Kategori
Pets

Pulau Indah di Dunia Ini Dikuasai oleh Hewan

Pulau Indah di Dunia Ini Dikuasai oleh Hewan, Tertarik Berkunjung?

Pulau Indah di Dunia Ini Dikuasai oleh Hewan – Bayangkan sebuah pulau dipenuhi babi. Tak hanya itu, babi-babi ini juga pandai berenang! Inilah Pig Island yang berada di Kepulauan Bahama. Sebuah pulau biasanya dihuni oleh manusia. Kalau bukan dijadikan tempat pemukiman, banyak dari pulau-pulau indah di Bumi dijadikan sebagai tempat wisata.

Beberapa di antaranya bahkan jadi pulau pribadi. Tapi meski manusia sudah berhasil menjejakkan kakinya di mana-mana, ternyata ada lho beberapa Poker IDNPlay Deposit Dana pulau tertentu yang tidak bisa kita tempati karena sudah dikuasai oleh makhluk lain.

Tenang, makhluk lain di sini bukan hantu kok, melainkan sekawanan hewan. Dilansir dari thetravel.com, berikut ini pulau indah di dunia yang dikuasai oleh hewan!

Big Major Cay, Bahama

Biasanya kita menemukan kawanan babi di hutan. Tapi di Big Major Cay yang ada di Bahama, para babi justru dibiarkan bebas berkeliaran di sekitar pantai. Menurut cerita yang beredar, babi-babi ini selamat dari kapal yang karam.

Ada juga yang bilang jika babi di Big Major Cay ini sengaja diturunkan oleh para pelaut di pulau ini. Big Major Cay sendiri sebenarnya tidak dihuni manusia.

Tapi buat kamu yang ingin berkunjung dan mendapat kesempatan untuk memberi makan babi-babi ini, kamu bisa menyewa perahu bersama rombongan.

Pulau Ōkunoshima, Jepang

Kalau kamu adalah salah satu orang yang sangat sayang dengan kelinci, maka wajib hukumnya buatmu untuk berkunjung ke Pulau Ōkunoshima di Jepang. Di pulau ini, ratusan kelinci berwarna hitam, putih, dan cokelat dibiarkan hidup bebas.

Kabar baiknya, para turis bisa pergi ke Pulau Ōkunoshima dan bermain dengan kelinci-kelinci ini. Meski menyenangkan, tapi kamu harus bersiap karena para kelinci ini sangat menyukai manusia. Mereka bahkan tidak ragu untuk mengerubungi manusia yang datang berkunjung.

Kauai, Kepulauan Hawaii

Jalan-jalan di Pulau Kauai, kamu akan sering bertemu dengan para penduduk lokal. Uniknya, penduduk lokal di sini bukan manusia, melainkan ayam. Memang sih, Pulau Kauai juga dihuni oleh manusia, tapi sejak tahun 1992, populasi ayam meningkat hingga jumlahnya mencapai ribuan.

Awalnya para ayam dibawa oleh orang-orang Polinesia untuk peliharaan sekaligus sumber makanan. Sayangnya, pada tahun 1992, Badai Iniki menerjang Kauai dan merusak kandang ayam. Gagal ditangkap, ayam-ayam ini kemudian berkeliaran bebas tanpa predator di sekitarnya. Alhasil, jumlah mereka meningkat dengan cepat.

Cayo Santiago, Puerto Rico

Sesuai dengan namanya, Cayo Santiago adalah sebuah pulau kecil di lepas pantai Puerto Rico yang dihuni oleh kawanan monyet rhesus asal India.

Beda dengan pulau lain, Cayo Santiago bukanlah pulau wisata melainkan pulau khusus untuk penelitian sejak tahun 1930. Karena fungsinya sebagai tempat penelitian primata, hanya ilmuan yang boleh masuk. Tapi tenang, kamu tetap bisa menyewa kayak dan mengamati monyet-monyet ini dari kejauhan.

Pulau Renaissance, Karibia

Menu sarapan yang dimasak langsung oleh chef profesional, dan bersantai di pinggir kolam menjadi beberapa fasilitas yang biasa ditawarkan oleh sebuah hotel. Tapi beda ceritanya, kalau kamu menginap di Renaissance Hotel, Karibia.

Selain sejumlah fasilitas yang biasa, hotel ini juga menawarkan jalan-jalan menyusuri pulau yang dihuni oleh kawanan burung flamingo berwarna pink. Bisa dibayangkan, betapa cantiknya saat burung-burung itu berjalan ke tepi laut berwarna biru.

Pulau Duiker, Afrika Selatan

Kata siapa Afrika cuma punya singa, jerapah, atau gajah? Tidak banyak yang tahu jika Benua Hitam ini merupakan rumah bagi sekawanan anjing laut. Di Afrika Selatan, terdapat sebuah pulau bernama Duiker yang jadi rumah bagi sekitar lima sampai delapan ribu anjing laut.

Sebenarnya, anjing laut sangat posesif terhadap wilayahnya sehingga kamu tidak bisa berdiri terlalu dekat dengan mereka. Sebagai gantinya, kamu bisa mencoba mengamati kawanan anjing laut dari perahu, atau yang paling menarik, kamu bisa berenang di sekitar Pulau Duiker.

Kalau beruntung, kamu bahkan bisa berenang berdekatan dengan para anjing laut yang sedang mencari ikan.

Pulau Assateague, Maryland

Kalau Afrika jadi rumah bagi anjing laut, maka Pulau Assateague menjadi rumah bagi para kuda liar. Menurut cerita, kuda-kuda ini datang ke Pulau Assateague pada abad ke 17, setelah kapal yang membawa mereka karam di lepas pantai perairan Virginia.

Sekarang, kuda-kuda liar ini sudah berkembang biak menjadi ratusan ekor. Buat kamu yang tertarik berkunjung, waktu terbaiknya adalah bulan Juli. Di bulan ini, para pengunjung bisa melihat ratusan kuda liar berenang melintasi Assateague Channel.

Ilha da Queimada Grande, Brasil

Dibandingkan pulau hewan lain, Pulau Ilha da Queimada Grande di Brasil adalah yang paling berbahaya. Pasalnya, pulau ini bukan dihuni oleh kuda apalagi ayam, melainkan ribuan ular. Yang lebih berbahaya, ular di pulau ini bukanlah ular biasa melainkan ular berbisa seperti Golden Lancehead Viper.

Karena keberadaan ribuan ular, Ilha da Queimada Grande tidak memiliki penghuni manusia, dan pengunjung pun dilarang menginjakkan kakinya di pulau ular ini. Kalau pun ada manusia, mereka adalah peneliti yang sudah mendapatkan izin khusus dari pemerintah Brasil.

Itu dia pulau indah di dunia yang dikuasai oleh hewan. Oh ya, pastikan kamu tidak mengunjungi Ilha da Queimada Grande ya!

Kategori
Pets

Hewan yang Sering Dikira Sama

Hewan yang Sering Dikira Sama dengan Hewan Lain

Hewan yang Sering Dikira Sama – Memang, setiap makhluk hidup diciptakan berbeda. Bahkan orang yang terlahir kembar pun kalau ditelisik lebih jauh pasti memiliki perbedaan, entah dari tanda lahirnya atau karakteristiknya.

Bumi dihuni oleh milyaran makhluk hidup dengan keunikannya masing-masing, termasuk dengan hewan-hewan. Dari banyak hewan yang hidup di daratan maupun lautan, beberapa diantaranya memiliki kemiripan sehingga tak jarang kita Daftar IDN Poker mengira hewan tersebut sama dengan hewan lain. Padahal, bisa saja diantara kedua hewan yang kita anggap mirip tersebut sama sekali tidak berhubungan.

Nah, berikut ini adalah hewan yang sering dikira sama atau mirip dengan hewan lainnya karena alasan-alasan tertentu. Let’s check this one!

Tawon

Tawon sering kali disamakan dengan lebah. Meskipun benar kalau kedua hewan tersebut sama-sama memiliki sengatan yang sangat menyakitkan, nyatanya antara tawon dan lebah memiliki beberapa perbedaan.

Sengat pada tawon bisa digunakan berkali-kali, sedangkan pada lebah hanya bisa digunakan sekali. Selain itu, tubuh tawon jauh lebih besar daripada lebah. Untuk makanan, tawon lebih memilih untuk memangsa serangga sedangkan lebah memilih untuk menghisap nektar sebagai makanannya. Beda banget, kan?

Bajing

Nah, yang satu ini sekilas nampak mirip dengan tupai, nih. Bajing dan tupai merupakan hewan lucu yang sering dijadikan hewan peliharaan. Sekilas keduanya memang mirip, tetapi nyatanya keduanya berbeda.

Perbedaan utama dari kedua hewan ini adalah bajing merupakan jenis mamalia pengerat, sedangkan tupai berasal dari famili Tupaiidae dan Ptilocertidae. Selain itu, bajing memiliki moncong pendek, sementara tupai memiliki moncong yang relatif panjang. Dari segi makanan, bajing memakan buah-buahan, sementara tupai lebih memilih memangsa serangga. Jangan sampai tertukar lagi, ya!

Bekicot

Hewan kecil bercangkang dan berlendir ini memang memiliki rupa yang sangat mirip dengan siput. Akan tetapi, kedua hewan ini berbeda. Perbedaan mendasar dari bekicot dengan siput adalah bekicot merupakan keluarga Achatinidae sedangkan siput merupakan keluarga Ampullaridae. Bekicot biasa dijumpai di daratan, sementara siput lebih sering dijumpai di perairan.

Oh iya, dibeberapa daerah, ada yang menyajikan makanan dari siput. Nah, khusus untuk bekicot, mereka tidak bisa dikonsumsi karena mengandung parasit cacing yang berbahaya bagi manusia. Jadi, jangan sampai salah konsumsi, ya.

Orca

Orca atau yang lebih dikenal sebagai paus pembunuh merupakan salah satu predator puncak di lautan. Dengan ukurannya yang masif, hampir tidak ada hewan di lautan yang luput dari jangkauannya. Banyak orang mengira bahwa mamalia laut berwarna hitam dengan spot putih pada dada dan matanya ini merupakan kerabat dekat dari paus. Hal tersebut disebabkan karena penyematan nama ‘paus’ pembunuh pada mamalia laut ini.

Padahal, orca dan paus itu 100 persen berbeda. Orca adalah spesies terbesar dari keluarga lumba-lumba. Alasan mengapa ada nama ‘paus pembunuh’ pada hewan ini disebabkan karena kelompok orca (pod, terdiri atas kurang lebih 100 ekor) mampu membunuh seekor anak paus atau bahkan terkadang nampak mampu membunuh seekor paus yang merupakan makhluk terbesar di dunia. Tentu itu hal yang luar biasa bukan?

Nah, sekarang jangan sampai keliru lagi dengan orca dan paus, ya.

Katak

Kalau katak sering dikira sama dengan kodok. Penulis sendiri pun masih berpikir kalau kedua hewan amphibi ini sama. Padahal, ada beberapa perbedaan antara kedua hewan ini.

Tubuh katak lebih ramping, berkulit halus, tipis, lembab, berlendir serta berkaki panjang berselaput. Sedangkan kodok bertubuh lebih lebar dan besar, kulitnya lebih kering, serta kakinya relatif lebih pendek. Berbeda dengan kodok yang hampir bisa dijumpai di mana-mana, beberapa jenis katak hanya bisa ditemui di habitat tertentu. Misalnya katak pohon, bangkong tuli, serta katak serasah.

Curut

Hewan yang dianggap sebagian besar orang menjijikan ini sering kali disamakan dengan tikus. Padahal ada perbedaan yang nampak diantara keduanya. Curut, tidak seperti tikus, bukan merupakan hewan pengerat. Selain itu, curut memiliki moncong panjang yang tidak dimiliki oleh tikus. Untuk makanan, curut merupakan pemangsa serangga, sedangkan tikus merupakan omnivora.

Nampak sangat berbeda kan? Setelah ini jangan sampai salah meneriakki curut sebagai tikus ataupun sebaliknya, ya!

Rajungan

Buat kamu pecinta seafood, mungkin sudah tidak asing dengan hewan ini. Akan tetapi, apakah kamu bisa membedakan antara rajungan dengan kepiting?

Antara rajungan dan kepiting memang sekilas nampak sangat mirip. Meskipun begitu, mereka berdua memiliki beberapa perbedaan, loh. Tubuh dan capit rajungan jauh lebih ramping jika dibandingkan dengan kepiting yang memiliki tubuh dan capit yang lebih besar. Kulit rajungan cenderung berwarna kebiruan dengan totol-totol di atasnya, sedangkan kepiting warnanya lebih gelap dan polos. Untuk habitat, rajungan hanya hidup di perairan dalam dan akan mati jika dibawa ke daratan, sedangkan untuk kepiting tinggal di perairan yang lebih dangkal dan masih dapat hidup jika dibawa ke daratan.

Itu dia ketujuh hewan yang sering dikira mirip dengan hewan lain. Apakah kamu juga termasuk orang yang kesulitan untuk membedakan hewan-hewan tersebut? Jangan sampai salah lagi, ya!

Kategori
Pets

Fakta Unik tentang Otak Hewan

Fakta Unik tentang Otak Hewan, Gak Semua Hewan Punya

Fakta Unik tentang Otak Hewan – Manusia membutuhkan otak untuk hidup, namun tidak dengan beberapa hewan berikut ini. Alih-alih memiliki otak, beberapa hewan memiliki kelompok sel saraf yang disebut ganglia untuk membantu mengarahkan tubuh mereka.

Otak adalah salah satu bagian tubuh terpenting bagi kebanyakan hewan. Itu karena otak adalah Live22 Indonesia pusat kendali tubuh yang berfungsi mengatur berbagai kegiatan yang dilakukan oleh tubuh. Gak hanya itu, beberapa hewan juga punya otak yang terkenal cerdas sehingga bisa melakukan banyak hal menakjubkan.

Lalu apa lagi keunikan lain yang dimiliki oleh otak berbagai jenis hewan? Kita akan mempelajarinya melalui fakta berikut ini. Check it out.

Jika dibandingkan dengan ukuran tubuh, semut memiliki otak terbesar

Maka jika meninjau rasio ukuran otak terbesar dibanding ukuran tubuh, sebenarnya hewan-hewan kecil punya ukuran otak yang lebih menakjubkan. Yang terhebat adalah semut, yang punya rasio otak dan ukuran tubuh 1:7, seperti dilansir laman Popsci. Itu bahkan lebih baik daripada manusia yang ukuran otaknya hanya 1/40 dari ukuran tubuhnya.

Lintah punya 32 otak

Gak hanya soal ukuran, jumlah otak hewan pun bisa membuat kita kagum. Misalnya lintah, yang memiliki otak berjumlah 32 buah! Well, secara teknis sebenarnya lintah hanya punya satu otak, namun otak itu terbagi ke dalam 32 segmen tubuhnya, dan masing-masing bisa menjalankan perintahnya sendiri. Maka bisa dibilang bahwa lintah memang memiliki 32 otak.

Ikan Gasterosteus aculeatus jantan memiliki otak lebih besar daripada betina

Anggapan bahwa pria pasti memiliki kecerdasan lebih tinggi daripada wanita adalah anggapan yang salah. Tapi pada ikan Gasterosteus aculeatus, anggapan tersebut ternyata benar adanya. Laman New Scientist menyebut bahwa rata-rata berat otak Gasterosteus aculeatus jantan adalah 24,2 miligram, sementara betinanya hanya 19,7 miligram.

Artinya, ikan Gasterosteus aculeatus jantan memiliki otak yang berukuran sekitar 23 persen lebih besar dari betina, padahal ukuran rata-rata keduanya sama. Penyebab perbedaan yang cukup signifikan itu sendiri adalah karena ikan jantan butuh otak lebih besar untuk melakukan berbagai tugas seperti membangun sarang dan menjaga telur.

Ada beberapa parasit yang bisa menginfeksi otak makhluk hidup hingga seperti zombie

Apakah zombie alias mayat hidup hanya ada di film-film fiksi ilmiah? Tidak. Di dunia nyata juga ada parasit yang bisa menginfeksi otak makhluk hidup dan mengontrol perilakunya, bahkan hingga melakukan bunuh diri. Ya, seperti zombie, makhluk hidup yang terinfeksi gak bisa lagi mengendalikan pikirannya dan malah mencelakai dirinya sendiri.

Salah satu contoh parasit itu adalah Toxoplasma gondii, yang umumnya dikenal sebagai parasit kucing. Sebenarnya parasit ini juga bisa hidup di mamalia lain, tapi mereka hanya bisa berkembang biak di sistem pencernaan kucing. Maka bagaimana caranya mereka bisa masuk ke sana? Dengan “mengontrol pikiran” tikus yang mereka infeksi.

Ya, Toxoplasma gondii bisa memengaruhi otak tikus sehingga kehilangan rasa takutnya pada kucing. Akhirnya bukannya menghindar dari kucing, tikus yang terinfeksi malah kadang menghampiri kucing, seolah bunuh diri. Akhirnya dengan dimangsanya si tikus, Toxoplasma gondii bisa menemukan jalannya menuju saluran pencernaan kucing. Ngeri juga ya!

Ada cukup banyak hewan yang gak punya otak sama sekali

Malah, sebenarnya ada cukup banyak hewan yang memang gak punya otak sama sekali seumur hidupnya. Laman Animal How menyebut beberapa contoh yaitu ubur-ubur, spons laut, bintang laut, kerang, dan tiram. Meski tanpa otak, mereka bisa tetap hidup dan mencari makan karena memiliki sistem saraf yang rumit untuk bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya.

Otak terbesar dimiliki paus sperma

Hewan terbesar di dunia adalah paus biru. Tapi ternyata bukan paus biru sang pemilik otak terbesar di dunia, melainkan paus sperma (Physeter macrocephalus). Laman American Museum of National History menyebut bahwa massa otak paus sperma mencapai 9 kg. Namun jika dibanding massa tubuhnya yang bisa lebih dari 50 ton, ukuran paus sperma sebenarnya terbilang kecil.

Otak laba-laba bisa meluber hingga ke kakinya

Ada pula hewan kecil yang punya otak begitu besarnya sampai-sampai otaknya itu gak muat tertampung di dalam tubuhnya. Hewan itu adalah laba-laba. Beberapa spesies laba-laba kecil memiliki otak yang menempati 80 persen tubuhnya, misalnya spesies Leucauge mariana. Menurut National Geographic, otak mereka kadang bahkan sampai meluber ke kaki karena gak muat!

Cumi-cumi raksasa memiliki otak berbentuk donat

Bentuk otak hewan pun bisa sangat unik. Cumi-cumi raksasa (Architeuthis dux) adalah contohnya. Laman Smithsonian menyebut bahwa otak hewan ini berbentuk donat, dan kerongkongannya melewati lubang di donat tersebut. Itulah sebabnya meskipun cumi-cumi ini sangat besar, mereka harus menghancurkan makanannya jadi potongan kecil dulu sebelum menelannya.

Burung pelatuk bisa menghindari cedera otak meski mematuki batang pohon dengan keras

Burung pelatuk mencari makan dengan cara mematuki batang pohon hingga berlubang, lalu memangsa serangga dan larva yang hidup di dalamnya. Saat mematuki batang pohon, kepala mereka mengalami guncangan hingga 20 kali per detik, tapi mereka bisa terhindar dari cedera otak. Bagaimana caranya?

Ternyata itu disebabkan oleh tengkorak burung pelatuk yang keras sekaligus kuat. Selain itu, otak mereka dilapisi lebih sedikit cairan dibanding otak hewan lain sehingga meminimalkan getaran pada otak saat mereka mematuk. Plus, lidah mereka yang sangat panjang tersimpan di rongga belakang kepalanya sebagai bantalan yang meredam getaran pada kepala.

Sea squirt memakan otaknya sendiri

Sea squirt adalah hewan laut dari kelas Ascidiacea yang berbentuk seperti kantung dan hidup menempel di dasar laut. Mereka makan dengan cara menyaring zat makanan dari air, persis seperti spons laut. Nah, keunikan luar biasa yang sea squirt miliki adalah mereka bisa memakan otaknya sendiri! Malah, memakan otak adalah bagian alami dari kehidupan mereka.

Saat baru menetas dari telur, sea squirt masih memiliki otak, dan mereka menggunakan otaknya untuk berenang mencari tempat hidup. Setelah sampai dan menempel di tanah, mereka butuh makanan segera, jadi mereka memakan otaknya sendiri. Itu gak masalah karena toh mereka gak perlu berenang lagi seumur hidupnya, jadi mereka gak membutuhkan otaknya lagi.

Itulah fakta unik dan luar biasa tentang otak berbagai jenis hewan. Fakta mana yang paling menakjubkan buatmu?