Kategori
Pets

Hewan yang Jago Menyamar Jadi Hewan Lain

Hewan yang Jago Menyamar Jadi Hewan Lain, Bikin Terkecoh!

Hewan yang Jago Menyamar Jadi Hewan Lain – Untuk bertahan hidup atau berburu mangsa, sebagian hewan dibekali dengan kemampuan kamuflase atau mengelabui. Dengan kemampuannya itu, mereka sulit dibedakan oleh predator atau mangsanya.

Hewan selalu punya kemampuan unik untuk bisa bertahan hidup. Salah satu kemampuan unik tersebut adalah menyamar menjadi hewan lain. Baik untuk berburu maupun untuk mengelabui predator, banyak hewan yang terkenal sebagai Poker Deposit Pulsa 10000 jagoan dalam urusan menyamar.

Bukan hanya penampilan, beberapa hewan juga bisa berpura-pura jadi hewan lain dengan meniru suaranya. Hewan apa saja yang punya kemampuan hebat itu? Ini dia enam hewan di antaranya.

Ngengat elang

Ngengat elang adalah sebutan untuk ngengat yang tergabung dalam keluarga Sphingidae. Mereka terdiri dari sekitar 1.400 spesies dan mereka terkenal jago menyamar. Bukan ketika sudah dewasa, melainkan ketika masih berwujud larva alias ulat.

National Geographic menjelaskan bahwa ulat ngengat elang mampu menyamar menjadi mirip ular pada saat terancam. Caranya, mereka akan menggembungkan bagian depan tubuhnya supaya tampak seperti kepala. Lalu, mereka juga mengatur pola warna kuning, putih, dan hitam di tubuhnya supaya terlihat seperti corak ular. Hasilnya adalah seperti gambar di atas. Mirip, kan?

Margay

Margay (Leopardus wiedii) adalah sejenis kucing liar yang hidup di Amerika Tengah dan Selatan. Mereka hidup di pepohonan dan berburu burung maupun monyet. Namun, cara berburu mereka terbilang tak biasa sekaligus cerdik dan menakjubkan.

Margay ternyata bisa meniru suara bayi monyet tamarin sehingga menarik perhatian tamarin dewasa untuk mendekat. Setelah itu, margay pun akan menyergap untuk memangsa si tamarinNational Geographic menyebut bahwa bisa jadi, strategi meniru suara mangsa itu juga digunakan oleh kucing besar seperti jaguar dan puma.

Gurita penyamar

Namanya saja gurita penyamar (Thaumoctopus mimicus), sudah jelas bahwa gurita ini jagonya menyamar. Namun, mereka bukan menyamar jadi batu atau seperti lingkungannya, tapi jadi hewan lain. Bukan cuma satu, mereka bisa menyamar jadi beberapa hewan!

Laman Nature menyebut bahwa gurita endemik Indonesia ini bisa menyamar jadi ular laut, udang, kepiting, ubur-ubur, lionfish, dan lain-lain. Bukan sekadar penampilannya, tapi juga gerak-geriknya. Ketika menyamar jadi ular laut, misalnya, mereka bisa meniru gerakan ular dengan salah satu tentakelnya.

Tujuan mereka menyamar umumnya adalah melindungi diri. Ketika diganggu oleh ikan damselfish, mereka akan menyamar jadi ular laut karena damselfish takut pada ular laut. Sementara, saat berjalan di dasar samudra, mereka biasanya menyamar jadi ikan sebelah, sejenis ikan pipih yang beracun. Cerdas banget, ya!

Ngengat harimau

Ngengat yang satu ini juga bisa menyamar jadi hewan lain untuk mengelabui predator. Bedanya, mereka bukan meniru penampilan, tapi suara. Yap, ngengat harimau (famili Arctiidae) bisa meniru suara yang dikeluarkan oleh ngengat lain untuk menipu kelelawar supaya tidak mau memangsanya.

Menurut National Geographic, ngengat harimau meniru suara yang dikeluarkan oleh ngengat beracun, misalnya ngengat tawon polkadot (Syntomeida epilais). Kelelawar yang mendengar suaranya pun jadi terkecoh dan menghindari ngengat harimau tersebut meskipun sebenarnya mereka gak berbahaya. Benar-benar cerdik!

Drongo ekor garpu

Satu lagi hewan yang jago meniru suara hewan lain adalah drongo ekor garpu (Dicrurus adsimilis). Bukan hanya satu, BBC menyebut bahwa burung ini bisa meniru sekitar 45 spesies hewan! Mereka meniru suara alarm yang dikeluarkan hewan-hewan tersebut untuk memperingatkan akan adanya bahaya.

Bisa dibilang, drongo ekor garpu punya jasa besar bagi hewan-hewan yang hidup di daerahnya di Afrika. Namun ternyata, mereka gak selalu jadi pahlawan. Kadang, burung ini akan meniru suara hewan lain untuk membuat mereka kabur sehingga drongo bisa mengambil semua makanan yang tersedia tanpa saingan. Hmm, baik tapi kadang licik, ya!

Itulah hewan yang jago berpura-pura jadi hewan lain, baik dalam penampilan maupun suara. Yang mana yang paling keren menurutmu?

Kategori
Pets

Fakta Unik tentang Ekor Hewan

Fakta Unik tentang Ekor Hewan, Ada Hewan yang Berekor Enam

Fakta Unik tentang Ekor Hewan – Jika kamu amati, hampir semua hewan memiliki ekor. Sepertinya sih sepele, ekor yang ada di bagian belakang hewan seakan cuma menjadi tambahan saja.

Ekor adalah salah satu bagian tubuh hewan yang paling unik. Ada berbagai jenis hewan yang memiliki ekor, dengan bentuk, ukuran, dan fungsinya yang beragam. Seberapa beragam ekor di dunia binatang dan fakta unik apa lagi yang bisa kita Daftar Live22 pelajari tentang ekor hewan? Ini dia ulasannya dalam tujuh fakta unik tentang ekor hewan.

Ekor pari macan adalah yang terpanjang dibanding ukuran tubuhnya

Bagaimana dengan hewan yang memiliki ekor terpanjang jika dibandingkan dengan ukuran tubuh? National Geographic menyebut bahwa juaranya adalah pari macan (Himantura uarnak). Ikan pari yang hidup di wilayah Indopasifik ini memiliki ekor yang panjangnya bisa mencapai tiga kali panjang tubuhnya.

Ular juga punya ekor

Pernahkah kamu bertanya-tanya apakah ular punya ekor? Ternyata jawabannya ya. Dari luar, memang sulit terlihat mana bagian ekor dan mana yang masih termasuk tubuh. Namun, jika melihat rangka ular seperti pada gambar, kita bisa mengamati dengan jelas mana bagian ekornya. Ternyata, cukup pendek jika dibanding panjang tubuhnya, ya!

Beberapa kalajengking juga bisa memutuskan ekor

Namun, ternyata kemampuan memutuskan ekor tidak hanya dimiliki oleh kadal. Kalajengking pun memilikinya, tepatnya kalajengking dari genus Ananteris yang hidup di Amerika Selatan. Tujuannya pun sama, yaitu untuk kabur dari predator. Seperti dilansir National Geographic, kalajengking yang memutuskan ekornya juga akan dirugikan.

Itu karena di ekor kalajengking tidak hanya terdapat sengat, tapi juga anus. Artinya, kalajengking yang melepaskan ekornya juga akan kehilangan anusnya. Sudah begitu, ekor kalajengking gak akan bisa tumbuh lagi seperti ekor kadal, yang artinya mereka juga gak akan bisa buang air besar lagi.

Akibatnya, kotoran kalajengking pun akan menumpuk di bagian ujung segmen tubuhnya yang tersisa dan kadang segmen tersebut sampai putus lagi karena tumpukan kotoran. Namun, kalajengking yang tak punya ekor ternyata masih bisa hidup sampai kira-kira 8 bulan lagi sehingga masih punya cukup waktu untuk kawin dan menghasilkan keturunan.

Ekor terbesar dimiliki paus biru

Ekor terbesar di dunia tentu dimiliki hewan yang ukurannya terbesar, yaitu paus biru yang bisa mencapai panjang lebih dari 30 meter dan berat 200 ton. Dilansir laman Guinness World Record, lebar ekor paus biru dari ujung ke ujung mencapai 7,6 meter alias hampir sama dengan bus tingkat London!

Beberapa hewan punya ekor prehensil yang berfungsi seperti tangan

Ekor hewan punya beragam fungsi. Fungsi umumnya untuk keseimbangan saat berlari atau melompat, seperti yang dimiliki oleh keluarga kucing. Namun, ada beberapa hewan yang ekornya punya fungsi seperti tangan atau disebut dengan ekor prehensil.

Ekor prehensil biasanya dimiliki oleh primata, contohnya monyet laba-laba yang ada di gambar di atas. Mereka menggunakan ekornya untuk bergelantungan di dahan sambil mencari makan atau melakukan kegiatan lain. Seperti kamu lihat di gambar, ekor mereka bahkan sanggup menahan bobot seluruh tubuhnya.

Gak hanya primata, ekor prehensil juga dimiliki pangolin dan opossum. Reptil pun ada yang memiliki ekor prehensil, misalnya skink berekor prehensil (Corucia zebrata). Bahkan, kuda laut pun memiliki ekor prehensil yang mereka gunakan untuk berpegangan pada tumbuhan laut.

Karena autotomi, seekor kadal bisa memiliki hingga enam ekor

Beberapa hewan mempunyai kemampuan autotomi, yaitu kemampuan untuk melepaskan salah satu bagian tubuhnya untuk bisa kabur dari predator. Hewan yang terkenal memiliki kemampuan ini adalah kadal yang bisa memutuskan ekornya. Setelah putus, ekor kadal bisa tumbuh kembali meskipun tidak persis sama seperti ekor aslinya.

Namun, laman Live Science menyebut bahwa kadang ekor yang tumbuh kembali bukan hanya satu, tapi beberapa. Dua ekor adalah kasus yang umum, tapi yang paling ekstrem dilaporkan pada tahun 2015 di Argentina: seekor kadal tegu hitam putih (Salvator merianae) memiliki hingga enam ekor setelah autotomi!

Seekor burung purba punya dua ekor secara alami

Kadal bisa memiliki lebih dari satu ekor setelah melakukan autotomi. Namun, seekor burung purba yang hidup di zaman dinosaurus ternyata memang memiliki dua ekor secara alami. Dilansir National Geographic, burung itu bernama Jeholornis dan mereka hidup sekitar 120 juta tahun lalu.

Jeholornis memiliki dua ekor: satu ekor panjang dan satunya lagi pendek. Selain beda ukuran, fungsi dua ekornya itu juga berbeda. Yang panjang berfungsi untuk membantu saat terbang, sedangkan yang pendek berfungsi untuk memamerkan keindahan bulunya untuk menarik perhatian lawan jenis.

Itulah fakta unik tentang ekor hewan. Fakta mana yang paling unik menurutmu?