipis di antaranya. Sementara, sayap burung memiliki tulang yang relatif kaku. Ini membuat sayap kelelawar jauh lebih fleksibel dari sayap burung sehingga mereka bisa terbang dengan berbagai manuver yang gak bisa dilakukan burung.

Namun, sayap kelelawar juga punya kekurangan dibanding sayap burung. Tidak seperti sayap burung, sayap kelelawar gak bisa menghasilkan gaya yang cukup kuat untuk mengangkat tubuh mereka dari tanah. Itulah kenapa kelelawar selalu beristirahat dengan cara bergelantungan terbalik karena mereka gak akan bisa terbang jika hinggap di tanah seperti burung.

Burung kondor andes dan albatros kelana memiliki ukuran sayap yang luar biasa

Dibanding serangga dan kelelawar, burung tentu memiliki sayap yang lebih besar. Lalu, burung apa yang sayapnya paling besar di dunia? Jika meninjau luas area sayapnya, juaranya adalah kondor andes (Vultur gryphus). National Geographic menyebut bahwa burung dengan bentang sayap hingga 3,2 meter ini memiliki luas area sayap terbesar di antara semua burung.

Namun, jika kita meninjau lebar bentang sayap, burung albatros kelana (Diomedea exulans) adalah yang paling hebat. Britannica menyebut bahwa bentang sayap burung ini bisa mencapai lebih dari 3,4 meter. Sayap yang sangat lebar membantu burung ini terbang hingga berjam-jam di atas laut tanpa harus sering-sering mengepakkan sayapnya.

Itulah fakta menarik yang perlu kamu ketahui tentang sayap hewan. Selain menambah pengetahuan, tentu menambah kekagumanmu juga terhadap rancangan sayap hewan yang menakjubkan, bukan?

Kategori
Pets

Hewan Paling Berbahaya di Jepang

Sering Menyerang! Ini Hewan Paling Berbahaya di Jepang

Hewan Paling Berbahaya di Jepang – Anda tentu tahu bahwa ada beberapa tempat yang tidak bisa didatangi karena alasan tertentu. Salah satu alasannya adalah tempat tersebut masuk dalam kategori berbahaya sehingga mengancam nyawa.

Jepang dikenal mempunyai banyak sekali pegunungan, hutan, dan pulau-pulau memesona yang menyimpan kekayaan fauna yang unik dan langka. Berbagai IDNPlay Deposit Pulsa 10000 hewan eksotis khas negeri sakura ini pun sangat mudah dijumpai pada daerah tertentu dan taman nasional yang dilindungi oleh pemerintah setempat. Namun, dari sekian banyaknya hewan yang berhabitat di wilayah Jepang, beberapa di antaranya perlu untuk diwaspadai karena dapat mengancam nyawa manusia.

Sering kali menyerang secara tiba-tiba dan memiliki kadar racun yang mematikan. Inilah lima hewan yang perlu diwaspadai saat menjelajahi alam liar di Jepang dilansir laman FAQ Japan dan WhatDeWhat.

Japanese wild boar

Japanese wild boar dikenal memiliki sifat yang sangat agresif yang sering menanduk, menggigit, dan mengejar manusia. Populasi dari spesies babi ini tersebar di hampir seluruh pulau-pulau yang ada di Jepang.

Babi ini mempunyai ciri khas memiliki kumis berwarna putih dengan panjang tubuh rata-rata 1,2 hingga 1,5 meter dan berat badan 100 kilogram. Sama dengan beruang, Japanese wild boar juga termasuk hewan omnivor yang memakan tumbuh-tumbuhan serta hewan kecil lainnya.

Ashidakagumo

Dalam bahasa Jepang, ashidakagumo berarti ‘laba-laba berkaki panjang’. Ashidakagumo memiliki panjang kaki hingga 30 sentimeter yang membuat hewan ini terlihat sangat menakutkan.

Dilansir WhatDeWhat, gigitan dari ashidakagumo pada manusia dapat menyebabkan efek mual, sakit kepala, muntah, hingga denyut nadi menjadi tidak beraturan. Jenis laba-laba ini memiliki gerak yang sangat cepat saat mengejar mangsanya seperti kecoak dan serangga-serangga kecil lainnya.

Asiatic black bears

Asiatic black bears merupakan spesies beruang yang berhabitat di wilayah Pulau Honshu. Namun, beruang ini juga dapat ditemukan di daerah barat Tokyo, tepatnya di puncak pegunungan Kanazawa. Dilansir laman FAQ Japanasiatic black bears sering sekali dilaporkan menyerang manusia yang mencoba masuk ke dalam wilayah habitat mereka. Dari bentuk tubuh, beruang ini memiliki ukuran badan yang tidak terlalu besar yakni berkisar antara 110–140 cm dengan bobot tubuh yang mencapai 120 kilogram.

Asiatic black bears termasuk spesies beruang omnivor yang cenderung lebih menyukai memakan berbagai macam jenis kacang-kacangan, buah beri, dan rumput.

Japanese mamushi

Japanese mamushi atau japanese viper pit merupakan jenis ular paling berbisa yang hidup di Jepang. Setiap tahunnya, terdapat 2 ribu hingga 3 ribu laporan manusia yang terkena gigitan dari japanese mamushi. Untungnya, saat ini telah tersedia antiracun dari bisa japanese mamushi. Ular ini mempunyai panjang antara 50–80 sentimeter dengan tubuh yang didominasi warna cokelat.

Japanese mamushi sering kali berkamuflase di antara semak belukar yang membuat korbannya tidak menyadari keberadaan hewan predator ini.

Japanese giant hornet

Japanese giant hornet masuk salah satu spesies lebah terbesar di dunia. Hewan ini memiliki ciri khas kepala berwarna kuning dan ukuran mata yang besar. Racun yang dikeluarkan oleh japanese giant hornet dapat merusak jaringan saraf manusia, bahkan dapat menyebabkan kematian. Lebah ini setiap tahunnya rata-rata membunuh 30 hingga 40 manusia. Japanese giant hornet biasanya akan menyerang secara berkelompok dengan pergerakan yang sangat agresif dan cepat.

Nah, itulah beberapa hewan-hewan paling berbahaya yang terdapat di Jepang. Dengan efek yang sangat fatal bagi manusia, sebaiknya jangan pernah mengusik habitat asli dari hewan tersebut.

Kategori
Pets

Fakta Unik tentang Ekor Hewan

Fakta Unik tentang Ekor Hewan, Ada Hewan yang Berekor Enam

Fakta Unik tentang Ekor Hewan – Jika kamu amati, hampir semua hewan memiliki ekor. Sepertinya sih sepele, ekor yang ada di bagian belakang hewan seakan cuma menjadi tambahan saja.

Ekor adalah salah satu bagian tubuh hewan yang paling unik. Ada berbagai jenis hewan yang memiliki ekor, dengan bentuk, ukuran, dan fungsinya yang beragam. Seberapa beragam ekor di dunia binatang dan fakta unik apa lagi yang bisa kita Daftar Live22 pelajari tentang ekor hewan? Ini dia ulasannya dalam tujuh fakta unik tentang ekor hewan.

Ekor pari macan adalah yang terpanjang dibanding ukuran tubuhnya

Bagaimana dengan hewan yang memiliki ekor terpanjang jika dibandingkan dengan ukuran tubuh? National Geographic menyebut bahwa juaranya adalah pari macan (Himantura uarnak). Ikan pari yang hidup di wilayah Indopasifik ini memiliki ekor yang panjangnya bisa mencapai tiga kali panjang tubuhnya.

Ular juga punya ekor

Pernahkah kamu bertanya-tanya apakah ular punya ekor? Ternyata jawabannya ya. Dari luar, memang sulit terlihat mana bagian ekor dan mana yang masih termasuk tubuh. Namun, jika melihat rangka ular seperti pada gambar, kita bisa mengamati dengan jelas mana bagian ekornya. Ternyata, cukup pendek jika dibanding panjang tubuhnya, ya!

Beberapa kalajengking juga bisa memutuskan ekor

Namun, ternyata kemampuan memutuskan ekor tidak hanya dimiliki oleh kadal. Kalajengking pun memilikinya, tepatnya kalajengking dari genus Ananteris yang hidup di Amerika Selatan. Tujuannya pun sama, yaitu untuk kabur dari predator. Seperti dilansir National Geographic, kalajengking yang memutuskan ekornya juga akan dirugikan.

Itu karena di ekor kalajengking tidak hanya terdapat sengat, tapi juga anus. Artinya, kalajengking yang melepaskan ekornya juga akan kehilangan anusnya. Sudah begitu, ekor kalajengking gak akan bisa tumbuh lagi seperti ekor kadal, yang artinya mereka juga gak akan bisa buang air besar lagi.

Akibatnya, kotoran kalajengking pun akan menumpuk di bagian ujung segmen tubuhnya yang tersisa dan kadang segmen tersebut sampai putus lagi karena tumpukan kotoran. Namun, kalajengking yang tak punya ekor ternyata masih bisa hidup sampai kira-kira 8 bulan lagi sehingga masih punya cukup waktu untuk kawin dan menghasilkan keturunan.

Ekor terbesar dimiliki paus biru

Ekor terbesar di dunia tentu dimiliki hewan yang ukurannya terbesar, yaitu paus biru yang bisa mencapai panjang lebih dari 30 meter dan berat 200 ton. Dilansir laman Guinness World Record, lebar ekor paus biru dari ujung ke ujung mencapai 7,6 meter alias hampir sama dengan bus tingkat London!

Beberapa hewan punya ekor prehensil yang berfungsi seperti tangan

Ekor hewan punya beragam fungsi. Fungsi umumnya untuk keseimbangan saat berlari atau melompat, seperti yang dimiliki oleh keluarga kucing. Namun, ada beberapa hewan yang ekornya punya fungsi seperti tangan atau disebut dengan ekor prehensil.

Ekor prehensil biasanya dimiliki oleh primata, contohnya monyet laba-laba yang ada di gambar di atas. Mereka menggunakan ekornya untuk bergelantungan di dahan sambil mencari makan atau melakukan kegiatan lain. Seperti kamu lihat di gambar, ekor mereka bahkan sanggup menahan bobot seluruh tubuhnya.

Gak hanya primata, ekor prehensil juga dimiliki pangolin dan opossum. Reptil pun ada yang memiliki ekor prehensil, misalnya skink berekor prehensil (Corucia zebrata). Bahkan, kuda laut pun memiliki ekor prehensil yang mereka gunakan untuk berpegangan pada tumbuhan laut.

Karena autotomi, seekor kadal bisa memiliki hingga enam ekor

Beberapa hewan mempunyai kemampuan autotomi, yaitu kemampuan untuk melepaskan salah satu bagian tubuhnya untuk bisa kabur dari predator. Hewan yang terkenal memiliki kemampuan ini adalah kadal yang bisa memutuskan ekornya. Setelah putus, ekor kadal bisa tumbuh kembali meskipun tidak persis sama seperti ekor aslinya.

Namun, laman Live Science menyebut bahwa kadang ekor yang tumbuh kembali bukan hanya satu, tapi beberapa. Dua ekor adalah kasus yang umum, tapi yang paling ekstrem dilaporkan pada tahun 2015 di Argentina: seekor kadal tegu hitam putih (Salvator merianae) memiliki hingga enam ekor setelah autotomi!

Seekor burung purba punya dua ekor secara alami

Kadal bisa memiliki lebih dari satu ekor setelah melakukan autotomi. Namun, seekor burung purba yang hidup di zaman dinosaurus ternyata memang memiliki dua ekor secara alami. Dilansir National Geographic, burung itu bernama Jeholornis dan mereka hidup sekitar 120 juta tahun lalu.

Jeholornis memiliki dua ekor: satu ekor panjang dan satunya lagi pendek. Selain beda ukuran, fungsi dua ekornya itu juga berbeda. Yang panjang berfungsi untuk membantu saat terbang, sedangkan yang pendek berfungsi untuk memamerkan keindahan bulunya untuk menarik perhatian lawan jenis.

Itulah fakta unik tentang ekor hewan. Fakta mana yang paling unik menurutmu?