Kategori
Pets

Fakta Unik Pernapasan Hewan

Fakta Unik Pernapasan Hewan, Ada Ikan yang Bernapas dengan Paru-Paru

Fakta Unik Pernapasan Hewan – Ada berbagai jenis hewan, mulai dari mamalia, ikan, reptil, unggas, atau amfibi yang bisa hidup di darat dan air. Nah, kalau dilihat, amfibi adalah hewan yang unik, teman-teman, karena bisa hidup di dua keadaan yang berbeda, yaitu di darat dan air. Apakah kamu masih ingat macam-macam alat pernapasan yang dimiliki hewan?

Kemungkinan besar kamu bisa menyebutkan bahwa hewan mamalia bernapas dengan paru-paru, ikan dengan insang, serangga menggunakan trakea, dan sebagainya. Fakta-fakta sederhana itu sudah kita pelajari sejak sekolah dasar sehingga kamu pasti sudah mengetahuinya.

Tapi dunia hewan punya keanekaragaman yang selalu bisa mengejutkan kita. Ada banyak Daftar ID Poker 99 fakta unik soal sistem pernapasan hewan yang mungkin gak kamu sangka dan akan membuatmu kagum. Mau tahu apa saja? Ini dia fakta di antaranya.

Sejenis salamander bernapas hanya menggunakan kulitnya saja

Sementara pada hewan amfibi seperti katak dan salamander, pernapasan mereka biasanya menggunakan insang saat baru lahir dan berubah menjadi paru-paru saat sudah dewasa. Tapi salamander dari famili Plethodontidae memiliki keunikan tersendiri karena tidak memiliki paru-paru saat sudah dewasa.

Keunikan itu membuat salamander jenis ini biasa disebut salamander tak berparu-paru. Lalu mereka bernapas dengan apa? Dengan kulit dan membran mukus yang terletak di dalam mulut dan tenggorokannya. Dijelaskan laman Britannica, kulit salamander ini pun harus selalu basah supaya bisa menyerap oksigen.

Penyu loggerhead adalah hewan dengan kemampuan menahan napas terlama

Ada banyak lagi contoh hewan yang tidak mempunyai insang namun hidup di dalam air. Namun kebanyakan tidak bisa meniru cara yang dilakukan laba-laba air supaya bisa bernapas. Maka satu-satunya cara adalah mereka harus menahan napas saat sedang menyelam ke dalam air. Nah, hewan apakah yang mempunyai kemampuan menahan napas terlama?

Ternyata jawabannya adalah penyu loggerhead (Caretta caretta). Dilansir World Atlas, kura-kura ini mampu menyelam hingga lebih dari 10 jam! Mamalia pun ada yang mampu bertahan di dalam air hingga waktu lama, misalnya paus berparuh cuvier (Ziphius cavirostris) yang mampu menahan napas hingga dua jam lebih.

Banyak jenis ular hanya bernapas dengan satu paru-paru

Seperti mamalia, ular bernapas dengan paru-paru. Tapi paru-paru ular memiliki keunikan tersendiri. Kedua paru-paru ular punya posisi yang berbeda, yang satu lebih dekat kepala, yang lain lebih dekat ke ekor. Pada kebanyakan jenis ular, paru-paru yang berfungsi untuk bernapas hanya satu, yaitu yang lebih dekat ke kepala.

Sedangkan paru-paru yang satu lagi hanya berfungsi sebagai kantong udara. Kantong udara tersebut digunakan untuk bernapas pada saat ular sedang memangsa makanan yang besar, karena pada saat itu mereka tidak bisa menghirup oksigen dari luar. Sementara pada ular laut, kantong udara tersebut juga berfungsi untuk membantu mereka mengambang di air.

Itulah fakta unik tentang pernapasan hewan yang perlu kamu ketahui. Terbukti bahwa sistem pernapasan hewan sangat unik dan beranekaragam ya!

Kategori
Pets

Hewan dengan Jumlah Migrasi Terbesar di Dunia

Libatkan Jutaan Ekor, Hewan dengan Jumlah Migrasi Terbesar di Dunia

Hewan dengan Jumlah Migrasi Terbesar di Dunia – Migrasi hewan terbesar di bumi masih terjadi di Maasai Mara, Kenya. Tetapi pandemi Corona membuatnya berbeda. Pindah rumah jadi sesuatu yang biasa bagi manusia. Tapi manusia bukan satu-satunya makhluk hidup yang suka pindah rumah.

Selain manusia, para hewan juga suka melakukan hal yang sama. Bahkan jika pun menetap, tidak jarang para hewan ini melakukan migrasi ke tempat lain setiap tahunnya. Sama seperti Poker IDNPlay Deposit Dana kebanyakan manusia, para hewan juga membawa seluruh anggota keluarganya pindah ketika melakukan migrasi ke tempat lain.

Nah, berikut ini hewan dengan jumlah migrasi terbesar di dunia!

Gajah

Sri Lanka merupakan tempat tinggal bagi populasi gajah terbesar di Asia. Dan sama seperti gajah di benua lainnya, gajah di Sri Lanka juga melakukan migrasi. Terhitung sekitar 300 gajah di seluruh wilayah Sri Lanka melakukan perjalanan menuju ke Taman Nasional Minneriya untuk mendapatkan pasokan makanan.

Bukan hanya untuk mendapat makanan, pertemuan yang dikenal dengan nama ‘The Gathering’ oleh para turis ini juga dimanfaatkan para gajah untuk bersosialisasi dan kawin. Biasanya migrasi dilakukan sebelum musim kemarau datang.

Para gajah akan tinggal di Minneriya dari bulan Juli dan pulang ke habitatnya masing-masing pada bulan Oktober.

Hiu paus

Ternyata bukan hanya hewan darat yang melakukan perjalanan jauh, hewan laut seperti hiu paus pun melakukan hal yang sama. Lebih dari 800 hiu paus memulai migrasi dari berbagai tempat di dunia pada akhir musim semi, dan menempuh perjalanan sepanjang 7.200 km menuju ke lepas pantai Pulau Holbox di pesisir utara Semenanjung Yucatan, Meksiko.

Di Semenanjung Yucatan para hiu paus berkumpul dan tinggal selama lima bulan dari Mei hingga September sebelum berenang kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing.

Kupu-kupu raja

Tidak semua hewan mampu bertahan di udara dingin. Ketika musim dingin tiba, para hewan ini lebih memilih untuk bermigrasi ke tempat yang lebih hangat. Pilihan yang sama juga dilakukan oleh kupu-kupu raja yang tinggal di wilayah Kanada dan Amerika Utara.

Sebanyak 300 juta kupu-kupu raja menempuh perjalanan sejauh 3.000 mil ke pegunungan Anguangeo dan Valle de Bravo di Meksiko yang memiliki suhu lebih hangat.

Penguin kaisar

Jika kebanyakan hewan pergi migrasi untuk menghindari cuaca dingin, maka penguin kaisar pergi migrasi untuk mencari lokasi yang tepat untuk menetaskan telur mereka. Biasanya migrasi penguin kaisar dimulai pada awal musim semi di bulan Februari. Pada bulan ini, sekitar 200 ribu pasang penguin akan pergi ke daratan di belahan Bumi bagian selatan.

Pada bulan Juni, para betina akan menetaskan telur sebelum pergi untuk mencari makan. Selama betina sibuk mencari makan, para pejantan akan mengerami telur di bawah kaki mereka selama 65 hari hingga menetas dan betina kembali. Penguin kaisar sendiri baru kembali ke Antartika pada awal musim panas bersama anak-anak mereka.

Rusa kutub besar

Setiap tahunnya terdapat 1,5 juta rusa kutub besar yang melakukan migrasi dari Taman Nasional Serengeti di Tanzania ke Cagar Alam Maasai Mara di Kenya untuk mendapatkan rumput hijau. Untuk menyaksikan pemandangan hebat ini, yang perlu kamu lakukan adalah berkunjung ke Kenya pada bulan Juli hingga Oktober.

Di bulan-bulan tersebut, kamu bisa menyaksikan puluhan ribu rusa kutub besar melintasi Sungai Mara yang penuh bahaya.

Kelelawar buah

Migrasi kelelawar buah merupakan salah satu migrasi hewan terbesar yang pernah ada. Setiap tahunnya ada lebih dari 10 juta kelelawar buah yang melakukan migrasi. Dimulai dari hutan hujan Kongo pada awal Oktober, para kelelawar terbang sejauh 2.000 km ke Taman Nasional Kasangka di Zambia untuk mendapatkan buah-buahan. Migrasi sendiri berlangsung selama 90 hari, dan berakhir pada bulan Desember.

Zebra

Sejauh ini, migrasi terbesar yang dilakukan oleh kawanan zebra terjadi di Botswana, di mana ada ribuan zebra melakukan perjalanan sejauh 1.000 km. Perjalanan dimulai dari Taman Nasional Chobe di Botswana Utara pada musim kemarau di bulan Juli menuju Taman Nasional Nxai Pan di bagian timur.

Dengan jarak 250 km, perjalanan Chobe-Nxai Pan sebenarnya hanya membutuhkan waktu 15 sampai 30 hari. Yang lama adalah perjalanan pulang dari Nxai Pan ke Chobe, karena kawanan zebra ini lebih memilih melewati jalur lain sejauh 800 km.

Burung bangau berleher hitam

Bisa dibilang, burung bangau leher hitam adalah salah satu hewan yang beruntung karena tinggal di tempat-tempat yang indah dunia. Burung bangau jenis ini menghabiskan musim panasnya di dataran tinggi Tibet di mana mereka berkembang biak.

Lalu ketika musim dingin segera tiba di akhir Oktober, lebih dari 300 ekor bangau ini memutuskan untuk mengungsi ke tempat yang hangat di Lembah Phobjikha, Bhutan.

See, ternyata bukan hanya manusia yang suka pindah rumah. Hewan-hewan ternyata juga melakukan hal yang sama setiap tahunnya!

Kategori
Pets

Hewan Terancam Punah Kini Sudah Kembali Pulih

Sulit Dipercaya, Hewan Terancam Punah Ini Kini Sudah Kembali Pulih

Hewan Terancam Punah Kini Sudah Kembali Pulih – Satu juta spesies hewan dan tumbuhan diperkirakan terancam punah di seluruh belahan dunia. Sekitar 40% spesies amfibi, 33% spesies mamalia laut, dan 14% spesies burung menghadapi ancaman kepunahan massal. Meningkatnya penggundulan hutan, perubahan iklim, dan perburuan liar, membuat banyak hewan berada dalam bahaya.

Akibatnya, ada banyak sekali hewan yang kemudian masuk dalam spesies terancam punah atau bahkan telah punah. Tapi, berkat dilarangnya perburuan terhadap hewan yang dilindungi dan kerja keras para konservasionis, beberapa hewan yang mulanya terancam punah bisa pulih kembali jumlahnya. Lalu apa sajakah hewan terancam punah yang saat ini sudah kembali pulih jumlahnya? Yuk, Login Aplikasi IDN Poker simak penjelasannya di bawah ini.

Kura-kura raksasa Española Galapagos

Kura-kura raksasa Española Galapagos dapat kembali lagi ke pulau asalnya Española kembali setelah upaya konservasi untuk memperkenalkan mereka kembali ke habitat aslinya terbukti berhasil pada tahun 2014. Mulanya, pada tahun 1960-an, hanya tersisa 15 ekor raksasa lembut ini akibat adanya perburuan berlebihan dan perpindahan oleh spesies invasif yang berdampak pada populasi kura-kura ini.

Akibatnya menurut laman Galapagos Conservacy, para ilmuwan kemudian memutuskan untuk menangkap kura-kura yang tersisa guna melindungi mereka dan membiakkannya di penangkaran. Kemudian, pada tahun 1975, ilmuwan melepaskan keturunan pertama kembali ke pulau Española. Para peneliti melaporkan bahwa mereka sekarang berhasil berkembang biak sendiri.

Manate

Pada tahun 70-an, manate atau lembu laut pernah masuk dalam spesies yang terancam punah, dan populasi mereka di Florida hanya mencapai ratusan. Kemudian, pada pada tahun 2017, ada lebih dari 6.000 manate liar di perairan Floridian, menurut laman USA Today.

Akan tetapi, hal ini justru membuat banyak orang khawatir jika pemerintah berhenti melindungi manate. Manate sendiri adalah mamalia laut bertubuh besar yang ramah dan bergerak lamban. Dulunya mereka sering ditangkap untuk diambil bagian tubuhnya dan sering mati karena tertabrak perahu motor.

Paus bungkuk

Pada tahun 1970, pemerintah AS mendaftarkan semua paus bungkuk sebagai hewan terancam punah akibat adanya kegiatan perburuan paus komersial yang mengakibatkan berkurangnya jumlah paus bungkuk secara drastis.

Kemudian, setelah tinjauan ilmiah terhadap 14 populasi paus bungkuk yang ditentukan secara geografis, National Ocean and Atmospheric Administration (NOAA) pada tahun 2016, mempublikasikan bahwa sembilan dari populasi paus bungkuk telah pulih dengan sangat baik sehingga tidak lagi memerlukan perlindungan di bawah US Endangered Species Act.

Meskipun demikian, mereka masih dilindungi Undang-Undang Perlindungan Mamalia Laut.

Panda

Status panda diturunkan dari terancam punah menjadi rentan pada tahun 2016, setelah melalui upaya terkonsentrasi untuk melestarikan habitat mereka selama bertahun-tahun. Sekarang ada 67 habitat di China yang didedikasikan untuk menyediakan tempat tinggal yang aman bagi panda.

Menurut Worldwide Wildlife Fund (WWF), pemulihan panda menunjukkan bahwa ketika sains, tujuan politik, dan keterlibatan komunitas lokal bersatu, ini dapat menyelamatkan satwa liar dan juga meningkatkan keanekaragaman hayati.

Aligator Amerika

Tingginya tingkat perburuan dan hilangnya habitat membuat orang-orang zaman dulu menganggap bahwa populasi aligator Amerika tidak mungkin pulih. Hewan dianggap terancam punah bahkan sebelum Endangered Species Act ditetapkan menjadi undang-undang.

Tetapi setelah bertahun-tahun upaya perlindungan dan konservasi, aligator Amerika dihapus dari daftar hewan terancam punah pada tahun 1987. Bahkan, saat ini populasi aligator Amerika telah pulih secara menyeluruh sehingga perburuan sudah kembali diizinkan.

Demikianlah beberapa hewan yang pernah terancam punah tapi dapat pulih kembali. Walaupun begitu, bukan berarti sekarang semua hewan ini aman dari ancaman kepunahan. Tetap jaga lingkungan dan cegah perburuan liar agar habitat dan keberadaan hewan-hewan ini tetap aman.

Kategori
Pets

Lihat Hewan Marsupial Ketika Liburan ke Australia

Ingin Berlibur ke Australia? Jangan Lupa Lihat Hewan Marsupial Ini!

Lihat Hewan Marsupial Ketika Liburan ke Australia – Australia memang identik dengan hewan Kanguru. Bahkan, di sana ada satu pulau yang populasi Kangurunya lebih banyak dibandingkan dengan populasi manusia. Sudah sejak lama Australia dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Letak geografi yang unik, bangunan-bangunan keren, hingga keanekaragaman hayati dari negara yang satu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang sedang berkunjung.

Dari segi situs idn poker asia kekayaan alam, Australia adalah salah satu tempat dimana kita bisa menemukan hewan-hewan unik dan tentunya tidak ditemukan di belahan dunia lain, lho. Salah satunya adalah hewan-hewan marsupial atau hewan yang memiliki kantung pada tubuhnya.

Nah, diantara banyaknya hewan-hewan endemik di Australia, penulis akan menyajikan hewan marsupial yang harus kamu lihat ketika sedang berkunjung ke Australia. Penasaran, kan? Yuk langsung simak artikel berikut ini!

Koala

Koala juga merupakan hewan marsupial asal Australia yang sudah populer ke seluruh penjuru dunia. Si pemalas satu ini bisa menghabiskan waktu hingga 18 jam hanya untuk tidur di atas batang pohon.

Dikutip dari laman World Wildlife Fund, koala tidak perlu minum untuk memenuhi kebutuhan air dalam tubuhnya. Sebab makanan utama mereka, daun eucaliptus, sudah memenuhi kebutuhan itu. Uniknya lagi, nama koala dalam bahasa Aborigin berarti “tidak minum”, lho.

Oh iya, mereka juga termasuk hewan yang sangat pilih-pilih makan. Kendati makanan utamanya adalah daun eucaliptus, mereka masih memilih jenis daun eucaliptus mana yang akan mereka makan. Selain itu, mereka juga cenderung memilih daun yang berada di atas pohon dimana kandungan air dan nurtrisinya paling banyak dibanding dauh bagian bawah..

Wombat

Wombat merupakan satu-satunya hewan di dunia yang memiliki kotoran berbentuk kotak. Mereka berukuran cukup besar dengan perawakan yang nampak sangat gumpal. Mereka biasanya menggali tanah di daerah padang rumput sebagai tempat berlindung dari predator.

Dilansir dari laman National Geographic, wombat memiliki sepasang gigi seri yang nampak mirip seperti hewan pengerat. Gigi seri tersebut tidak pernah berhenti tumbuh sepanjang hidup wombat. Untuk perawatan sekaligus pengecekan kondisi gigi seri tersebut, biasanya mereka akan mengunyah tumbuhan-tumbuhan dengan tekstur keras.

Sayangnya, mereka sering berkonflik dengan manusia lantaran tanah galian dari wombat sering merusak tanah petani maupun peternak sehingga sering dianggap sebagai hama. Akibatnya, mereka menjadi target buruan oleh manusia.

Kanguru

Hewan yang menjadi ikon Australia ini dikenal berkat kaki besar dan cara bergerak yang unik, yaitu dengan melompat-lompat. Fungsi kantung pada kangguru utamanya adalah sebagai tempat anaknya berlindung lantaran anak kangguru selalu lahir prematur dengan panjang tubuh tak lebih dari 2 cm dengan bobot sekitar 1 gram saja.

Menurut laman Britannica, bagian-bagian tubuh seperti kaki belakang yang besar sekaligus kuat, ekor panjang, serta tangan yang gesit mereka manfaatkan untuk beberapa hal. Bagi penjantan, bagian tubuh tersebut sangat penting ketika musim kawin sebagai ajang menunjukkan dominasi dari pejantan lain agar menarik betinanya.

Sedangkan secara umum, peran anggota tubuh tersebut dapat digunakan untuk melindungi diri hingga melawan balik predator yang mencoba mendekat.

Tasmanian devil

Hewan yang pernah diangkat menjadi tokoh kartun ini merupakan predator marsupial terbesar di dunia dengan panjang mampu mencapai 76 cm dengan bobot 12 kg. Sesuai dengan namanya, Tasmanian devil dapat dijumpai di pulau Tasmania. Akan tetapi, sebenarnya dulu mereka dapat dijumpai di banyak tempat di Australia.

Menurut laman National Geographic, kata devils” pada hewan ini mereka dapatkan dari orang-orang Eropa setelah menyaksikan gigi-gigi, serangan, hingga geraman-geraman menakutkan dari hewan ini. Hal tersebut tentunya sejalan dengan sifat agresif yang dimiliki mereka ketika terancam, berebut makanan, hingga memperjuangkan pasangannya.

Fakta lain dari Tasmanian devil adalah kemampuan reproduksinya yang dapat menyentuh angka fantastis. Mereka mampu melahirkan hingga 50 ekor anak dalam satu kali periode kehamilan. Akan tetapi, sayangnya hanya 4 dari 50 anak saja yang dapat bertahan hingga dewasa lantaran si induk hanya memiliki 4 buah puting susu untuk anaknya.

Possum

Meskipun terdengar mirip, ternyata possum dengan opossum itu hewan yang berbeda, lho. Opossum biasanya mengacu pada hewan dengan genus didelphis yang seluruhnya dijumpai di Amerika Utara dan Amerika Selatan. Sedangkan possum adalah hewan dengan genus phalangeriformes yang dijumpai di Australia, Indonesia, hingga Papua Nugini.

Menurut laman National Geographic, salah satu jenis possum, yaitu brushtail possum memiliki fakta mengejutkan dalam usia kehamilannya. Mereka diketahui hanya membutuhkan masa kehamilan selama 16 hari saja sebelum melahirkan dan meletakkan anaknya di kantungnya.

Selain itu, ternyata possum memiliki saudara yang sama-sama memiliki genus phalangeriformes, yaitu spesies gliders. Mereka merupakan hewan marsupial yang mengembangkan lipatan kulit di antara tangan dan kakinya yang digunakan untuk terbang.

Nah, itu dia jenis marsupial yang wajib banget untuk dilihat jika sedang berkunjung ke Australia. Di antara hewan marsupial yang ada di daftar ini, hewan mana yang sudah atau belum pernah kamu lihat sebelumnya?

Kategori
Pets

Hewan Punya Peran Penting Menjaga Bumi

Harus Dijaga, Ini Hewan yang Punya Peran Penting dalam Menjaga Bumi

Hewan Punya Peran Penting Menjaga Bumi – Semua yang ada di muka bumi memiliki perannya masing-masing. Tidak ada satu pun makhluk yang diciptakan tanpa alasan. Keberadaan tiap makhluk diperlukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Sebagai makhluk yang berakal, manusia dituntut untuk terus melakukan upaya guna menjaga kelangsungan hidup di Bumi.

Tetapi bagi hewan, menjaga Bumi sudah menjadi tugas sejak dulu dan setiap hari. Sebenarnya, ada banyak sekali poker deposit linkaja binatang yang memiliki jasa besar dalam menjaga Bumi, dan karenanya, sangat penting untuk menjaga populasi mereka. Inilah hewan-hewan yang memiliki peran penting dalam menjaga Bumi.

Berang-berang

Berang-berang pada mulanya dianggap sebagai hama dan pernah hampir punah di tahun 1800-an. Untungnya, saat ini jumlah berang-berang telah pulih kembali dan aktivis memperkenalkan kembali hewan-hewan tersebut ke bagian alam yang membutuhkan sedikit pengaturan.

Ternyata, perilaku menggerogoti dan membendung berang-berang memiliki banyak manfaat bagi Bumi, menurut laman The Atlantic. Hewan-hewan ini membantu mencegah banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan. Selain itu, berang-berang dapat mengatur saluran air yang sangat membantu ikan dan dapat menangkis beberapa efek perubahan iklim.

Hiu

Hiu mungkin dianggap sebagai predator yang menakutkan. Tetapi, di balik kesan menakutkan tersebut, hiu berperan dalam menjaga keseimbangan kehidupan samudra. Menurut laman Oceana, hiu memakan ikan yang lemah, tua, dan sakit, yang mencegah penyebaran penyakit di antara kehidupan laut.

Hiu juga membantu keanekaragaman hayati dan memperkuat lungkang gen. Efek ini baik ke organisme sederhana seperti alga, yang jika tidak dikendalikan dapat membuat perubahan yang menghancurkan di Bumi.

Gajah

Gajah adalah salah satu spesies hewan paling cerdas di Bumi. Hewan bertubuh besar ini tidak hanya memiliki emosi yang kuat, tetapi juga memainkan peran kunci dalam lingkungan. Dikutip dari laman Save The Elephants, gajah menggunakan taringnya untuk menggali air selama cuaca kering. Tindakan ini menyediakan air untuk hewan lain di habitat bersama mereka.

Gajah juga membuat celah di vegetasi hutan saat mereka makan, ini menciptakan ruang bagi tanaman baru untuk tumbuh dan bagi hewan yang lebih kecil untuk menemukan jalur baru melalui hutan.

Lebah

Earthwatch Institute menyatakan lebah sebagai spesies hidup terpenting bagi planet bumi. Tapi yang memprihatinkan, lebah termasuk dalam daftar spesies yang terancam punah saat ini.

Menurut laman Science Times, studi menunjukkan bahwa penurunan dramatis 90 persen populasi lebah dalam beberapa tahun terakhir. Penyebab utamanya adalah karena penggundulan hutan, penggunaan pestisida, atau kurangnya bunga.

Lebah termasuk makhluk terpenting di bumi karena 70 persen pertanian dunia bergantung secara eksklusif pada lebah. Tanpa kerja keras lebah dalam melakukan penyerbukan, banyak tanaman yang tidak akan bisa berkembang biak.

Untuk melindungi makhluk kecil yang berperan penting bagi tanaman ini, kita perlu segera melarang penggunaan pestisida, memantau kesehatan lebah dengan cermat, dan mempromosikan area pertanian yang sepenuhnya alami.

Kelelawar

Kelelawar dianggap sebagai makhluk yang menakutkan bagi sebagian orang, padahal kelelawar berperan penting dalam menyelamatkan Bumi. Hewan nokturnal ini sangat ahli dalam membunuh segala jenis serangga, dan makan hingga ratusan jam. Nafsu makan ini membantu mengendalikan populasi serangga dan melindungi tanaman, menurut laman VOA.

Kelelawar juga membantu dalam terobosan medis. Air liur mereka digunakan untuk membantu penderita stroke, sementara kemampuan ekolokasi mereka sedang dipelajari untuk membantu para tunanetra. Bat guano, yang didapat dari kotoran kelelawar memang memiliki bau yang busuk, tetapi bat guano adalah salah satu pupuk terbaik untuk menjaga tanaman agar terus berkembang.

Burung

Burung melakukan banyak hal untuk menjaga Bumi. Menurut laman One Green Planet, dari penyebaran benih hingga penyerbukan tanaman, semuanya dilakukan oleh burung. Burung juga membantu pengendalian hama serangga dengan memakan serangga kecil dan membantu aerasi tanah dengan cara menggali dengan cakar mereka. Burung juga berperan dalam pembusukan hutan dan bertindak sebagai bioindikator ekosistem.

Wah, ternyata hewan memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan Bumi. Tidak bisa dibayangkan apa jadinya jika hewan-hewan ini lenyap dari muka Bumi. Untuk itu, yuk bantu jaga lingkungan agar hewan-hewan tidak punah dan dapat terus menjaga Bumi.

Kategori
Pets

Hewan Unik yang Hidup di Arab Saudi

Hewan Unik yang Hidup di Arab Saudi, Ada Rubah Terkecil di Dunia

Hewan Unik yang Hidup di Arab Saudi – Bicara masalah Hewan saya mau membahas yakni hewan yang jarang di jumpai di Negara Arab sementara di negara lain atau di negara kita misalnya amat sangat banyak jumlahnya. Arab Saudi adalah salah satu negara Timur Tengah yang paling terkenal di dunia.

Khususnya bagi umat Muslim, karena negara ini dikenal sebagai tempat kelahiran Nabi Muhammad serta tempat munculnya agama Islam. Selain itu, Arab Saudi juga punya pengaruh luar biasa bagi dunia dalam hal ekspor minyak bumi dan perkembangan ilmu pengetahuan di masa lampau.

Kamu mungkin sudah download aplikasi idnplay terbaru tahu cukup banyak tentang negara ini. Bahkan kamu atau keluargamu mungkin sudah pernah datang ke negara ini. Tapi bagaimana dengan kehidupan alam liar di negara ini? Arab Saudi juga memiliki berbagai jenis satwa yang menakjubkan lho. Ini dia hewan di antaranya.

Kucing pasir

Tak hanya rubah, di Arab Saudi juga kita bisa menemukan hewan keluarga kucing yang sangat imut, yaitu kucing pasir (Felis margarita). Dilansir Treehugger, kucing pasir adalah satu-satunya spesies keluarga kucing yang menghabiskan seluruh hidupnya di gurun pasir yang panas. Maka jangan remehkan mereka, meski tampak imut, kucing ini sangat tangguh lho!

Kucing pasir adalah salah satu spesies kucing terkecil, dengan panjang hanya sekitar 50 cm dan berat hingga 3,6 kg. Tapi mereka sanggup bertahan hidup tanpa minum hingga beberapa minggu. Telinganya yang besar memiliki fungsi mirip seperti rubah fennec, dan telapak kaki mereka ditutupi bulu tebal untuk menahan panas. Keren!

Babun hamadyra

Meski tak banyak terdapat hutan di Arab Saudi, negara ini juga dihuni oleh beberapa jenis primata. Salah satunya babun hamadyra (Papio hamadryas). Dilansir Animalia, babun ini tersebar di Etiopia, Somalia, hingga Yaman dan Arab Saudi, sehingga menjadi spesies babun dengan persebaran paling jauh ke utara.

Babun hamadyra tidak hidup di hutan. Habitat mereka berupa stepa dan padang rumput yang dekat sumber air. Mereka hidup berkelompok yang bisa berisi hingga ratusan individu. Mereka merupakan omnivor, dan menggunakan gigi taringnya yang bisa mencapai empat cm, babun ini sanggup memangsa reptil, burung, bahkan mamalia sebesar antelop.

Viper gurun bertanduk

Sementara reptil yang menghuni Arab Saudi adalah berbagai jenis kadal dan ular yang mampu hidup di kawasan gurun yang gersang. Contohnya adalah viper gurun bertanduk (Cerastes cerastes). Sesuai namanya, ular ini punya ciri khas berupa tanduk kecil yang terdapat di atas kepalanya. Ular ini berukuran sedang dengan panjang mencapai 85 cm.

Viper gurun bertanduk memiliki persebaran dari Afrika Utara hingga ke Timur Tengah. Berhabitat di gurun pasir, ular ini bergerak dengan cara menyamping supaya tidak tertimbun pasir dan tubuhnya tidak harus terus bersentuhan dengan permukaan pasir yang panas. Ular ini berbisa, namun habitat mereka yang ekstrem membuat kasus gigitan ular ini jarang terjadi.

Rubah fennec

Lucu banget ya rubah yang satu ini! Rubah fennec (Vulpes zerda) adalah spesies terkecil dari famili Canidae alias keluarga anjing. Melansir laman National Geographic, ukuran hewan ini hanya sekitar 40 cm, ditambah ekor sepanjang 30 cm. Sementara berat mereka hanya berkisar 1,5 kg saja.

Yang paling mencolok dari rubah fennec adalah telinganya yang sangat besar. Panjang telinganya mencapai 15 cm, alias hampir setengah panjang tubunya. Fungsi telinga besarnya itu adalah untuk mendinginkan tubuhnya di tengah kondisi gurun yang panas. Selain itu, telinga sebesar itu mempermudah mereka mencari mangsa yang bersembunyi di dalam pasir.

Hyrax bebatuan

Hyrax bebatuan (Procavia capensis) memiliki penampilan yang mirip seperti guinea pig, tapi mereka sebenarnya bukan hewan pengerat. Mereka juga bukan kerabat kelinci atau sejenisnya, tapi memiliki ordo tersendiri yang disebut Hyracoidea. Yang mengejutkan, hewan yang kekerabatannya paling dekat dengan mereka adalah gajah!

Sesuai namanya, hyrax bebatuan hidup di kawasan pegunungan berbatu mulai dari Afrika hingga ke kawasan Timur Tengah. Laman San Diego Zoo menyebut bahwa mereka hidup dalam koloni yang bisa berisi hingga 50 individu. Hyrax adalah herbivor, dan makanan mereka mencakup rumput, daun, dan buah-buahan.

Elang verreaux

Arab Saudi juga menjadi rumah menjadi banyak jenis burung. Salah satu burung paling menakjubkan yang bisa kita lihat di negara ini adalah elang verreaux (Aquila verreauxii). Elang ini sebenarnya memiliki teritori di Afrika bagian selatan dan timur. Tapi mereka juga bisa ditemukan di Arab Saudi dan Yaman.

Elang verreaux memiliki ukuran yang besar. Laman Oiseaux Birds menyebut bahwa panjang mereka mencapai 90 cm, bentang sayap 2 meter, dan berat hingga 5,8 kg. Pada musim kawin, elang verreaux jantan akan memamerkan atraksi terbang akrobatik untuk menarik perhatian betina. Mangsa favorit elang ini adalah hyrax bebatuan, tapi mereka juga makan kelinci, reptil, dan burung kecil.

Enam hewan di atas adalah beberapa contoh hewan unik yang hidup di Arab Saudi. Kalau beruntung, kamu mungkin bisa melihat mereka secara langsung saat berkunjung ke sana suatu hari nanti. Gimana, kamu tertarik?

Kategori
Pets

Hewan Unik yang Memiliki Janggut

Hewan Unik yang Memiliki Janggut, Termasuk Kadal Lho

Hewan Unik yang Memiliki Janggut – Hampir semua mamalia memiliki jenggot yang tertata rapi dalam baris dan kolom  di pipi mereka. Para ilmuwan telah memperlihatkan bahwa hewan laut seperti anjing laut dapat menggunakan janggut mereka untuk melacak arus air.

Jika kamu ditanya, hewan apa yang berjanggut? Kemungkinan besar yang langsung terlintas di benakmu adalah kambing. Itu memang benar, karena kambing terkenal sebagai hewan yang memiliki janggut. Beberapa jenis kambing bahkan memiliki janggut panjang yang tampak keren, misalnya download aplikasi idnplay terbaru markhor.

Tapi hewan yang memiliki janggut tentu bukan hanya kambing. Hewan berikut ini juga memiliki janggut, dan beberapa di antaranya mungkin sama sekali gak kamu sangka. Ini dia hewan tersebut.

Saki berjanggut

Primata lain yang berpenampilan unik karena berjanggut adalah saki berjanggut. Hewan ini terdiri dari 5 spesies yang tergabung dalam genus Chiropotes, dan semuanya memiliki ciri khas berupa janggut yang lebat dan membulat. Gambar di atas adalah foto salah satu spesies saki berjanggut, yaitu saki berjanggut punggung merah (Chiropotes chiropotes).

Selain janggutnya, penampilan monyet ini juga semakin unik karena rambut di kepalanya yang bergaya seperti belah tengah. Plus, mereka memiliki ekor yang panjang dan berambut lebat pula. Dilansir Britannica, semua spesies saki berjanggut hidup di Amerika Selatan.

Barbet berjanggut

Bahkan burung pun ada yang memiliki janggut, yaitu burung barbet berjanggut (Lybius dubius). Selain memiliki janggut, penampilan burung asal Afrika ini unik dengan leher pendek, kepala besar, dan ekor yang relatif pendek. Mereka adalah pemakan buah dan merupakan hewan yang berperan penting dalam persebaran biji-bijian.

Tamarin kaisar berjanggut

Tamarin kaisar berjanggut (Saguinus imperator subgrisescens) adalah subspesies dari tamarin kaisar, jenis primata unik yang hidup di Hutan Amazon. Sesuai namanya, tamarin ini memiliki janggut berwarna putih di dagunya. Mereka berbeda dengan subspesies tamarin kaisar yang satu lagi, yaitu tamarin kaisar berdagu hitam yang tidak memiliki janggut.

Tamarin ini berukuran panjang tubuh sekitar 25 cm ditambah ekor kira-kira 37 cm. Seperti bisa kamu lihat di gambar, yang lebih menonjol dari tamarin ini sebenarnya bukan janggutnya, tapi kumisnya. Konon, nama tamarin kaisar diberikan pada mereka karena kumisnya mirip dengan kumis Kaisar Willem II, kaisar Jerman pada tahun 1888-1918.

Babi berjanggut

Tak hanya primata, babi pun ada yang berjanggut. Babi berjanggut terdiri dari 2 spesies, yaitu babi berjanggut kalimantan (Sus barbatus) dan babi berjanggut palawan (Sus ahoenobarbus). Kedua jenis babi tersebut memiliki ciri berupa rambut lebat di atas moncong serta dagunya.

Babi berjanggut memiliki ukuran yang cukup besar. Panjangnya sekitar 1,6 meter dan berat hingga 150 kg. Namun menurut laman Animal Diversity sebenarnya mereka memiliki perawakan yang paling langsing di antara semua spesies babi. Oleh penduduk lokal, babi berjanggut sering dijadikan sumber makanan karena cukup mudah diburu.

Naga berjanggut

Terakhir, ada naga berjanggut, sejenis kadal yang tergabung dalam genus Pogona dan terdiri dari sekitar delapan spesies. Tak seperti hewan-hewan yang kita bahas tadi, kadal ini sebenarnya tidak memiliki janggut berupa rambut. Tapi mereka disebut naga berjanggut karena memiliki duri-duri kecil di dagunya yang seperti janggut.

Dilansir National Geographic, naga berjanggut terdistribusi di sebagian besar wilayah Australia. Meski disebut naga, kadal ini sebenarnya lembut dan bahkan sering dijadikan hewan peliharaan. Namun naga berjanggut jantan khususnya bisa bersikap agresif terhadap sesama pejantan karena mereka termasuk hewan yang teritorial.

Itulah hewan unik selain kambing yang memiliki janggut. Kalau menurutmu, yang mana yang penampilannya paling unik?

Kategori
Pets

Fakta Gigi Hewan Ini Akan Mengejutkanmu

Tak Diduga, Fakta Gigi Hewan Ini Akan Mengejutkanmu

Fakta Gigi Hewan Ini Akan Mengejutkanmu – Tahukah Anda berapa banyak gigi yang akan Anda miliki seumur hidup? Hewan mana yang paling mirip dengan gigi Anda? Dan tahukah Anda apa bahan sikat gigi pertama?

Secara umum, IDNPlay Deposit Pulsa 10000 fungsi gigi adalah untuk memotong dan menghancurkan makanan supaya mudah untuk ditelan dan dicerna. Manusia mempunyai 32 gigi yang terdiri dari gigi seri, taring, premolar, dan geraham yang memiliki fungsi masing-masing. Tetapi, bagaimana dengan gigi hewan?

Ternyata, gigi hewan mempunyai ukuran, bentuk, jumlah, dan fungsi yang unik. Bahkan, ada yang digunakan sebagai alat proteksi diri. Mau tahu, hewan apa sajakah itu?

Siput

Tak disangka, hewan sekecil ini punya jumlah gigi yang fantastis. Siput taman memiliki sekitar 14.000 gigi berukuran mikroskopis, sementara spesies lain mempunyai lebih dari 20.000 gigi. FYI, gigi siput tersusun dalam barisan di lidahnya.

Anehnya, gigi siput tidak digunakan untuk mengunyah. Melainkan untuk mengiris makanan, lalu menyobeknya saat melewati lidah, laman Jungle Roots menjelaskan.

Yang lebih mengejutkan, gigi siput air (disebut sebagai limpet) adalah bahan biologis terkuat di bumi! Bahkan, mengalahkan kekuatan titanium. Sulit dipercayai, tetapi ini nyata.

Narwhal

Percayakah kamu kalau tanduk narwhal sebenarnya adalah gigi? Ini ditegaskan lewat nama ilmiahnya, yakni Monodon monoceros, yang dalam bahasa Yunani berarti “satu gigi satu tanduk”. Tanduknya bisa tumbuh hingga 8 kaki atau 2,4 meter.

Umumnya, tanduk ini dimiliki oleh narwhal jantan. Tetapi, kadang betina pun memilikinya. Ilmuwan pun menduga-duga kegunaan tanduknya. Ada yang bilang untuk mendeteksi suara, mengatur suhu, atau menangkis predator. Manakah yang benar?

Tetapi, menurut studi berjudul “Sensory Ability in the Narwhal Tooth Organ System” yang dipublikasikan di The Anatomical Record pada tahun 2014, tanduk ini adalah organ yang sensitif dan berfungsi untuk merasakan perubahan salinitas air.

Kuda

Bagaimana cara menebak usia kuda? Caranya adalah dengan melihat gusinya. Semakin bertambahnya usia, gusi kuda menyusut dan memperlihatkan gigi mereka.

Trivia menarik lainnya adalah kuda tidak merasakan nyeri saraf saat giginya dicabut. Mengapa? Ini karena letak sarafnya berakhir di dekat garis gusi, jelas laman I Heart Horses.

Hampir mirip dengan hewan pengerat, gigi kuda terus tumbuh sepanjang hidupnya. Bedanya, gigi kuda tidak tumbuh secepat hewan pengerat dan mereka tidak mengunyah benda-benda keras untuk mengikis giginya.

Paus biru

Hewan terbesar di dunia ini justru tidak memiliki gigi! Ini pengaruh dari makanan utamanya, sejenis udang kecil yang disebut krill.

Untuk menangkap krill, paus biru menggunakan filter seperti bulu yang bernama baleen. Fungsinya untuk menyisir atau menyaring makanan sekaligus air. Lalu, paus biru akan membuang airnya.

Dilansir dari website resmi University of California, Santa Barbara, paus biru memiliki 270-395 baleen di kedua sisi rahang mereka. Baleen terlihat seperti gigi yang tipis, panjang, dan berwarna kekuningan.

Hiu

Kamu mengira gigi hiu kuat? Ternyata, tidak terlalu. Gigi hiu justru mudah rontok karena tidak memiliki akar. Beberapa jenis hiu bisa kehilangan banyak giginya dalam waktu singkat. Tetapi, gigi yang hilang bisa diganti dengan yang baru dengan mudah.

Salah satu hiu dengan jumlah gigi terbanyak adalah hiu banteng. Tak tanggung-tanggung, hiu ini memiliki 350 gigi pada satu waktu! Saat masih di dalam kandungan pun hiu sudah mempunyai gigi dan digunakan untuk memakan saudaranya sendiri.

Kelinci, tupai, dan hewan pengerat lain

Apa yang menakjubkan dari gigi kelinci, tupai, dan hewan pengerat lain? Gigi mereka tidak pernah berhenti tumbuh! Tepatnya, sepasang gigi atas dan bawah yang tidak memiliki akar dan tidak berhenti tumbuh.

Untuk mencegah giginya tumbuh, hewan pengerat sering menggertakkan gigi. Caranya melakukan ini mirip seperti menggunakan batu asah untuk mengasah pisau.

Selain menggertakkan gigi, cara lain untuk menghentikan pertumbuhan gigi adalah dengan mengunyah makanan keras, seperti kacang-kacangan dan kulit kayu.

Kuda Nil

Kuda Nil memang herbivora dan suka berendam di air seharian. Walau terlihat seperti hewan yang malas, jangan meremehkan mereka. Giginya sangat besar, kuat, dan gigitannya bisa menyebabkan cedera serius. Jangan coba-coba mendekat jika masih ingin selamat!

Beberapa giginya sangat tajam dan bisa tumbuh hingga 51 cm. Kuda Nil juga bisa membuka mulutnya lebar-lebar hingga 150 derajat. Kuda Nil menunjukkan mulut dan gigi yang kuat setiap kali merasa terancam, seperti memasuki teritori mereka atau berada terlalu dekat dengan anak-anaknya.

Kuda Nil tak segan bertarung dengan siapa saja, bahkan dengan manusia sekalipun. Menurut laman Tampa Bay Times, kuda Nil menewaskan 500 orang per tahun di Afrika.

Jerapah

Coba kamu perhatikan baik-baik. Kamu akan menyadari bahwa jerapah tidak punya gigi depan atas! Jumlah giginya sama seperti manusia, yakni 32 gigi. Namun, kebanyakan giginya terletak di bagian belakang mulut.

Lantas, bagaimana cara jerapah makan? Mereka akan menggunakan bibir dan lidahnya yang panjang untuk menggapai daun dan ranting. Lalu, makanannya akan digiling dengan gigi belakang.

Lumba-lumba

Kamu bisa menebak usia lumba-lumba dari giginya. Gigi lumba-lumba memiliki cincin yang menunjukkan usia mereka. Mirip dengan pohon, di mana kita bisa mengetahui usianya dari lingkaran atau cincin yang ada di batang pohon.

Walau giginya permanen, tetapi tidak digunakan untuk mengunyah, lho! Mengapa? Lumba-lumba menelan makanannya utuh karena mereka tidak punya otot di rahang.

Ternyata, giginya dipakai untuk mengoyak mangsa! Contohnya seperti lumba-lumba hidung botol. Mereka punya 80-100 gigi yang digunakan untuk meraih, menggenggam, dan mengamankan mangsanya.

Nah, itulah gigi hewan yang paling unik dengan fungsinya masing-masing. Semoga bisa menambah wawasan, ya!

Kategori
Pets

Hewan Berukuran Besar Ini Tak Berbahaya

Sering Dikira Buas, Hewan Berukuran Besar Ini Jinak & Tak Berbahaya

Hewan Berukuran Besar Ini Tak Berbahaya – Tidak selamanya, hewan yang berwajah “seram” itu berbahaya. Sebagian, justru bisa menjadi teman yang menyenangkan.

Dunia hewan memang kompleks dan penuh dengan kompetisi. Umumnya, kebanyakan orang menganggap bahwa hewan berukuran besar adalah predator buas yang banyak memangsa hewan-hewan lainnya bahkan mengancam bagi manusia. Sebaliknya, hewan berukuran kecil adalah hewan lemah yang sering menjadi mangsa.

Padahal realitanya tidaklah selalu demikian. Banyak IDNPlay Deposit Pulsa 10000 hewan berukuran kecil yang ternyata sangat mematikan. Dan banyak juga hewan berukuran besar yang ternyata jinak dan tidak berbahaya. Seperti hewan berikut ini yang memiliki ukuran tubuh besar dan sering dikira buas, padahal sebenarnya tidaklah berbahaya.

Gharial

Gharial memiliki visual yang seperti buaya tetapi memiliki moncong yang panjang dan sempit. Karena kemiripan fisik di antara keduanya, banyak yang mengira bahwa gharial dapat memakan hewan berukuran besar, bahkan manusia.

Padahal, gharial memiliki rahang tipis yang rapuh dan tidak mampu memakan hewan besar. Jadi, gharial bertahan hidup dengan berburu ikan kecil, katak, dan serangga, bahkan gharial cenderung menghindari manusia.

Sayangnya, hewan yang mirip seperti buaya versi jinak ini termasuk spesies yang terancam punah, menurut IUCN Red List.

Ikan pari manta

Dilansir dari laman Oceana, ikan pari manta merupakan spesies ikan pari terbesar di dunia. Raksasa laut ini sering disebut sebagai “devilfish” dan dapat tumbuh setinggi 29 kaki serta memiliki rasio otak ke tubuh terbesar dari semua jenis hiu dan pari.

Walaupun memiliki ukuran tubuh yang besar, pari manta adalah pemakan filter yang memakan mangsa terkecil. Juga, tidak seperti ikan pari pada umumnya, pari manta tidak memiliki alat penyengat, jadi penyelam tidak perlu takut akan pari ini.

Manate

Manate atau lembu laut adalah raksasa laut yang lembut, dan menghabiskan hari-hari dengan tidur dan makan. Manate hanya makan tumbuhan, karena hewan ramah ini adalah herbivora. Makhluk besar ini adalah hewan yang ramah, dan bahkan menggunakan bahasa tubuh, seperti memeluk dan mencium untuk menyapa dan berkomunikasi satu sama lain. Hewan yang ramah dan jinak ini tidak memiliki mangsa dan tidak membahayakan makhluk lain. Ini mungkin menjadi alasan mengapa dalam tradisi Afrika Barat, manate dianggap suci, dan membunuh seekor manate membutuhkan penebusan.

Dilansir dari laman National Geographic, manate bergerak lambat yang sering berada di perairan pesisir dan sungai. Karenanya, mereka rentan menjadi sasaran pemburu yang mencari kulit, minyak, dan tulang manate. Jumlah manate menurun sepanjang abad terakhir, yang sebagian besar dikarenakan aktivitas perburuan. Selain itu, binatang ini sering secara tidak sengaja tertabrak perahu motor di perairan yang lebih ramai, dan terkadang terjerat dalam jaring ikan.

Hiu penjemur

Melihat hiu yang dapat membuka mulutnya lebar-lebar, mungkin kamu mengira hiu bisa saja memakan manusia. Tapi tidak seperti spesies hiu karnivora lainnya, hiu penjemur atau basking sharks tidaklah berbahaya.

Dilansir dari laman The Wildlife Trust, hiu spesies ini lebih suka memakan zooplankton dan akan mengunyah daging ikan lainnya maupun manusia. Sayangnya, spesies hiu raksasa nan lembut ini terancam punah.

Walabi

Walabi merupakan hewan peliharaan yang semakin populer di negara asalnya, yaitu Australia. Walabi terlihat seperti versi mini dari kanguru, walaupun begitu, tetap saja hewan ini tergolong besar ukurannya sebagai hewan peliharaan.

Untungnya, dilansir dari laman The Spruce Pers, hewan ini berperilaku baik. Kendati demikian, pemilik harus telaten dan siap jika ingin menjadikan walabi sebagai hewan peliharaan. Hewan berkantung ini membutuhkan halaman yang luas dan aman untuk berlarian dan bermain.

Walabi juga memiliki perilaku alami yang cenderung jorok, seperti mengeluarkan air liur, menjilati kaki, dan mengeluarkan makanan. Jadi, penting bagi pemilik walabi untuk memaklumi perilaku hewan ini yang mungkin ‘menyusahkan’.

Gajah afrika

Loxodonta africana atau yang lebih sering disebut sebagai gajah afrika, merupakan salah satu raksasa alam yang lembut. Gajah afrika adalah hewan darat terbesar di dunia. Mamalia ini memiliki ukuran tubuh yang sedikit lebih besar dari gajah asia dan dapat dikenali dari telinga mereka yang lebih besar, sedangkan gajah asia memiliki telinga yang lebih kecil dan bulat.

Dilansir dari laman World Wildlife, kehadiran gajah afrika membantu mempertahankan habitat yang sesuai untuk banyak spesies lainnya. Di hutan Afrika tengah, hingga 30 persen spesies pohon mungkin membutuhkan bantuan gajah untuk penyebaran dan perkecambahan. Mereka memainkan peran penting dalam membentuk habitat mereka karena dampaknya yang sangat besar terhadap faktor-faktor mulai dari air tawar hingga tutupan hutan.

Sayangnya, karena habitat gajah afrika menyusut dan populasi manusia berkembang, manusia dan gajah semakin sering melakukan kontak dan bermusuhan satu sama lain. Misalnya, karena habitatnya semakin sempit, gajah jadi sering masuk ke pekarangan dan merusak tanaman di sana.

Nah, ternyata tidak semua binatang berukuran besar dan berwajah menyeramkan adalah hewan buas dan berbahaya. Contohnya hewan-hewan di atas yang berukuran besar tapi jinak dan tidak berbahaya.

Kategori
Pets

Ternyata Hewan Ini Berbeda dengan yang Lainnya

Sering Salah Kira, Ternyata Hewan Ini Berbeda dengan yang Lainnya

Ternyata Hewan Ini Berbeda dengan yang Lainnya – Kamu mungkin pernah melihat hewan yang memiliki kemiripan, misalnya saja anjing dan serigala. Namun ternyata dua binatang itu sangat berbeda, bahkan jenis binatang yang sangat bertolak belakang.

Keanekaragaman alam yang tersebar di seluruh penjuru dunia memang menyimpan berbagai fakta menarik yang pastinya bakal membuat siapa pun takjub setelah mengetahuinya.

Salah satu hal menarik dari Daftar IDN Poker keanekaragaman alam tersebut adalah banyaknya jenis hewan yang mirip dengan hewan lain, padahal sebenarnya mereka berbeda jenis. Tentunya kemiripan tersebut membuat kebanyakan orang kesulitan membedakan hewan-hewan tersebut dan malah menyebabkan kebingungan tersendiri.

Nah, di antara banyaknya hewan-hewan yang nampak mirip dengan hewan lain, penulis akan merangkumkan hewan yang sekilas nampak mirip dengan hewan lain, padahal sebenarnya mereka berbeda. Dijamin, kalian pun pasti akan kesulitan untuk membedakan hewan-hewan ini ketika pertama kali melihatnya. Penasaran? Yuk simak artikel berikut ini!

Singa laut dengan anjing laut

Jika dilihat sekilas, sulit membedakan mana singa laut dan anjing laut. Padahal kedua hewan ini memiliki cukup banyak perbedaan mulai dari anatomi tubuh hingga perilakunya.

Menurut laman Britannica, perbedaan anatomi tubuh antara kedua hewan ini terletak pada telinga dan sirip di tubuhnya. Singa laut memiliki telinga luar yang menonjol di kepalanya, sedangkan anjing laut tidak memilikinya. Singa laut juga memiliki sirip yang lebih panjang sehingga mereka bisa berjalan ketika di darat, sedangkan anjing laut punya sirip yane lebih pendek sehingga membuatnya harus melompat-lompat dengan perut ketika berada di daratan.

Untuk perilakunya, singa laut cenderung lebih berisik sebab mereka berkomunikasi dengan gonggongan atau bunyi keras, sedangkan anjing laut hanya mendengus lembut untuk berkomunikasi.

Hyena dengan anjing

Pertama kali melihat hyena, pikiran kita mungkin akan langsung mengatakan bahwa mereka merupakan hewan yang masih berkerabat dekat dengan anjing. Sebab, perawakan dari hyena memang benar-benar menyerupai seekor anjing.

Akan tetapi, menurut laman National Geographic, meskipun perawakannya mirip seperti anjing, hyena justru memiliki relasi lebih dekat dengan keluarga kucing. Akan tetapi, bukan berarti mereka sejenis kucing. Hyena memiliki keluarga sendiri yang disebut Hyaeninae sehingga mereka merupakan hewan yang terpisah dari anjing dan kucing.

Hyena juga memiliki cara hidup yang unik di mana mereka berkelompok dalam jumlah besar dan kelompok itu dipimpin oleh betina yang dominan. Selain itu, kekuatan gigi mereka juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Gigi-gigi dari hyena bahkan mampu menghancurkan tulang-tulang dari mangsanya, lho!

Jaguar dengan macan tutul

Sama-sama bertotol dan hidup menyendiri membuat banyak orang mengira kalau jaguar dan macan tutul adalah hewan yang sama. Padahal, terdapat banyak perbedaan di antara keduanya.

Dilansir dari laman signalherp.com, perbedaan utama dari keduanya adalah ukuran jaguar jauh lebih besar dari macan tutul. Taring dari jaguar juga jauh lebih besar dan kuat dari saudaranya.

Bentuk totol dari keduanya pun berbeda. Totol pada jaguar lebih sedikit, namun lebih besar dan menyerupai kelopak bunga, sedangkan totol dari macan tutul lebih rapat dan banyak jumlahnya. Selain itu, jaguar hanya ditemukan di Amerika Selatan, sedangkan macan tutul tersebar di sejumlah negara di benua Afrika dan Asia.

Aligator dengan buaya

Memiliki perawakan yang benar-benar mirip menjadi alasan mengapa masih banyak orang yang kesulitan untuk membedakan aligator dengan buaya. Padahal jika diamati dengan saksama, penampilan kedua hewan ini sebenarnya sangat berbeda, lho.

Dilansir dari laman Britannica, moncong pada aligator berbentuk huruf “U”, sedangkan buaya lebih berbentuk “V”. Selain itu, jika moncongnya sedang menutup, gigi dari aligator akan tersembunyi dan nampak seperti tersenyum, sedangkan pada buaya akan tetap terlihat dan nampak garang.

Warna tubuh keduanya pun berbeda. Aligator berwarna lebih gelap atau kehitaman, sedangkan buaya lebih berwarna hijau zaitun atau kecokelatan. Untuk perilakunya sendiri, aligator cenderung lebih pasif jika dibandingkan dengan buaya yang lebih agresif.

Kera dengan monyet

Kedua hewan cerdas yang satu ini pun tak jarang dianggap hewan yang sama. Kendati demikian, terdapat cukup banyak perbedaan mencolok antara kera dengan monyet.

Menurut laman Britannica, perbedaan mendasar dari keduanya adalah kera tidak memiliki ekor, sedangkan kebanyakan spesies monyet memilikinya. Umumnya kera memiliki dada yang lebih lebar dan berukuran tubuh lebih besar ketimbang monyet. Kera juga memiliki sendi bahu yang berfungsi untuk berayun di antara dahan, sedangkan monyet lebih memilih berlari diantara dahan ketimbang berayun.

Ditambah lagi, kera selain lebih cerdas juga memiliki kecenderungan untuk menggunakan alat bantu untuk beraktivitas ketimbang monyet. Terakhir, kera hanya terdiri atas beberapa spesies saja, sedangkan monyet tersebar menjadi ratusan spesies berbeda.

Sekilas nampak mirip, padahal sebenarnya mereka itu berbeda. Apakah sebelumnya kamu masih sering salah mengira hewan-hewan di atas sebagai hewan lain? Kalau begitu, setelah melihat artikel ini jangan sampai salah lagi untuk membedakan mereka, ya!