Kategori
Pets

Fakta Unik Pernapasan Hewan

Fakta Unik Pernapasan Hewan, Ada Ikan yang Bernapas dengan Paru-Paru

Fakta Unik Pernapasan Hewan – Ada berbagai jenis hewan, mulai dari mamalia, ikan, reptil, unggas, atau amfibi yang bisa hidup di darat dan air. Nah, kalau dilihat, amfibi adalah hewan yang unik, teman-teman, karena bisa hidup di dua keadaan yang berbeda, yaitu di darat dan air. Apakah kamu masih ingat macam-macam alat pernapasan yang dimiliki hewan?

Kemungkinan besar kamu bisa menyebutkan bahwa hewan mamalia bernapas dengan paru-paru, ikan dengan insang, serangga menggunakan trakea, dan sebagainya. Fakta-fakta sederhana itu sudah kita pelajari sejak sekolah dasar sehingga kamu pasti sudah mengetahuinya.

Tapi dunia hewan punya keanekaragaman yang selalu bisa mengejutkan kita. Ada banyak Daftar ID Poker 99 fakta unik soal sistem pernapasan hewan yang mungkin gak kamu sangka dan akan membuatmu kagum. Mau tahu apa saja? Ini dia fakta di antaranya.

Sejenis salamander bernapas hanya menggunakan kulitnya saja

Sementara pada hewan amfibi seperti katak dan salamander, pernapasan mereka biasanya menggunakan insang saat baru lahir dan berubah menjadi paru-paru saat sudah dewasa. Tapi salamander dari famili Plethodontidae memiliki keunikan tersendiri karena tidak memiliki paru-paru saat sudah dewasa.

Keunikan itu membuat salamander jenis ini biasa disebut salamander tak berparu-paru. Lalu mereka bernapas dengan apa? Dengan kulit dan membran mukus yang terletak di dalam mulut dan tenggorokannya. Dijelaskan laman Britannica, kulit salamander ini pun harus selalu basah supaya bisa menyerap oksigen.

Penyu loggerhead adalah hewan dengan kemampuan menahan napas terlama

Ada banyak lagi contoh hewan yang tidak mempunyai insang namun hidup di dalam air. Namun kebanyakan tidak bisa meniru cara yang dilakukan laba-laba air supaya bisa bernapas. Maka satu-satunya cara adalah mereka harus menahan napas saat sedang menyelam ke dalam air. Nah, hewan apakah yang mempunyai kemampuan menahan napas terlama?

Ternyata jawabannya adalah penyu loggerhead (Caretta caretta). Dilansir World Atlas, kura-kura ini mampu menyelam hingga lebih dari 10 jam! Mamalia pun ada yang mampu bertahan di dalam air hingga waktu lama, misalnya paus berparuh cuvier (Ziphius cavirostris) yang mampu menahan napas hingga dua jam lebih.

Banyak jenis ular hanya bernapas dengan satu paru-paru

Seperti mamalia, ular bernapas dengan paru-paru. Tapi paru-paru ular memiliki keunikan tersendiri. Kedua paru-paru ular punya posisi yang berbeda, yang satu lebih dekat kepala, yang lain lebih dekat ke ekor. Pada kebanyakan jenis ular, paru-paru yang berfungsi untuk bernapas hanya satu, yaitu yang lebih dekat ke kepala.

Sedangkan paru-paru yang satu lagi hanya berfungsi sebagai kantong udara. Kantong udara tersebut digunakan untuk bernapas pada saat ular sedang memangsa makanan yang besar, karena pada saat itu mereka tidak bisa menghirup oksigen dari luar. Sementara pada ular laut, kantong udara tersebut juga berfungsi untuk membantu mereka mengambang di air.

Itulah fakta unik tentang pernapasan hewan yang perlu kamu ketahui. Terbukti bahwa sistem pernapasan hewan sangat unik dan beranekaragam ya!

Kategori
Pets

Hewan Terancam Punah Kini Sudah Kembali Pulih

Sulit Dipercaya, Hewan Terancam Punah Ini Kini Sudah Kembali Pulih

Hewan Terancam Punah Kini Sudah Kembali Pulih – Satu juta spesies hewan dan tumbuhan diperkirakan terancam punah di seluruh belahan dunia. Sekitar 40% spesies amfibi, 33% spesies mamalia laut, dan 14% spesies burung menghadapi ancaman kepunahan massal. Meningkatnya penggundulan hutan, perubahan iklim, dan perburuan liar, membuat banyak hewan berada dalam bahaya.

Akibatnya, ada banyak sekali hewan yang kemudian masuk dalam spesies terancam punah atau bahkan telah punah. Tapi, berkat dilarangnya perburuan terhadap hewan yang dilindungi dan kerja keras para konservasionis, beberapa hewan yang mulanya terancam punah bisa pulih kembali jumlahnya. Lalu apa sajakah hewan terancam punah yang saat ini sudah kembali pulih jumlahnya? Yuk, Login Aplikasi IDN Poker simak penjelasannya di bawah ini.

Kura-kura raksasa Española Galapagos

Kura-kura raksasa Española Galapagos dapat kembali lagi ke pulau asalnya Española kembali setelah upaya konservasi untuk memperkenalkan mereka kembali ke habitat aslinya terbukti berhasil pada tahun 2014. Mulanya, pada tahun 1960-an, hanya tersisa 15 ekor raksasa lembut ini akibat adanya perburuan berlebihan dan perpindahan oleh spesies invasif yang berdampak pada populasi kura-kura ini.

Akibatnya menurut laman Galapagos Conservacy, para ilmuwan kemudian memutuskan untuk menangkap kura-kura yang tersisa guna melindungi mereka dan membiakkannya di penangkaran. Kemudian, pada tahun 1975, ilmuwan melepaskan keturunan pertama kembali ke pulau Española. Para peneliti melaporkan bahwa mereka sekarang berhasil berkembang biak sendiri.

Manate

Pada tahun 70-an, manate atau lembu laut pernah masuk dalam spesies yang terancam punah, dan populasi mereka di Florida hanya mencapai ratusan. Kemudian, pada pada tahun 2017, ada lebih dari 6.000 manate liar di perairan Floridian, menurut laman USA Today.

Akan tetapi, hal ini justru membuat banyak orang khawatir jika pemerintah berhenti melindungi manate. Manate sendiri adalah mamalia laut bertubuh besar yang ramah dan bergerak lamban. Dulunya mereka sering ditangkap untuk diambil bagian tubuhnya dan sering mati karena tertabrak perahu motor.

Paus bungkuk

Pada tahun 1970, pemerintah AS mendaftarkan semua paus bungkuk sebagai hewan terancam punah akibat adanya kegiatan perburuan paus komersial yang mengakibatkan berkurangnya jumlah paus bungkuk secara drastis.

Kemudian, setelah tinjauan ilmiah terhadap 14 populasi paus bungkuk yang ditentukan secara geografis, National Ocean and Atmospheric Administration (NOAA) pada tahun 2016, mempublikasikan bahwa sembilan dari populasi paus bungkuk telah pulih dengan sangat baik sehingga tidak lagi memerlukan perlindungan di bawah US Endangered Species Act.

Meskipun demikian, mereka masih dilindungi Undang-Undang Perlindungan Mamalia Laut.

Panda

Status panda diturunkan dari terancam punah menjadi rentan pada tahun 2016, setelah melalui upaya terkonsentrasi untuk melestarikan habitat mereka selama bertahun-tahun. Sekarang ada 67 habitat di China yang didedikasikan untuk menyediakan tempat tinggal yang aman bagi panda.

Menurut Worldwide Wildlife Fund (WWF), pemulihan panda menunjukkan bahwa ketika sains, tujuan politik, dan keterlibatan komunitas lokal bersatu, ini dapat menyelamatkan satwa liar dan juga meningkatkan keanekaragaman hayati.

Aligator Amerika

Tingginya tingkat perburuan dan hilangnya habitat membuat orang-orang zaman dulu menganggap bahwa populasi aligator Amerika tidak mungkin pulih. Hewan dianggap terancam punah bahkan sebelum Endangered Species Act ditetapkan menjadi undang-undang.

Tetapi setelah bertahun-tahun upaya perlindungan dan konservasi, aligator Amerika dihapus dari daftar hewan terancam punah pada tahun 1987. Bahkan, saat ini populasi aligator Amerika telah pulih secara menyeluruh sehingga perburuan sudah kembali diizinkan.

Demikianlah beberapa hewan yang pernah terancam punah tapi dapat pulih kembali. Walaupun begitu, bukan berarti sekarang semua hewan ini aman dari ancaman kepunahan. Tetap jaga lingkungan dan cegah perburuan liar agar habitat dan keberadaan hewan-hewan ini tetap aman.

Kategori
Pets

Hewan Unik yang Hidup di Arab Saudi

Hewan Unik yang Hidup di Arab Saudi, Ada Rubah Terkecil di Dunia

Hewan Unik yang Hidup di Arab Saudi – Bicara masalah Hewan saya mau membahas yakni hewan yang jarang di jumpai di Negara Arab sementara di negara lain atau di negara kita misalnya amat sangat banyak jumlahnya. Arab Saudi adalah salah satu negara Timur Tengah yang paling terkenal di dunia.

Khususnya bagi umat Muslim, karena negara ini dikenal sebagai tempat kelahiran Nabi Muhammad serta tempat munculnya agama Islam. Selain itu, Arab Saudi juga punya pengaruh luar biasa bagi dunia dalam hal ekspor minyak bumi dan perkembangan ilmu pengetahuan di masa lampau.

Kamu mungkin sudah download aplikasi idnplay terbaru tahu cukup banyak tentang negara ini. Bahkan kamu atau keluargamu mungkin sudah pernah datang ke negara ini. Tapi bagaimana dengan kehidupan alam liar di negara ini? Arab Saudi juga memiliki berbagai jenis satwa yang menakjubkan lho. Ini dia hewan di antaranya.

Kucing pasir

Tak hanya rubah, di Arab Saudi juga kita bisa menemukan hewan keluarga kucing yang sangat imut, yaitu kucing pasir (Felis margarita). Dilansir Treehugger, kucing pasir adalah satu-satunya spesies keluarga kucing yang menghabiskan seluruh hidupnya di gurun pasir yang panas. Maka jangan remehkan mereka, meski tampak imut, kucing ini sangat tangguh lho!

Kucing pasir adalah salah satu spesies kucing terkecil, dengan panjang hanya sekitar 50 cm dan berat hingga 3,6 kg. Tapi mereka sanggup bertahan hidup tanpa minum hingga beberapa minggu. Telinganya yang besar memiliki fungsi mirip seperti rubah fennec, dan telapak kaki mereka ditutupi bulu tebal untuk menahan panas. Keren!

Babun hamadyra

Meski tak banyak terdapat hutan di Arab Saudi, negara ini juga dihuni oleh beberapa jenis primata. Salah satunya babun hamadyra (Papio hamadryas). Dilansir Animalia, babun ini tersebar di Etiopia, Somalia, hingga Yaman dan Arab Saudi, sehingga menjadi spesies babun dengan persebaran paling jauh ke utara.

Babun hamadyra tidak hidup di hutan. Habitat mereka berupa stepa dan padang rumput yang dekat sumber air. Mereka hidup berkelompok yang bisa berisi hingga ratusan individu. Mereka merupakan omnivor, dan menggunakan gigi taringnya yang bisa mencapai empat cm, babun ini sanggup memangsa reptil, burung, bahkan mamalia sebesar antelop.

Viper gurun bertanduk

Sementara reptil yang menghuni Arab Saudi adalah berbagai jenis kadal dan ular yang mampu hidup di kawasan gurun yang gersang. Contohnya adalah viper gurun bertanduk (Cerastes cerastes). Sesuai namanya, ular ini punya ciri khas berupa tanduk kecil yang terdapat di atas kepalanya. Ular ini berukuran sedang dengan panjang mencapai 85 cm.

Viper gurun bertanduk memiliki persebaran dari Afrika Utara hingga ke Timur Tengah. Berhabitat di gurun pasir, ular ini bergerak dengan cara menyamping supaya tidak tertimbun pasir dan tubuhnya tidak harus terus bersentuhan dengan permukaan pasir yang panas. Ular ini berbisa, namun habitat mereka yang ekstrem membuat kasus gigitan ular ini jarang terjadi.

Rubah fennec

Lucu banget ya rubah yang satu ini! Rubah fennec (Vulpes zerda) adalah spesies terkecil dari famili Canidae alias keluarga anjing. Melansir laman National Geographic, ukuran hewan ini hanya sekitar 40 cm, ditambah ekor sepanjang 30 cm. Sementara berat mereka hanya berkisar 1,5 kg saja.

Yang paling mencolok dari rubah fennec adalah telinganya yang sangat besar. Panjang telinganya mencapai 15 cm, alias hampir setengah panjang tubunya. Fungsi telinga besarnya itu adalah untuk mendinginkan tubuhnya di tengah kondisi gurun yang panas. Selain itu, telinga sebesar itu mempermudah mereka mencari mangsa yang bersembunyi di dalam pasir.

Hyrax bebatuan

Hyrax bebatuan (Procavia capensis) memiliki penampilan yang mirip seperti guinea pig, tapi mereka sebenarnya bukan hewan pengerat. Mereka juga bukan kerabat kelinci atau sejenisnya, tapi memiliki ordo tersendiri yang disebut Hyracoidea. Yang mengejutkan, hewan yang kekerabatannya paling dekat dengan mereka adalah gajah!

Sesuai namanya, hyrax bebatuan hidup di kawasan pegunungan berbatu mulai dari Afrika hingga ke kawasan Timur Tengah. Laman San Diego Zoo menyebut bahwa mereka hidup dalam koloni yang bisa berisi hingga 50 individu. Hyrax adalah herbivor, dan makanan mereka mencakup rumput, daun, dan buah-buahan.

Elang verreaux

Arab Saudi juga menjadi rumah menjadi banyak jenis burung. Salah satu burung paling menakjubkan yang bisa kita lihat di negara ini adalah elang verreaux (Aquila verreauxii). Elang ini sebenarnya memiliki teritori di Afrika bagian selatan dan timur. Tapi mereka juga bisa ditemukan di Arab Saudi dan Yaman.

Elang verreaux memiliki ukuran yang besar. Laman Oiseaux Birds menyebut bahwa panjang mereka mencapai 90 cm, bentang sayap 2 meter, dan berat hingga 5,8 kg. Pada musim kawin, elang verreaux jantan akan memamerkan atraksi terbang akrobatik untuk menarik perhatian betina. Mangsa favorit elang ini adalah hyrax bebatuan, tapi mereka juga makan kelinci, reptil, dan burung kecil.

Enam hewan di atas adalah beberapa contoh hewan unik yang hidup di Arab Saudi. Kalau beruntung, kamu mungkin bisa melihat mereka secara langsung saat berkunjung ke sana suatu hari nanti. Gimana, kamu tertarik?

Kategori
Pets

Hewan Unik yang Memiliki Janggut

Hewan Unik yang Memiliki Janggut, Termasuk Kadal Lho

Hewan Unik yang Memiliki Janggut – Hampir semua mamalia memiliki jenggot yang tertata rapi dalam baris dan kolom  di pipi mereka. Para ilmuwan telah memperlihatkan bahwa hewan laut seperti anjing laut dapat menggunakan janggut mereka untuk melacak arus air.

Jika kamu ditanya, hewan apa yang berjanggut? Kemungkinan besar yang langsung terlintas di benakmu adalah kambing. Itu memang benar, karena kambing terkenal sebagai hewan yang memiliki janggut. Beberapa jenis kambing bahkan memiliki janggut panjang yang tampak keren, misalnya download aplikasi idnplay terbaru markhor.

Tapi hewan yang memiliki janggut tentu bukan hanya kambing. Hewan berikut ini juga memiliki janggut, dan beberapa di antaranya mungkin sama sekali gak kamu sangka. Ini dia hewan tersebut.

Saki berjanggut

Primata lain yang berpenampilan unik karena berjanggut adalah saki berjanggut. Hewan ini terdiri dari 5 spesies yang tergabung dalam genus Chiropotes, dan semuanya memiliki ciri khas berupa janggut yang lebat dan membulat. Gambar di atas adalah foto salah satu spesies saki berjanggut, yaitu saki berjanggut punggung merah (Chiropotes chiropotes).

Selain janggutnya, penampilan monyet ini juga semakin unik karena rambut di kepalanya yang bergaya seperti belah tengah. Plus, mereka memiliki ekor yang panjang dan berambut lebat pula. Dilansir Britannica, semua spesies saki berjanggut hidup di Amerika Selatan.

Barbet berjanggut

Bahkan burung pun ada yang memiliki janggut, yaitu burung barbet berjanggut (Lybius dubius). Selain memiliki janggut, penampilan burung asal Afrika ini unik dengan leher pendek, kepala besar, dan ekor yang relatif pendek. Mereka adalah pemakan buah dan merupakan hewan yang berperan penting dalam persebaran biji-bijian.

Tamarin kaisar berjanggut

Tamarin kaisar berjanggut (Saguinus imperator subgrisescens) adalah subspesies dari tamarin kaisar, jenis primata unik yang hidup di Hutan Amazon. Sesuai namanya, tamarin ini memiliki janggut berwarna putih di dagunya. Mereka berbeda dengan subspesies tamarin kaisar yang satu lagi, yaitu tamarin kaisar berdagu hitam yang tidak memiliki janggut.

Tamarin ini berukuran panjang tubuh sekitar 25 cm ditambah ekor kira-kira 37 cm. Seperti bisa kamu lihat di gambar, yang lebih menonjol dari tamarin ini sebenarnya bukan janggutnya, tapi kumisnya. Konon, nama tamarin kaisar diberikan pada mereka karena kumisnya mirip dengan kumis Kaisar Willem II, kaisar Jerman pada tahun 1888-1918.

Babi berjanggut

Tak hanya primata, babi pun ada yang berjanggut. Babi berjanggut terdiri dari 2 spesies, yaitu babi berjanggut kalimantan (Sus barbatus) dan babi berjanggut palawan (Sus ahoenobarbus). Kedua jenis babi tersebut memiliki ciri berupa rambut lebat di atas moncong serta dagunya.

Babi berjanggut memiliki ukuran yang cukup besar. Panjangnya sekitar 1,6 meter dan berat hingga 150 kg. Namun menurut laman Animal Diversity sebenarnya mereka memiliki perawakan yang paling langsing di antara semua spesies babi. Oleh penduduk lokal, babi berjanggut sering dijadikan sumber makanan karena cukup mudah diburu.

Naga berjanggut

Terakhir, ada naga berjanggut, sejenis kadal yang tergabung dalam genus Pogona dan terdiri dari sekitar delapan spesies. Tak seperti hewan-hewan yang kita bahas tadi, kadal ini sebenarnya tidak memiliki janggut berupa rambut. Tapi mereka disebut naga berjanggut karena memiliki duri-duri kecil di dagunya yang seperti janggut.

Dilansir National Geographic, naga berjanggut terdistribusi di sebagian besar wilayah Australia. Meski disebut naga, kadal ini sebenarnya lembut dan bahkan sering dijadikan hewan peliharaan. Namun naga berjanggut jantan khususnya bisa bersikap agresif terhadap sesama pejantan karena mereka termasuk hewan yang teritorial.

Itulah hewan unik selain kambing yang memiliki janggut. Kalau menurutmu, yang mana yang penampilannya paling unik?

Kategori
Pets

Hewan Berukuran Besar Ini Tak Berbahaya

Sering Dikira Buas, Hewan Berukuran Besar Ini Jinak & Tak Berbahaya

Hewan Berukuran Besar Ini Tak Berbahaya – Tidak selamanya, hewan yang berwajah “seram” itu berbahaya. Sebagian, justru bisa menjadi teman yang menyenangkan.

Dunia hewan memang kompleks dan penuh dengan kompetisi. Umumnya, kebanyakan orang menganggap bahwa hewan berukuran besar adalah predator buas yang banyak memangsa hewan-hewan lainnya bahkan mengancam bagi manusia. Sebaliknya, hewan berukuran kecil adalah hewan lemah yang sering menjadi mangsa.

Padahal realitanya tidaklah selalu demikian. Banyak IDNPlay Deposit Pulsa 10000 hewan berukuran kecil yang ternyata sangat mematikan. Dan banyak juga hewan berukuran besar yang ternyata jinak dan tidak berbahaya. Seperti hewan berikut ini yang memiliki ukuran tubuh besar dan sering dikira buas, padahal sebenarnya tidaklah berbahaya.

Gharial

Gharial memiliki visual yang seperti buaya tetapi memiliki moncong yang panjang dan sempit. Karena kemiripan fisik di antara keduanya, banyak yang mengira bahwa gharial dapat memakan hewan berukuran besar, bahkan manusia.

Padahal, gharial memiliki rahang tipis yang rapuh dan tidak mampu memakan hewan besar. Jadi, gharial bertahan hidup dengan berburu ikan kecil, katak, dan serangga, bahkan gharial cenderung menghindari manusia.

Sayangnya, hewan yang mirip seperti buaya versi jinak ini termasuk spesies yang terancam punah, menurut IUCN Red List.

Ikan pari manta

Dilansir dari laman Oceana, ikan pari manta merupakan spesies ikan pari terbesar di dunia. Raksasa laut ini sering disebut sebagai “devilfish” dan dapat tumbuh setinggi 29 kaki serta memiliki rasio otak ke tubuh terbesar dari semua jenis hiu dan pari.

Walaupun memiliki ukuran tubuh yang besar, pari manta adalah pemakan filter yang memakan mangsa terkecil. Juga, tidak seperti ikan pari pada umumnya, pari manta tidak memiliki alat penyengat, jadi penyelam tidak perlu takut akan pari ini.

Manate

Manate atau lembu laut adalah raksasa laut yang lembut, dan menghabiskan hari-hari dengan tidur dan makan. Manate hanya makan tumbuhan, karena hewan ramah ini adalah herbivora. Makhluk besar ini adalah hewan yang ramah, dan bahkan menggunakan bahasa tubuh, seperti memeluk dan mencium untuk menyapa dan berkomunikasi satu sama lain. Hewan yang ramah dan jinak ini tidak memiliki mangsa dan tidak membahayakan makhluk lain. Ini mungkin menjadi alasan mengapa dalam tradisi Afrika Barat, manate dianggap suci, dan membunuh seekor manate membutuhkan penebusan.

Dilansir dari laman National Geographic, manate bergerak lambat yang sering berada di perairan pesisir dan sungai. Karenanya, mereka rentan menjadi sasaran pemburu yang mencari kulit, minyak, dan tulang manate. Jumlah manate menurun sepanjang abad terakhir, yang sebagian besar dikarenakan aktivitas perburuan. Selain itu, binatang ini sering secara tidak sengaja tertabrak perahu motor di perairan yang lebih ramai, dan terkadang terjerat dalam jaring ikan.

Hiu penjemur

Melihat hiu yang dapat membuka mulutnya lebar-lebar, mungkin kamu mengira hiu bisa saja memakan manusia. Tapi tidak seperti spesies hiu karnivora lainnya, hiu penjemur atau basking sharks tidaklah berbahaya.

Dilansir dari laman The Wildlife Trust, hiu spesies ini lebih suka memakan zooplankton dan akan mengunyah daging ikan lainnya maupun manusia. Sayangnya, spesies hiu raksasa nan lembut ini terancam punah.

Walabi

Walabi merupakan hewan peliharaan yang semakin populer di negara asalnya, yaitu Australia. Walabi terlihat seperti versi mini dari kanguru, walaupun begitu, tetap saja hewan ini tergolong besar ukurannya sebagai hewan peliharaan.

Untungnya, dilansir dari laman The Spruce Pers, hewan ini berperilaku baik. Kendati demikian, pemilik harus telaten dan siap jika ingin menjadikan walabi sebagai hewan peliharaan. Hewan berkantung ini membutuhkan halaman yang luas dan aman untuk berlarian dan bermain.

Walabi juga memiliki perilaku alami yang cenderung jorok, seperti mengeluarkan air liur, menjilati kaki, dan mengeluarkan makanan. Jadi, penting bagi pemilik walabi untuk memaklumi perilaku hewan ini yang mungkin ‘menyusahkan’.

Gajah afrika

Loxodonta africana atau yang lebih sering disebut sebagai gajah afrika, merupakan salah satu raksasa alam yang lembut. Gajah afrika adalah hewan darat terbesar di dunia. Mamalia ini memiliki ukuran tubuh yang sedikit lebih besar dari gajah asia dan dapat dikenali dari telinga mereka yang lebih besar, sedangkan gajah asia memiliki telinga yang lebih kecil dan bulat.

Dilansir dari laman World Wildlife, kehadiran gajah afrika membantu mempertahankan habitat yang sesuai untuk banyak spesies lainnya. Di hutan Afrika tengah, hingga 30 persen spesies pohon mungkin membutuhkan bantuan gajah untuk penyebaran dan perkecambahan. Mereka memainkan peran penting dalam membentuk habitat mereka karena dampaknya yang sangat besar terhadap faktor-faktor mulai dari air tawar hingga tutupan hutan.

Sayangnya, karena habitat gajah afrika menyusut dan populasi manusia berkembang, manusia dan gajah semakin sering melakukan kontak dan bermusuhan satu sama lain. Misalnya, karena habitatnya semakin sempit, gajah jadi sering masuk ke pekarangan dan merusak tanaman di sana.

Nah, ternyata tidak semua binatang berukuran besar dan berwajah menyeramkan adalah hewan buas dan berbahaya. Contohnya hewan-hewan di atas yang berukuran besar tapi jinak dan tidak berbahaya.