Kategori
Pets

Hewan Ini Ternyata Kanibal

Bikin Bergidik Ngeri, Hewan Ini Ternyata Kanibal

Hewan Ini Ternyata Kanibal – Tak ada yang bisa menghalau imutnya binatang lucu. Hanya dengan tingkah lucu dari anak anjing yang sedang mengoceh atau kucing yang berlari-lari mengejar kupu-kupu, hati terdingin pun akan leleh dibuatnya. Kanibalisme adalah tindakan memakan individu lain dari spesies yang sama.

Sifat kanibal tidak hanya ditemui pada manusia, tetapi juga pada Sbobet Deposit Pulsa 10000 hewan. Tercatat, ada lebih dari 1.500 spesies hewan yang mempraktikkan kanibalisme. Hewan apa saja yang dimaksud? Dan apa alasan hewan-hewan tersebut melakukan kanibalisme? Let’s find the answer!

Laba-laba

Mungkin kamu sudah pernah mendengar kalau laba-laba adalah hewan kanibal. Tepatnya, laba-laba betina akan memakan laba-laba jantan setelah mereka kawin. Tidak mudah bagi laba-laba jantan untuk melarikan diri karena ukuran laba-laba betina 90 persen lebih besar!

Mengacu pada studi yang berjudul “Males Can Benefit from Sexual Cannibalism Facilitated by Self-Sacrifice” yang dipublikasikan di Current Biology pada tahun 2016, laba-laba betina yang memakan pasangan kawinnya cenderung berukuran 20 persen lebih besar dan bertahan hidup 50 persen lebih lama.

Kuda Nil

Hewan seberat 1,5 ton asal Afrika ini adalah herbivora. Setidaknya, kuda Nil perlu makan 40 kilogram rumput setiap hari untuk bertahan hidup, dilansir laman Science Focus.

Namun, seiring meningkatnya kekeringan dan populasi manusia, kuda Nil semakin sulit untuk mencari makan. Ketika makanan sulit didapat, mereka akan memakan apa pun yang ditemukan, tak terkecuali spesies mereka sendiri.

Hal ini dibuktikan dalam makalah ilmiah berjudul “New Record of Cannibalism in the Common Hippo, Hippopotamus amphibius” yang diterbitkan di African Journal of Ecology pada tahun 2015. Kuda Nil yang ada di Taman Nasional Kruger, Afrika Selatan ini terlihat memakan bangkai kuda Nil lain.

Belalang sembah

Selain laba-laba, belalang sembah juga memakan pasangan kawinnya. Untuk mengetahui mengapa kanibalisme ini terjadi, William Brown dari State University of New York dan Katherine Barry dari Macquarie University menulis makalah yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B.

Ternyata, belalang betina yang memakan pasangannya mengalami peningkatan jumlah telur. Nutrisi ini berguna bagi calon anak-anaknya kelak. Dan di alam liar, 13-28 persen belalang sembah jantan dimakan oleh betina setelah kawin.

Nah, itulah sekelompok hewan yang ternyata kanibal. Semakin dipelajari, semakin menarik, ya?

Kategori
Pets

Fakta Unik Sayap Hewan

Fakta Unik Sayap Hewan, Hewan Apa yang Mempunyai Sayap Terbesar?

Fakta Unik Sayap Hewan – Burung adalah salah satu jenis hewan yang paling menarik untuk dipelajari. Makhluk yang konon merupakan keturunan langsung dari dinosaurus ini memiliki jenis yang sangat beragam. Sayap adalah salah satu bagian tubuh yang paling menakjubkan pada hewan.

Pada banyak hewan, sayap memberi mereka kemampuan untuk terbang, suatu kemampuan yang sangat berguna untuk menjelajah, mencari makan, atau kabur dari predator. Mungkin kamu sendiri pernah membayangkan betapa asyiknya kalau punya sayap dan bisa terbang, kan?

Dalam dunia hewan, sayap dimiliki oleh agen idnplay tiga kelompok hewan. Hewan apa saja itu? Lalu, fakta unik apa yang bisa kita ketahui soal sayap hewan? Yuk, pelajari lebih lanjut dalam fakta tentang sayap hewan berikut ini.

Kebanyakan serangga memiliki dua pasang sayap

Kebanyakan hewan hanya mempunyai sepasang alias dua buah sayap. Namun, pada serangga, jumlah sayapnya biasanya dua pasang. Itu mencakup belalang, lebah, tawon, capung, kumbang, kupu-kupu, ngengat, dan lain-lain. Ada pula serangga yang hanya memiliki sepasang sayap, misalnya nyamuk.

Sementara, lalat memang kelihatannya hanya memiliki sepasang sayap. Namun, jika diperhatikan dengan saksama, mereka memiliki sepasang sayap tambahan yang sangat kecil yang disebut halter. Meski sangat kecil, halter punya fungsi vital yaitu menentukan arah saat lalat terbang. Tanpa halter, lalat tidak bisa terbang sama sekali meski masih punya dua sayap.

Beberapa mamalia memiliki selaput yang membantu mereka melayang

Lapisan kulit tipis yang terdapat pada sayap kelelawar disebut patagium. Meski kelelawar adalah satu-satunya mamalia yang bisa terbang, mereka bukan satu-satunya mamalia yang memiliki patagium. Patagium dimiliki juga oleh beberapa mamalia, seperti tupai terbang, sugar glider, dan lemur terbang.

Hewan-hewan tersebut memang gak bisa terbang, tapi mereka menggunakan patagium yang ada di sisi tubuhnya untuk melayang dari pohon ke pohon. Tupai terbang, misalnya, bisa melayang hingga lebih dari 90 meter. Bahkan, kelelawar sendiri diperkirakan berevolusi dari mamalia yang hanya bisa melayang menggunakan patagium hingga akhirnya menjadi mamalia yang bisa terbang.

Hewan dengan sayap terbesar sepanjang masa adalah Quetzalcoatlus

Nah, jika kita meninjau dari masa prasejarah hingga saat ini, hewan yang tercatat memiliki sayap terbesar di Bumi adalah Quetzalcoatlus northropi. Hewan berjenis Pterosaurus alias reptil terbang ini tercatat sebagai hewan terbang terbesar yang pernah hidup di bumi. Maka jelas, sayap mereka pun adalah yang terbesar.

Dicatat laman New Dinosaurs, bentang sayap Quetzalcoatlus northropi bisa mencapai 11 meter! Sayap sebesar itu dibutuhkan untuk mengangkat tubuh mereka yang mencapai bobot 250 kg, bobot yang dipercaya sebagai berat maksimum seekor hewan untuk bisa terbang. Dengan sayapnya itu, mereka diperkirakan bisa terbang dengan kecepatan hingga 160 km/jam. Luar biasa!

Tidak selalu berguna untuk terbang

Hewan tidak selalu menggunakan sayapnya untuk terbang. Pada burung yang tak bisa terbang, sayap mereka digunakan untuk tujuan lain. Penguin, misalnya, menggunakan sayapnya yang berbentuk seperti sirip untuk berenang. Sementara sayap burung unta dan rhea berfungsi untuk keseimbangan saat berlari kencang.

Bahkan, pada hewan yang memang bisa terbang pun, sayapnya gak hanya berfungsi untuk terbang saja. Laman Sciencing menyebut bahwa beberapa burung menggunakan sayapnya untuk mengatur suhu tubuhnya, misalnya burung Anhinga. Sementara serangga seperti jangkrik dan cicada juga menggunakan sayapnya untuk menghasilkan bunyi guna menarik perhatian pasangan.

Sayap kelelawar memiliki kelebihan dan kekurangan dibanding sayap burung

Selain burung dan serangga, hewan lain yang memiliki kemampuan terbang adalah kelelawar. Mereka adalah satu-satunya jenis mamalia yang punya sayap dan bisa terbang. Lalu, apa perbedaan sayap kelelawar dengan sayap burung?

Kalau kamu perhatikan, sayap kelelawar tampak seperti telapak tangan manusia dengan jari-jari yang panjang dengan lapisan kulit tipis di antaranya. Sementara, sayap burung memiliki tulang yang relatif kaku. Ini membuat sayap kelelawar jauh lebih fleksibel dari sayap burung sehingga mereka bisa terbang dengan berbagai manuver yang gak bisa dilakukan burung.

Namun, sayap kelelawar juga punya kekurangan dibanding sayap burung. Tidak seperti sayap burung, sayap kelelawar gak bisa menghasilkan gaya yang cukup kuat untuk mengangkat tubuh mereka dari tanah. Itulah kenapa kelelawar selalu beristirahat dengan cara bergelantungan terbalik karena mereka gak akan bisa terbang jika hinggap di tanah seperti burung.

Burung kondor andes dan albatros kelana memiliki ukuran sayap yang luar biasa

Dibanding serangga dan kelelawar, burung tentu memiliki sayap yang lebih besar. Lalu, burung apa yang sayapnya paling besar di dunia? Jika meninjau luas area sayapnya, juaranya adalah kondor andes (Vultur gryphus). National Geographic menyebut bahwa burung dengan bentang sayap hingga 3,2 meter ini memiliki luas area sayap terbesar di antara semua burung.

Namun, jika kita meninjau lebar bentang sayap, burung albatros kelana (Diomedea exulans) adalah yang paling hebat. Britannica menyebut bahwa bentang sayap burung ini bisa mencapai lebih dari 3,4 meter. Sayap yang sangat lebar membantu burung ini terbang hingga berjam-jam di atas laut tanpa harus sering-sering mengepakkan sayapnya.

Itulah fakta menarik yang perlu kamu ketahui tentang sayap hewan. Selain menambah pengetahuan, tentu menambah kekagumanmu juga terhadap rancangan sayap hewan yang menakjubkan, bukan?

Kategori
Pets

Mitos seputar Hewan yang Paling Terkenal

Mitos seputar Hewan yang Paling Terkenal, namun Ternyata Keliru

Mitos seputar Hewan yang Paling Terkenal – nampaknya telah menjadi salah satu benda yang tak dapat dipisahkan dari genggaman kita setiap harinya. Dengan adanya smartphone hidup kita terasa jauh lebih mudah. Mitos apa yang kamu yakini? Di Indonesia, ada banyak mitos yang berkembang dan dipercaya oleh masyarakat.

Misalnya, kupu-kupu masuk rumah berarti rumah tersebut akan kedatangan tamu. Atau gadis yang duduk di depan pintu akan kesulitan mendapatkan jodoh.

Ada pula mitos seputar hewan yang dipercaya oleh banyak orang, tetapi ternyata keliru. Seperti apa Daftar ID Poker 99 fakta sebenarnya? Mari kita luruskan miskonsepsi itu di sini!

Mitos: hiu bisa mencium aroma setetes darah dalam jarak bermil-mil

Fakta: Indra penciuman hiu memang punya kepekaan tinggi. Mereka bisa mendeteksi bau hingga 1 bagian darah per 10 miliar bagian air. Ini tergantung bahan kimia dan spesies hiu, laman Science Focus memaparkan.

Namun, terlalu mustahil hiu bisa mencium aroma setetes darah dari jarak bermil-mil. Bila diibaratkan, 1 bagian darah per 10 miliar air itu sama seperti setetes darah di kolam renang ukuran olimpiade, bukan seluas samudra.

Mitos: anjing dan kucing itu buta warna

Fakta: Ternyata, anjing dan kucing mempunyai penglihatan yang jauh lebih baik dari yang kita duga. Keduanya bisa melihat warna biru dan hijau. Mereka juga memiliki lebih banyak batang (rods), yaitu sel pengindraan cahaya di mata sehingga bisa melihat lebih baik dalam cahaya redup, dikutip dari laman Business Insider.

Meski begitu, penglihatan anjing dan kucing tetap berbeda dengan manusia. Bagi kucing, warna merah dan merah muda mungkin tampak lebih hijau, sementara warna ungu tampak seperti biru.

Di sisi lain, anjing mempunyai lebih sedikit kerucut (cones), yakni sel-sel pengindraan warna di mata. Sehingga, peneliti memperkirakan penglihatan warna anjing hanya 1/7 dari manusia.

Mitos: tikus sangat menyukai keju

Fakta: Kartun yang kita tonton meyakinkan kita bahwa keju adalah makanan utama tikus. Padahal, tikus mengonsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran untuk bertahan hidup.

Menurut studi yang dilakukan oleh University of Manchester di tahun 2006, menemukan bahwa tikus cenderung mengangkat hidung pada keju daripada makanan lain karena baunya yang kuat. Penelitian ini juga mengatakan bahwa keju kemungkinan berbahaya bagi makhluk kecil seperti tikus.

Tikus adalah hewan yang oportunistik. Artinya, mereka tidak pilih-pilih makanan, bahkan sisa-sisa di tempat sampah sekalipun. Walau tidak ada keju, mereka masih bisa bertahan.

Nah, itulah mitos dan fakta seputar hewan yang perlu kamu ketahui. Mitos mana yang dulu sempat kamu percayai?

Kategori
Pets

Hewan Ini Ternyata Bisa Terbang

Jarang Mengudara, Hewan Ini Ternyata Bisa Terbang

Hewan Ini Ternyata Bisa Terbang – Apabila berbicara tentang hewan yang bisa terbang, maka secara langsung dalam pikiran akan tertuju pada sosok burung atau serangga bersayap lainnya. Saat melihat pesawat terbang, kita teringat dengan konsep hewan yang dapat terbang seperti berbagai jenis burung, serangga, dan kelelawar serta kedua sayapnya.

Sulit untuk membayangkan hewan seperti ikan, cumi, atau tupai yang dapat melayang di udara. Namun, alam memiliki caranya sendiri untuk mengejutkan manusia. Hewan-hewan dari zaman purba pun dapat berevolusi untuk Login Aplikasi IDN Poker menambah mekanisme pertahanan diri, salah satunya adalah terbang atau melayang di udara. Penasaran? Inilah hewan yang jarang terlihat terbang, namun nyatanya dapat mengudara.

Ular terbang (Chrysopelea)

Ular tidak memiliki kaki atau tangan, jadi jalan atau merangkak saja susah. Bagaimana bisa terbang? Nyatanya, penelitian dari University of Chicago pada 2005 mencatat bahwa ada jenis ular yang dapat terbang! Mereka adalah ular dari genus Chrysopelea, dan mendiami daerah Asia Selatan dan Tenggara.

Bagaimana caranya? Ular Chrysopelea yang tumbuh 90 sentimeter – 1,2 meter ini tidak terbang layaknya burung. Mereka memipihkan tubuhnya, membentuk huruf “C”, agar dapat melayang di udara layaknya gelombang secara horizontal sebelum mendarat secara vertikal. Penelitian tersebut menemukan bahwa ular Chrysopelea yang lebih kecil dapat terbang lebih jauh!

Cumi-cumi

Menyemprotkan tinta? Sudah biasa. Namun, tahukah kamu bahwa ada jenis cumi yang bisa terbang untuk menghindari predator? Cumi ini berasal dari famili Ommastrephidae yang terkenal bisa terbang. Cumi terbang dapat ditemukan di Samudra Pasifik, dekat Jepang, Tiongkok, hingga Vietnam.

Dilansir situs Phys pada 2013, para peneliti Jepang mengungkapkan bahwa cumi-cumi ini dapat terbang sejauh 30 meter dengan kecepatan 11,2 m/s, lebih cepat dari pelari pemenang 20 medali emas Olimpiade asal Jamaika, Usain Bolt! Para peneliti menjelaskan bahwa cumi-cumi ini meluncur keluar dari dalam air dan merentangkan sirip serta tentakelnya secara vertikal, sehingga mereka melayang di udara.

Ikan torani

Terkenal sebagai lambang stasiun TV Indosiar, ikan torani (Exocoetidae) adalah ikan yang terkenal bukan sebagai perenang yang cepat, melainkan sebagai ikan yang bisa melayang di atas air.

Ada sekitar 40 jenis ikan torani yang dapat meluncurkan dirinya dari dalam air dan melayang di udara hingga lebih dari 40 detik! Dengan sayap dan hentakan ekornya, ikan torani dapat meluncur hingga sejauh 400 meter di udara. Sering ditemukan di Samudra Hindia, Pasifik, dan Atlantik, ikan torani dapat meluncur hingga 20 meter/jam!

Dilansir BBC pada 2008, sebuah rekaman oleh stasiun NHK dari Pulau Yakushima, Jepang, memperlihatkan ikan torani yang terbang di udara selama 45 detik, mengalahkan rekor yang sebelumnya terlihat pada 1920 di AS! Para peneliti Jepang yakin rekor 45 detik tersebut takkan bisa dipecahkan, karena morfologi torani tidak memungkinkannya terbang lebih dari durasi tersebut.

Semut

Tidak bersayap, siapa kira semut bisa terbang? Bukan melayang atau terbang, semut-semut ini mengarahkan arah jatuhnya, sehingga seolah-olah terlihat seperti terbang. Fenomena semut terbang (Cephalotes atratus) dicatat oleh peneliti dari University of California pada 2005 di Hutan Amazon.

Karena hidup di pepohonan, jika semut terbang dari genus Cephalotes ini jatuh, mereka telah belajar untuk menemukan jalan pulang ke pohon melalui petunjuk visual. Para peneliti menemukan bahwa di udara, semut ini dapat berputar hingga 180 derajat! Namun, kemungkinan keberhasilan semut terbang sampai di tujuan hanya 85 persen.

Ikan pari mobula

Dijuluki sebagai “Pari Setan”, mobula terkenal dengan gaya berenangnya yang membuatnya terlihat seperti tengah terbang dari dalam air! Layaknya ikan pari umumnya, mobula yang sering terlihat di pesisir Meksiko ini memiliki sirip bak sayap yang besar.

Biasa berenang dalam kelompok, ikan pari yang adalah kerabat dekat hiu ini adalah perenang yang kuat yang menggunakan kekuatannya agar dapat mendorong diri keluar dari air, melakukan gerakan akrobatik seperti berputar-putar atau jungkir balik di udara, sebelum kembali ke dalam air. Rata-rata, mobula dapat keluar 2 meter dari permukaan air.

Para peneliti masih belum dapat menafsirkan perilaku aneh mobula yang berakrobat di atas air. Ini dikarenakan mobula adalah hewan pemalu, sehingga susah diteliti. Beberapa hipotesis menyatakan mobula melakukannya untuk menarik pasangan.

Bagi hewan-hewan ini, terbang adalah salah satu cara menghindari predator. Kalau tidak, mereka sudah menjadi sasaran empuk! Itulah hewan yang sering terlihat diam, namun ternyata dapat melayang di udara walaupun tanpa sayap. Dari hewan-hewan ini, manakah yang pernah kamu lihat aksinya?

Kategori
Pets

Hewan Cantik Berubah Warna Saat Musim Salju  

Memesona! Hewan Cantik Ini Berubah Warna Saat Musim Salju

Hewan Cantik Berubah Warna Saat Musim Salju – Bagi negara yang memiliki 4 musim dalam satu tahun, musim dingin akan tiba pada bulan Desember. Hal ini membuat beberapa hewan di daerah utara atau kutub utara biasanya bulu mereka berubah menjadi putih. Hewan punya banyak cara untuk bertahan hidup dari ancaman predator, salah satunya mengubah warna bulu.

Selain menjadi tampil cantik, perubahan warna bulu ini memungkinkan mereka untuk membaur dengan lingkungan sekitar, jadi bisa lolos dari sorot tajam predator. Perubahan warna ini kerap mengikuti musim. Beberapa hewan memiliki apa yang dinamakan snow camouflage atau kamuflase salju. Bulu mereka akan berubah putih cantik menyerupai salju.

Selain untuk kamuflase, bulu berwarna putih diduga juga membuat mereka makin hangat, lho. Dilansir laman Britannica, di bawah ini ada Daftar Poker hewan yang berubah warna saat musim salju menjelang. Simak deh!

Cerpelai

Ada tiga spesies cerpelai nih yang berubah menjadi seputih salju saat sedang dingin-dinginnya: least weasel, cerpelai ekor panjang, dan cerpelai ekor pendek atau yang juga disebut stoat. Selain kecil imut, bulu putih cerpelai juga sangat mepesona.

Spesies cerpelai ekor pendek atau stoat punya sebutan khusus saat mereka memakai “jubah” musim dinginnya, yakni ermine. Saking memesonanya, bulu putih ermine kerap digunakan oleh kalangan elite kerajaan sebagai jubah kebesaran, tutur National Geographic.

Lemming

Lemming adalah hewan pengerat satu-satunya yang mengalami perubahan warna saat musim salju nih, lebih tepatnya subspesies collared lemming. Hewan imut ini mulanya berwarna kecokelatan atau abu-abu di musim-musim hangat dan berubah putih saat musim salju tiba.

Menurut Britannica, selain perubahan warna bulu, lemming juga menumbuhkan cakar spesial edisi musim dingin, lho. Mereka gak melakukan hibernasi. Jadi, cakar ini digunakan untuk menggali tanah yang dingin untuk membangun sarang dan mencari akar tanaman dari bawah tanah.

Hamster siberia

Hamster siberia atau juga dikenal sebagai Djungarian hamsterwinter white dwarf hamster, dan hamster kerdil putih Rusia ini merupakan hewan selanjutnya yang berubah warna saat musim dingin.

Hewan ini banyak dipelihara di Eropa dan Amerika Utara, lho. Sayangnya, menurut Animalia, perubahan warna ini gak banyak terjadi pada hamster siberia yang jadi peliharaan. Hal ini kemungkinan dikarenakan mereka gak dapat pencahayaan alami dari alam. Apa kamu tertarik untuk pelihara?

Terwelu

Beberapa spesies terwelu, seperti terwelu arktik, terwelu gunung, dan terwelu kaki putih (snowshoe hare), akan berubah warna saat memasuki musim salju. Warna asli mereka yang kecokelatan akan berubah putih atau keabu-abuan.

Perubahan warna yang dialami terwelu dan hewan lainnya distimulasi oleh sedikitnya cahaya saat musim salju ketimbang temperatur, lho. Britannica menjelaskan kalau otak mereka akan menerima informasi minimnya cahaya dari retina. Baru setelah itu, otak akan menstimulasi perubahan warna bulu menjadi keputih-putihan.

Peary caribou

Peary caribou merupakan salah satu subspesies karibu yang gak banyak dikenal. Mereka tinggal jauh di kepulauan Arktik Kanada. Karena tempat tinggalnya yang bersuhu dingin, mamalia satu ini sudah punya warna bulu agak keputih-putihan. Hanya saja, punggungnya berwarna gelap kecokelatan. Beludru yang menutupi tanduk besarnya pun berwarna keabu-abuan, tutur NWT Species at Risk. Baru saat musim dingin menjelang, warna bulunya akan berubah jadi seputih salju.

Ptarmigan

Ptarmigan merupakan genus burung kecil yang terdiri dari tiga spesies. Warna asli mereka kecokelatan dan berubah putih saat musim salju tiba. Uniknya, bulu mereka akan menjadi semacam loreng-loreng atau bebercak saat musim semi dan gugur. Saat musim semi, salju masih belum leleh seutuhnya, sementara saat musim gugur salju mulai muncul di sekitar.

Selain bagian tubuh, kaki dan lubang hidung mereka juga diseliputi bulu. Menurut Animals Network, bulu pada kaki akan melindungi dari frostbite. Sementara, bulu pada lubang hidung akan menghangatkan udara sebelum masuk ke paru-paru mereka.

Rubah arktik

Menjelang musim salju, sebagian besar rubah arktik akan menumbuhkan bulu berwarna putih seperti yang banyak kita tahu, sementara sebagian kecil lainnya menjadi biru.

Menurut A-Z Animals, rubah arktik yang berubah warna menjadi biru gelap keabu-abuan ini biasanya tinggal di daerah pesisir. Bulu mereka saat musim panas pun cenderung berwarna keabu-abuan, berbeda dengan yang tidak tinggal di pesisir karena berwarna kecokelatan. Hal ini membuat mereka mudah membaur dengan lingkungan sekitar sesuai habitatnya masing-masing.

Nah, mana nih yang jadi favoritmu? Di balik warna cantiknya yang menarik dipandang, ada fungsi penting yang menjadi kunci keselamatan mereka di alam liar.

Kategori
Pets

Fakta Gigi Hewan Ini Akan Mengejutkanmu

Tak Diduga, Fakta Gigi Hewan Ini Akan Mengejutkanmu

Fakta Gigi Hewan Ini Akan Mengejutkanmu – Tahukah Anda berapa banyak gigi yang akan Anda miliki seumur hidup? Hewan mana yang paling mirip dengan gigi Anda? Dan tahukah Anda apa bahan sikat gigi pertama?

Secara umum, IDNPlay Deposit Pulsa 10000 fungsi gigi adalah untuk memotong dan menghancurkan makanan supaya mudah untuk ditelan dan dicerna. Manusia mempunyai 32 gigi yang terdiri dari gigi seri, taring, premolar, dan geraham yang memiliki fungsi masing-masing. Tetapi, bagaimana dengan gigi hewan?

Ternyata, gigi hewan mempunyai ukuran, bentuk, jumlah, dan fungsi yang unik. Bahkan, ada yang digunakan sebagai alat proteksi diri. Mau tahu, hewan apa sajakah itu?

Siput

Tak disangka, hewan sekecil ini punya jumlah gigi yang fantastis. Siput taman memiliki sekitar 14.000 gigi berukuran mikroskopis, sementara spesies lain mempunyai lebih dari 20.000 gigi. FYI, gigi siput tersusun dalam barisan di lidahnya.

Anehnya, gigi siput tidak digunakan untuk mengunyah. Melainkan untuk mengiris makanan, lalu menyobeknya saat melewati lidah, laman Jungle Roots menjelaskan.

Yang lebih mengejutkan, gigi siput air (disebut sebagai limpet) adalah bahan biologis terkuat di bumi! Bahkan, mengalahkan kekuatan titanium. Sulit dipercayai, tetapi ini nyata.

Narwhal

Percayakah kamu kalau tanduk narwhal sebenarnya adalah gigi? Ini ditegaskan lewat nama ilmiahnya, yakni Monodon monoceros, yang dalam bahasa Yunani berarti “satu gigi satu tanduk”. Tanduknya bisa tumbuh hingga 8 kaki atau 2,4 meter.

Umumnya, tanduk ini dimiliki oleh narwhal jantan. Tetapi, kadang betina pun memilikinya. Ilmuwan pun menduga-duga kegunaan tanduknya. Ada yang bilang untuk mendeteksi suara, mengatur suhu, atau menangkis predator. Manakah yang benar?

Tetapi, menurut studi berjudul “Sensory Ability in the Narwhal Tooth Organ System” yang dipublikasikan di The Anatomical Record pada tahun 2014, tanduk ini adalah organ yang sensitif dan berfungsi untuk merasakan perubahan salinitas air.

Kuda

Bagaimana cara menebak usia kuda? Caranya adalah dengan melihat gusinya. Semakin bertambahnya usia, gusi kuda menyusut dan memperlihatkan gigi mereka.

Trivia menarik lainnya adalah kuda tidak merasakan nyeri saraf saat giginya dicabut. Mengapa? Ini karena letak sarafnya berakhir di dekat garis gusi, jelas laman I Heart Horses.

Hampir mirip dengan hewan pengerat, gigi kuda terus tumbuh sepanjang hidupnya. Bedanya, gigi kuda tidak tumbuh secepat hewan pengerat dan mereka tidak mengunyah benda-benda keras untuk mengikis giginya.

Paus biru

Hewan terbesar di dunia ini justru tidak memiliki gigi! Ini pengaruh dari makanan utamanya, sejenis udang kecil yang disebut krill.

Untuk menangkap krill, paus biru menggunakan filter seperti bulu yang bernama baleen. Fungsinya untuk menyisir atau menyaring makanan sekaligus air. Lalu, paus biru akan membuang airnya.

Dilansir dari website resmi University of California, Santa Barbara, paus biru memiliki 270-395 baleen di kedua sisi rahang mereka. Baleen terlihat seperti gigi yang tipis, panjang, dan berwarna kekuningan.

Hiu

Kamu mengira gigi hiu kuat? Ternyata, tidak terlalu. Gigi hiu justru mudah rontok karena tidak memiliki akar. Beberapa jenis hiu bisa kehilangan banyak giginya dalam waktu singkat. Tetapi, gigi yang hilang bisa diganti dengan yang baru dengan mudah.

Salah satu hiu dengan jumlah gigi terbanyak adalah hiu banteng. Tak tanggung-tanggung, hiu ini memiliki 350 gigi pada satu waktu! Saat masih di dalam kandungan pun hiu sudah mempunyai gigi dan digunakan untuk memakan saudaranya sendiri.

Kelinci, tupai, dan hewan pengerat lain

Apa yang menakjubkan dari gigi kelinci, tupai, dan hewan pengerat lain? Gigi mereka tidak pernah berhenti tumbuh! Tepatnya, sepasang gigi atas dan bawah yang tidak memiliki akar dan tidak berhenti tumbuh.

Untuk mencegah giginya tumbuh, hewan pengerat sering menggertakkan gigi. Caranya melakukan ini mirip seperti menggunakan batu asah untuk mengasah pisau.

Selain menggertakkan gigi, cara lain untuk menghentikan pertumbuhan gigi adalah dengan mengunyah makanan keras, seperti kacang-kacangan dan kulit kayu.

Kuda Nil

Kuda Nil memang herbivora dan suka berendam di air seharian. Walau terlihat seperti hewan yang malas, jangan meremehkan mereka. Giginya sangat besar, kuat, dan gigitannya bisa menyebabkan cedera serius. Jangan coba-coba mendekat jika masih ingin selamat!

Beberapa giginya sangat tajam dan bisa tumbuh hingga 51 cm. Kuda Nil juga bisa membuka mulutnya lebar-lebar hingga 150 derajat. Kuda Nil menunjukkan mulut dan gigi yang kuat setiap kali merasa terancam, seperti memasuki teritori mereka atau berada terlalu dekat dengan anak-anaknya.

Kuda Nil tak segan bertarung dengan siapa saja, bahkan dengan manusia sekalipun. Menurut laman Tampa Bay Times, kuda Nil menewaskan 500 orang per tahun di Afrika.

Jerapah

Coba kamu perhatikan baik-baik. Kamu akan menyadari bahwa jerapah tidak punya gigi depan atas! Jumlah giginya sama seperti manusia, yakni 32 gigi. Namun, kebanyakan giginya terletak di bagian belakang mulut.

Lantas, bagaimana cara jerapah makan? Mereka akan menggunakan bibir dan lidahnya yang panjang untuk menggapai daun dan ranting. Lalu, makanannya akan digiling dengan gigi belakang.

Lumba-lumba

Kamu bisa menebak usia lumba-lumba dari giginya. Gigi lumba-lumba memiliki cincin yang menunjukkan usia mereka. Mirip dengan pohon, di mana kita bisa mengetahui usianya dari lingkaran atau cincin yang ada di batang pohon.

Walau giginya permanen, tetapi tidak digunakan untuk mengunyah, lho! Mengapa? Lumba-lumba menelan makanannya utuh karena mereka tidak punya otot di rahang.

Ternyata, giginya dipakai untuk mengoyak mangsa! Contohnya seperti lumba-lumba hidung botol. Mereka punya 80-100 gigi yang digunakan untuk meraih, menggenggam, dan mengamankan mangsanya.

Nah, itulah gigi hewan yang paling unik dengan fungsinya masing-masing. Semoga bisa menambah wawasan, ya!

Kategori
Pets

Hewan dengan Indra Penciuman Terbaik

Hewan dengan Indra Penciuman Terbaik, sampai Puluhan Km

Hewan dengan Indra Penciuman Terbaik – Selama ini kita tahu bahwa anjing adalah hewan dengan indra penciuman paling tajam. Hal inilah yang membuatnya banyak dipilih untuk membantu polisi. Berkat indra penciumannya yang tajam, anjing mampu melacak jejak penjahat dan bahkan lokasi barang bukti hasil tindak kriminal.

Beberapa hewan memiliki kemampuan khusus yang tidak bisa ditandingi oleh manusia. Seperti Daftar IDN Poker mata setajam burung elang, kemampuan mendengar sebagus kelelawar, keahlian memanjat secakap monyet atau kemampuan berlari secepat cheetah. Selain itu, indra penciuman manusia pun tak sebagus hewan-hewan ini!

Jangan ragukan kemampuan hewan ini dalam mencium aroma dan bau! Bahkan, ada yang bisa mencium bau hingga jarak puluhan kilometer, lho! Hewan apa saja yang dimaksud?

Ngengat

Hewan mungil ini memiliki indra penciuman yang lebih baik dari manusia. Mereka mencium dengan antena, kaki, palpus dan bagian tubuh lain yang memiliki reseptor indra, terang laman Animal Corner. Indra penciuman ini punya fungsi penting, yakni menemukan makanan dan pasangan untuk kawin.

Contohnya, ngengat betina mencium aroma feromon yang dikeluarkan oleh ngengat jantan. Feromon ini tersebar ke udara melalui perut, sisik pada sayap hingga segmen tibia kaki. Yang bikin kagum, feromon yang dilepaskan oleh ngengat dapat dideteksi dari jarak delapan kilometer! What an unique ability!

Beruang

Walau otak beruang hanya sepertiga dari ukuran otak manusia, jangan remehkan kemampuannya dalam mencium aroma! Tak tanggung-tanggung, indra penciuman beruang lima kali dari yang dimiliki manusia, ujar laman World Atlas. Berkat ukurannya, indra penciuman ini 2.100 kali lebih baik dari manusia!

Beruang memanfaatkan indra penciumannya yang tajam untuk berbagai keperluan. Seperti menemukan pasangan, mencari makanan, melacak anak-anaknya serta menghindari bahaya. Yang lebih keren, beruang bisa mendeteksi bangkai hewan dari jarak 20 mil atau setara dengan 32,18 kilometer. Amazing, right?

Anjing

Sahabat kesayangan manusia ini dikenal berkat indra penciumannya yang tajam. Berkat hal ini, tak jarang pihak kepolisian menggunakan anjing untuk melacak bau pada kasus kriminal. Menurut James Walker, mantan direktur Sensory Research Institute di Florida State University, indra penciuman anjing 10.000 kali lebih baik dari manusia.

Sementara, menurut Alexandra Horowitz, peneliti kognisi anjing di Barnard College, anjing bisa mendeteksi satu sendok teh gula di dalam satu juta galon air atau setara dengan dua kolam seukuran olimpiade, ungkapnya di laman Public Broadcasting Service (PBS). Kemampuannya sungguh luar biasa, ya?

Ular

Rata-rata ular memiliki indra penglihatan yang buruk. Tapi, semesta tetap adil. Ular mengandalkan indra penciuman dan peraba yang sangat sensitif.

Yang bikin unik, hidung ular berfungsi untuk bernapas, sementara mereka mencium bau lewat lidahnya! Itulah jawaban mengapa ular sering menjulurkan lidahnya keluar.

Lidah ini mengumpulkan aroma dari udara. Apabila lidah kembali ke mulut, maka akan menyentuh organ sensoris khusus yang bernama organ Jacobson, terang laman World Atlas. Letaknya ada di bagian langit-langit mulut dan berfungsi untuk memberitahu bau pada ular. Selain itu, ular tak perlu capek-capek membuka mulut untuk menjulurkan lidah.

Ikan hiu

“Ikan hiu bisa mencium aroma darah di lautan”. Apakah mitos itu benar dan bisa dibuktikan secara ilmiah? Faktanya, beberapa jenis ikan hiu memang bisa mencium aroma darah dalam jarak seperempat mil (400 meter), ungkap laman Ripley’s. Perlu dicatat, hiu tidak selalu menjadi agresif walau ada aroma darah yang tercium olehnya.

Di antara semua jenis ikan hiu, yang memiliki indra penciuman paling hebat adalah hiu putih besar (Carcharodon carcharias). Indra ini bernama olfactory bulb yang dikendalikan oleh 2/3 dari otak ikan hiu. Indra penciumannya ratusan kali lebih kuat dari manusia dan diandalkan untuk memburu mangsanya.

Gajah

Indra penglihatan gajah tidak terlalu bagus. Oleh karena itu, gajah memanfaatkan indranya yang lain, yakni indra penciuman. Mereka bisa mendeteksi keberadaan air hingga 12 mil (19,3 kilometer), tutur laman Seaworld Parks & Entertainment. Lubang hidungnya ada di bagian ujung belalai dan berguna untuk bernapas, menyedot air dan mencium bau.

Apabila ada aroma yang memasuki lubang hidung, tujuh turbin olfaktorius akan bekerja. Turbinals merupakan ikal tulang yang mempunyai jutaan sel reseptor penciuman. Aroma ini diteruskan ke organ Jacobson yang letaknya ada di jaringan lunak di atap mulut. Gajah mengandalkan indra penciumannya untuk bertahan hidup di alam liar.

Burung kiwi

Terakhir, ada burung kiwi, burung mungil dengan panjang 35-45 cm dan berat 0,8-1,9 kilogram. Indra penciumannya lebih baik dari jenis burung lain. Burung kiwi adalah satu-satunya burung dengan lubang hidung di ujung paruhnya. Berkat ini, mereka bisa mengetahui apakah ada cacing atau tidak di dalam tanah untuk dimakan.

Nah, itulah hewan yang mempunyai indra penciuman paling tajam dan lebih baik dari manusia. Kamu paling takjub dengan hewan yang mana nih?

Kategori
Pets

Hewan yang Jago Menyamar Jadi Hewan Lain

Hewan yang Jago Menyamar Jadi Hewan Lain, Bikin Terkecoh!

Hewan yang Jago Menyamar Jadi Hewan Lain – Untuk bertahan hidup atau berburu mangsa, sebagian hewan dibekali dengan kemampuan kamuflase atau mengelabui. Dengan kemampuannya itu, mereka sulit dibedakan oleh predator atau mangsanya.

Hewan selalu punya kemampuan unik untuk bisa bertahan hidup. Salah satu kemampuan unik tersebut adalah menyamar menjadi hewan lain. Baik untuk berburu maupun untuk mengelabui predator, banyak hewan yang terkenal sebagai Poker Deposit Pulsa 10000 jagoan dalam urusan menyamar.

Bukan hanya penampilan, beberapa hewan juga bisa berpura-pura jadi hewan lain dengan meniru suaranya. Hewan apa saja yang punya kemampuan hebat itu? Ini dia enam hewan di antaranya.

Ngengat elang

Ngengat elang adalah sebutan untuk ngengat yang tergabung dalam keluarga Sphingidae. Mereka terdiri dari sekitar 1.400 spesies dan mereka terkenal jago menyamar. Bukan ketika sudah dewasa, melainkan ketika masih berwujud larva alias ulat.

National Geographic menjelaskan bahwa ulat ngengat elang mampu menyamar menjadi mirip ular pada saat terancam. Caranya, mereka akan menggembungkan bagian depan tubuhnya supaya tampak seperti kepala. Lalu, mereka juga mengatur pola warna kuning, putih, dan hitam di tubuhnya supaya terlihat seperti corak ular. Hasilnya adalah seperti gambar di atas. Mirip, kan?

Margay

Margay (Leopardus wiedii) adalah sejenis kucing liar yang hidup di Amerika Tengah dan Selatan. Mereka hidup di pepohonan dan berburu burung maupun monyet. Namun, cara berburu mereka terbilang tak biasa sekaligus cerdik dan menakjubkan.

Margay ternyata bisa meniru suara bayi monyet tamarin sehingga menarik perhatian tamarin dewasa untuk mendekat. Setelah itu, margay pun akan menyergap untuk memangsa si tamarinNational Geographic menyebut bahwa bisa jadi, strategi meniru suara mangsa itu juga digunakan oleh kucing besar seperti jaguar dan puma.

Gurita penyamar

Namanya saja gurita penyamar (Thaumoctopus mimicus), sudah jelas bahwa gurita ini jagonya menyamar. Namun, mereka bukan menyamar jadi batu atau seperti lingkungannya, tapi jadi hewan lain. Bukan cuma satu, mereka bisa menyamar jadi beberapa hewan!

Laman Nature menyebut bahwa gurita endemik Indonesia ini bisa menyamar jadi ular laut, udang, kepiting, ubur-ubur, lionfish, dan lain-lain. Bukan sekadar penampilannya, tapi juga gerak-geriknya. Ketika menyamar jadi ular laut, misalnya, mereka bisa meniru gerakan ular dengan salah satu tentakelnya.

Tujuan mereka menyamar umumnya adalah melindungi diri. Ketika diganggu oleh ikan damselfish, mereka akan menyamar jadi ular laut karena damselfish takut pada ular laut. Sementara, saat berjalan di dasar samudra, mereka biasanya menyamar jadi ikan sebelah, sejenis ikan pipih yang beracun. Cerdas banget, ya!

Ngengat harimau

Ngengat yang satu ini juga bisa menyamar jadi hewan lain untuk mengelabui predator. Bedanya, mereka bukan meniru penampilan, tapi suara. Yap, ngengat harimau (famili Arctiidae) bisa meniru suara yang dikeluarkan oleh ngengat lain untuk menipu kelelawar supaya tidak mau memangsanya.

Menurut National Geographic, ngengat harimau meniru suara yang dikeluarkan oleh ngengat beracun, misalnya ngengat tawon polkadot (Syntomeida epilais). Kelelawar yang mendengar suaranya pun jadi terkecoh dan menghindari ngengat harimau tersebut meskipun sebenarnya mereka gak berbahaya. Benar-benar cerdik!

Drongo ekor garpu

Satu lagi hewan yang jago meniru suara hewan lain adalah drongo ekor garpu (Dicrurus adsimilis). Bukan hanya satu, BBC menyebut bahwa burung ini bisa meniru sekitar 45 spesies hewan! Mereka meniru suara alarm yang dikeluarkan hewan-hewan tersebut untuk memperingatkan akan adanya bahaya.

Bisa dibilang, drongo ekor garpu punya jasa besar bagi hewan-hewan yang hidup di daerahnya di Afrika. Namun ternyata, mereka gak selalu jadi pahlawan. Kadang, burung ini akan meniru suara hewan lain untuk membuat mereka kabur sehingga drongo bisa mengambil semua makanan yang tersedia tanpa saingan. Hmm, baik tapi kadang licik, ya!

Itulah hewan yang jago berpura-pura jadi hewan lain, baik dalam penampilan maupun suara. Yang mana yang paling keren menurutmu?

Kategori
Pets

Fakta Unik tentang Ekor Hewan

Fakta Unik tentang Ekor Hewan, Ada Hewan yang Berekor Enam

Fakta Unik tentang Ekor Hewan – Jika kamu amati, hampir semua hewan memiliki ekor. Sepertinya sih sepele, ekor yang ada di bagian belakang hewan seakan cuma menjadi tambahan saja.

Ekor adalah salah satu bagian tubuh hewan yang paling unik. Ada berbagai jenis hewan yang memiliki ekor, dengan bentuk, ukuran, dan fungsinya yang beragam. Seberapa beragam ekor di dunia binatang dan fakta unik apa lagi yang bisa kita Daftar Live22 pelajari tentang ekor hewan? Ini dia ulasannya dalam tujuh fakta unik tentang ekor hewan.

Ekor pari macan adalah yang terpanjang dibanding ukuran tubuhnya

Bagaimana dengan hewan yang memiliki ekor terpanjang jika dibandingkan dengan ukuran tubuh? National Geographic menyebut bahwa juaranya adalah pari macan (Himantura uarnak). Ikan pari yang hidup di wilayah Indopasifik ini memiliki ekor yang panjangnya bisa mencapai tiga kali panjang tubuhnya.

Ular juga punya ekor

Pernahkah kamu bertanya-tanya apakah ular punya ekor? Ternyata jawabannya ya. Dari luar, memang sulit terlihat mana bagian ekor dan mana yang masih termasuk tubuh. Namun, jika melihat rangka ular seperti pada gambar, kita bisa mengamati dengan jelas mana bagian ekornya. Ternyata, cukup pendek jika dibanding panjang tubuhnya, ya!

Beberapa kalajengking juga bisa memutuskan ekor

Namun, ternyata kemampuan memutuskan ekor tidak hanya dimiliki oleh kadal. Kalajengking pun memilikinya, tepatnya kalajengking dari genus Ananteris yang hidup di Amerika Selatan. Tujuannya pun sama, yaitu untuk kabur dari predator. Seperti dilansir National Geographic, kalajengking yang memutuskan ekornya juga akan dirugikan.

Itu karena di ekor kalajengking tidak hanya terdapat sengat, tapi juga anus. Artinya, kalajengking yang melepaskan ekornya juga akan kehilangan anusnya. Sudah begitu, ekor kalajengking gak akan bisa tumbuh lagi seperti ekor kadal, yang artinya mereka juga gak akan bisa buang air besar lagi.

Akibatnya, kotoran kalajengking pun akan menumpuk di bagian ujung segmen tubuhnya yang tersisa dan kadang segmen tersebut sampai putus lagi karena tumpukan kotoran. Namun, kalajengking yang tak punya ekor ternyata masih bisa hidup sampai kira-kira 8 bulan lagi sehingga masih punya cukup waktu untuk kawin dan menghasilkan keturunan.

Ekor terbesar dimiliki paus biru

Ekor terbesar di dunia tentu dimiliki hewan yang ukurannya terbesar, yaitu paus biru yang bisa mencapai panjang lebih dari 30 meter dan berat 200 ton. Dilansir laman Guinness World Record, lebar ekor paus biru dari ujung ke ujung mencapai 7,6 meter alias hampir sama dengan bus tingkat London!

Beberapa hewan punya ekor prehensil yang berfungsi seperti tangan

Ekor hewan punya beragam fungsi. Fungsi umumnya untuk keseimbangan saat berlari atau melompat, seperti yang dimiliki oleh keluarga kucing. Namun, ada beberapa hewan yang ekornya punya fungsi seperti tangan atau disebut dengan ekor prehensil.

Ekor prehensil biasanya dimiliki oleh primata, contohnya monyet laba-laba yang ada di gambar di atas. Mereka menggunakan ekornya untuk bergelantungan di dahan sambil mencari makan atau melakukan kegiatan lain. Seperti kamu lihat di gambar, ekor mereka bahkan sanggup menahan bobot seluruh tubuhnya.

Gak hanya primata, ekor prehensil juga dimiliki pangolin dan opossum. Reptil pun ada yang memiliki ekor prehensil, misalnya skink berekor prehensil (Corucia zebrata). Bahkan, kuda laut pun memiliki ekor prehensil yang mereka gunakan untuk berpegangan pada tumbuhan laut.

Karena autotomi, seekor kadal bisa memiliki hingga enam ekor

Beberapa hewan mempunyai kemampuan autotomi, yaitu kemampuan untuk melepaskan salah satu bagian tubuhnya untuk bisa kabur dari predator. Hewan yang terkenal memiliki kemampuan ini adalah kadal yang bisa memutuskan ekornya. Setelah putus, ekor kadal bisa tumbuh kembali meskipun tidak persis sama seperti ekor aslinya.

Namun, laman Live Science menyebut bahwa kadang ekor yang tumbuh kembali bukan hanya satu, tapi beberapa. Dua ekor adalah kasus yang umum, tapi yang paling ekstrem dilaporkan pada tahun 2015 di Argentina: seekor kadal tegu hitam putih (Salvator merianae) memiliki hingga enam ekor setelah autotomi!

Seekor burung purba punya dua ekor secara alami

Kadal bisa memiliki lebih dari satu ekor setelah melakukan autotomi. Namun, seekor burung purba yang hidup di zaman dinosaurus ternyata memang memiliki dua ekor secara alami. Dilansir National Geographic, burung itu bernama Jeholornis dan mereka hidup sekitar 120 juta tahun lalu.

Jeholornis memiliki dua ekor: satu ekor panjang dan satunya lagi pendek. Selain beda ukuran, fungsi dua ekornya itu juga berbeda. Yang panjang berfungsi untuk membantu saat terbang, sedangkan yang pendek berfungsi untuk memamerkan keindahan bulunya untuk menarik perhatian lawan jenis.

Itulah fakta unik tentang ekor hewan. Fakta mana yang paling unik menurutmu?

Kategori
Pets

Hewan Peliharaan Umum yang Ilegal

Hewan Peliharaan Umum yang Ilegal

Hewan Peliharaan Umum yang Ilegal, – Di Indonesia, kepemilikan hewan peliharaan bisa dibilang cukup bebas. Kamu bisa memelihara ular, monyet, kucing, tupai, dan bahkan hewan yang tak lazim seperti kancil sekalipun.

Hewan-hewan yang dianggap lazim dipelihara di Indonesia ternyata bisa dianggap ilegal untuk dipelihara. Siapa pun yang memeliharanya akan dikenakan sanksi berupa denda.

Alasan pelarangannya pun bermacam-macam. Mulai dari alasan keamanan, untuk menjaga kelestarian lingkungan, hingga kepentingan kepercayaan.

Ingin tahu hewan apa sajakah yang dilarang dipelihara di negara lain? Simak berikut ini!

1. Hamster

10 Hewan Peliharaan Umum yang Ilegal Dipelihara di Berbagai NegaraHamster dilarang dipelihara di Hawaii. Sebab cuaca negara tersebut sama seperti habitat asli hamster. Dikhawatirkan populasinya menjadi terlalu banyak dan liar sehingga akan merusak lingkungan

2. Anjing Pit Bull

10 Hewan Peliharaan Umum yang Ilegal Dipelihara di Berbagai NegaraMemelihara anjing pit bull termasuk tindakan ilegal di berbagai daerah di Inggris, Australia, Amerika, dan sejumlah negara lain. Alasannya karena pit bull terkenal agresif dan sering mencelakai orang-orang di sekitarnya

3. Kura-kura

10 Hewan Peliharaan Umum yang Ilegal Dipelihara di Berbagai NegaraKamu tak boleh memelihara kura-kura jika tinggal di India. Sebab banyak orang yang tak mampu membedakan spesies kura-kura biasa dan yang hampir punah

4. Iguana

10 Hewan Peliharaan Umum yang Ilegal Dipelihara di Berbagai NegaraIguana adalah salah satu favorit pencinta reptil Indonesia. Namun hewan ini tidak boleh dipelihara di Singapura. Sebab mereka merupakan ancaman untuk kelestarian lingkungan

5. Quaker parrot

10 Hewan Peliharaan Umum yang Ilegal Dipelihara di Berbagai NegaraQuaker parrot  adalah favorit para pencinta burung karena mereka pintar mengoceh. Namun ternyata mereka termasuk hewan invasif yang harus dibasmi di beberapa negara bagian Amerika

6. Ular

10 Hewan Peliharaan Umum yang Ilegal Dipelihara di Berbagai NegaraSebagian jenis ular memang wajar dipelihara di Indonesia. Namun hewan ini ilegal untuk dipelihara di Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara lain untuk alasan keamanan

7. Kelinci

10 Hewan Peliharaan Umum yang Ilegal Dipelihara di Berbagai NegaraKelinci, si imut ini ternyata tidak boleh dipelihara di Queensland, Australia, lho. Ini karena kelinci berkontribusi besar dalam kerusakan lahan dan erosi di negara tersebut

8. Sugar Glider

10 Hewan Peliharaan Umum yang Ilegal Dipelihara di Berbagai NegaraSingapura mengategorikan sugar glider ke dalam hewan liar sehingga warganya tidak boleh memelihara hewan ini. Siapa pun yang melanggar akan dikenakan denda Rp10 juta

9. Monyet

10 Hewan Peliharaan Umum yang Ilegal Dipelihara di Berbagai NegaraDi negara kita, monyet sering dieksploitasi untuk mencari uang. Akan tetapi primata ini tak boleh dipelihara ataupun dilatih untuk hiburan. Sebab mereka memiliki kaitan dengan kepercayaan agama Hindu dan kita harus menghormatinya

10. Kucing

10 Hewan Peliharaan Umum yang Ilegal Dipelihara di Berbagai NegaraKucing-kucing eksotis seperti savannah dan bengal tidak boleh dipelihara di Jepang. Aturan ini dibuat untuk meminimalkan hewan-hewan yang berpotensi bertindak agresif

***

Itulah sejumlah hewan yang sebenarnya umum menjadi peliharaan namun ternyata dianggap ilegal di berbagai negara karena berbagai alasan. Apakah kamu tertarik untuk memelihara mereka?