Kategori
Pets

Hewan Punya Peran Penting Menjaga Bumi

Harus Dijaga, Ini Hewan yang Punya Peran Penting dalam Menjaga Bumi

Hewan Punya Peran Penting Menjaga Bumi – Semua yang ada di muka bumi memiliki perannya masing-masing. Tidak ada satu pun makhluk yang diciptakan tanpa alasan. Keberadaan tiap makhluk diperlukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Sebagai makhluk yang berakal, manusia dituntut untuk terus melakukan upaya guna menjaga kelangsungan hidup di Bumi.

Tetapi bagi hewan, menjaga Bumi sudah menjadi tugas sejak dulu dan setiap hari. Sebenarnya, ada banyak sekali poker deposit linkaja binatang yang memiliki jasa besar dalam menjaga Bumi, dan karenanya, sangat penting untuk menjaga populasi mereka. Inilah hewan-hewan yang memiliki peran penting dalam menjaga Bumi.

Berang-berang

Berang-berang pada mulanya dianggap sebagai hama dan pernah hampir punah di tahun 1800-an. Untungnya, saat ini jumlah berang-berang telah pulih kembali dan aktivis memperkenalkan kembali hewan-hewan tersebut ke bagian alam yang membutuhkan sedikit pengaturan.

Ternyata, perilaku menggerogoti dan membendung berang-berang memiliki banyak manfaat bagi Bumi, menurut laman The Atlantic. Hewan-hewan ini membantu mencegah banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan. Selain itu, berang-berang dapat mengatur saluran air yang sangat membantu ikan dan dapat menangkis beberapa efek perubahan iklim.

Hiu

Hiu mungkin dianggap sebagai predator yang menakutkan. Tetapi, di balik kesan menakutkan tersebut, hiu berperan dalam menjaga keseimbangan kehidupan samudra. Menurut laman Oceana, hiu memakan ikan yang lemah, tua, dan sakit, yang mencegah penyebaran penyakit di antara kehidupan laut.

Hiu juga membantu keanekaragaman hayati dan memperkuat lungkang gen. Efek ini baik ke organisme sederhana seperti alga, yang jika tidak dikendalikan dapat membuat perubahan yang menghancurkan di Bumi.

Gajah

Gajah adalah salah satu spesies hewan paling cerdas di Bumi. Hewan bertubuh besar ini tidak hanya memiliki emosi yang kuat, tetapi juga memainkan peran kunci dalam lingkungan. Dikutip dari laman Save The Elephants, gajah menggunakan taringnya untuk menggali air selama cuaca kering. Tindakan ini menyediakan air untuk hewan lain di habitat bersama mereka.

Gajah juga membuat celah di vegetasi hutan saat mereka makan, ini menciptakan ruang bagi tanaman baru untuk tumbuh dan bagi hewan yang lebih kecil untuk menemukan jalur baru melalui hutan.

Lebah

Earthwatch Institute menyatakan lebah sebagai spesies hidup terpenting bagi planet bumi. Tapi yang memprihatinkan, lebah termasuk dalam daftar spesies yang terancam punah saat ini.

Menurut laman Science Times, studi menunjukkan bahwa penurunan dramatis 90 persen populasi lebah dalam beberapa tahun terakhir. Penyebab utamanya adalah karena penggundulan hutan, penggunaan pestisida, atau kurangnya bunga.

Lebah termasuk makhluk terpenting di bumi karena 70 persen pertanian dunia bergantung secara eksklusif pada lebah. Tanpa kerja keras lebah dalam melakukan penyerbukan, banyak tanaman yang tidak akan bisa berkembang biak.

Untuk melindungi makhluk kecil yang berperan penting bagi tanaman ini, kita perlu segera melarang penggunaan pestisida, memantau kesehatan lebah dengan cermat, dan mempromosikan area pertanian yang sepenuhnya alami.

Kelelawar

Kelelawar dianggap sebagai makhluk yang menakutkan bagi sebagian orang, padahal kelelawar berperan penting dalam menyelamatkan Bumi. Hewan nokturnal ini sangat ahli dalam membunuh segala jenis serangga, dan makan hingga ratusan jam. Nafsu makan ini membantu mengendalikan populasi serangga dan melindungi tanaman, menurut laman VOA.

Kelelawar juga membantu dalam terobosan medis. Air liur mereka digunakan untuk membantu penderita stroke, sementara kemampuan ekolokasi mereka sedang dipelajari untuk membantu para tunanetra. Bat guano, yang didapat dari kotoran kelelawar memang memiliki bau yang busuk, tetapi bat guano adalah salah satu pupuk terbaik untuk menjaga tanaman agar terus berkembang.

Burung

Burung melakukan banyak hal untuk menjaga Bumi. Menurut laman One Green Planet, dari penyebaran benih hingga penyerbukan tanaman, semuanya dilakukan oleh burung. Burung juga membantu pengendalian hama serangga dengan memakan serangga kecil dan membantu aerasi tanah dengan cara menggali dengan cakar mereka. Burung juga berperan dalam pembusukan hutan dan bertindak sebagai bioindikator ekosistem.

Wah, ternyata hewan memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan Bumi. Tidak bisa dibayangkan apa jadinya jika hewan-hewan ini lenyap dari muka Bumi. Untuk itu, yuk bantu jaga lingkungan agar hewan-hewan tidak punah dan dapat terus menjaga Bumi.

Kategori
Pets

Hewan Unik yang Hidup di Arab Saudi

Hewan Unik yang Hidup di Arab Saudi, Ada Rubah Terkecil di Dunia

Hewan Unik yang Hidup di Arab Saudi – Bicara masalah Hewan saya mau membahas yakni hewan yang jarang di jumpai di Negara Arab sementara di negara lain atau di negara kita misalnya amat sangat banyak jumlahnya. Arab Saudi adalah salah satu negara Timur Tengah yang paling terkenal di dunia.

Khususnya bagi umat Muslim, karena negara ini dikenal sebagai tempat kelahiran Nabi Muhammad serta tempat munculnya agama Islam. Selain itu, Arab Saudi juga punya pengaruh luar biasa bagi dunia dalam hal ekspor minyak bumi dan perkembangan ilmu pengetahuan di masa lampau.

Kamu mungkin sudah download aplikasi idnplay terbaru tahu cukup banyak tentang negara ini. Bahkan kamu atau keluargamu mungkin sudah pernah datang ke negara ini. Tapi bagaimana dengan kehidupan alam liar di negara ini? Arab Saudi juga memiliki berbagai jenis satwa yang menakjubkan lho. Ini dia hewan di antaranya.

Kucing pasir

Tak hanya rubah, di Arab Saudi juga kita bisa menemukan hewan keluarga kucing yang sangat imut, yaitu kucing pasir (Felis margarita). Dilansir Treehugger, kucing pasir adalah satu-satunya spesies keluarga kucing yang menghabiskan seluruh hidupnya di gurun pasir yang panas. Maka jangan remehkan mereka, meski tampak imut, kucing ini sangat tangguh lho!

Kucing pasir adalah salah satu spesies kucing terkecil, dengan panjang hanya sekitar 50 cm dan berat hingga 3,6 kg. Tapi mereka sanggup bertahan hidup tanpa minum hingga beberapa minggu. Telinganya yang besar memiliki fungsi mirip seperti rubah fennec, dan telapak kaki mereka ditutupi bulu tebal untuk menahan panas. Keren!

Babun hamadyra

Meski tak banyak terdapat hutan di Arab Saudi, negara ini juga dihuni oleh beberapa jenis primata. Salah satunya babun hamadyra (Papio hamadryas). Dilansir Animalia, babun ini tersebar di Etiopia, Somalia, hingga Yaman dan Arab Saudi, sehingga menjadi spesies babun dengan persebaran paling jauh ke utara.

Babun hamadyra tidak hidup di hutan. Habitat mereka berupa stepa dan padang rumput yang dekat sumber air. Mereka hidup berkelompok yang bisa berisi hingga ratusan individu. Mereka merupakan omnivor, dan menggunakan gigi taringnya yang bisa mencapai empat cm, babun ini sanggup memangsa reptil, burung, bahkan mamalia sebesar antelop.

Viper gurun bertanduk

Sementara reptil yang menghuni Arab Saudi adalah berbagai jenis kadal dan ular yang mampu hidup di kawasan gurun yang gersang. Contohnya adalah viper gurun bertanduk (Cerastes cerastes). Sesuai namanya, ular ini punya ciri khas berupa tanduk kecil yang terdapat di atas kepalanya. Ular ini berukuran sedang dengan panjang mencapai 85 cm.

Viper gurun bertanduk memiliki persebaran dari Afrika Utara hingga ke Timur Tengah. Berhabitat di gurun pasir, ular ini bergerak dengan cara menyamping supaya tidak tertimbun pasir dan tubuhnya tidak harus terus bersentuhan dengan permukaan pasir yang panas. Ular ini berbisa, namun habitat mereka yang ekstrem membuat kasus gigitan ular ini jarang terjadi.

Rubah fennec

Lucu banget ya rubah yang satu ini! Rubah fennec (Vulpes zerda) adalah spesies terkecil dari famili Canidae alias keluarga anjing. Melansir laman National Geographic, ukuran hewan ini hanya sekitar 40 cm, ditambah ekor sepanjang 30 cm. Sementara berat mereka hanya berkisar 1,5 kg saja.

Yang paling mencolok dari rubah fennec adalah telinganya yang sangat besar. Panjang telinganya mencapai 15 cm, alias hampir setengah panjang tubunya. Fungsi telinga besarnya itu adalah untuk mendinginkan tubuhnya di tengah kondisi gurun yang panas. Selain itu, telinga sebesar itu mempermudah mereka mencari mangsa yang bersembunyi di dalam pasir.

Hyrax bebatuan

Hyrax bebatuan (Procavia capensis) memiliki penampilan yang mirip seperti guinea pig, tapi mereka sebenarnya bukan hewan pengerat. Mereka juga bukan kerabat kelinci atau sejenisnya, tapi memiliki ordo tersendiri yang disebut Hyracoidea. Yang mengejutkan, hewan yang kekerabatannya paling dekat dengan mereka adalah gajah!

Sesuai namanya, hyrax bebatuan hidup di kawasan pegunungan berbatu mulai dari Afrika hingga ke kawasan Timur Tengah. Laman San Diego Zoo menyebut bahwa mereka hidup dalam koloni yang bisa berisi hingga 50 individu. Hyrax adalah herbivor, dan makanan mereka mencakup rumput, daun, dan buah-buahan.

Elang verreaux

Arab Saudi juga menjadi rumah menjadi banyak jenis burung. Salah satu burung paling menakjubkan yang bisa kita lihat di negara ini adalah elang verreaux (Aquila verreauxii). Elang ini sebenarnya memiliki teritori di Afrika bagian selatan dan timur. Tapi mereka juga bisa ditemukan di Arab Saudi dan Yaman.

Elang verreaux memiliki ukuran yang besar. Laman Oiseaux Birds menyebut bahwa panjang mereka mencapai 90 cm, bentang sayap 2 meter, dan berat hingga 5,8 kg. Pada musim kawin, elang verreaux jantan akan memamerkan atraksi terbang akrobatik untuk menarik perhatian betina. Mangsa favorit elang ini adalah hyrax bebatuan, tapi mereka juga makan kelinci, reptil, dan burung kecil.

Enam hewan di atas adalah beberapa contoh hewan unik yang hidup di Arab Saudi. Kalau beruntung, kamu mungkin bisa melihat mereka secara langsung saat berkunjung ke sana suatu hari nanti. Gimana, kamu tertarik?

Kategori
Pets

Hewan Unik yang Memiliki Janggut

Hewan Unik yang Memiliki Janggut, Termasuk Kadal Lho

Hewan Unik yang Memiliki Janggut – Hampir semua mamalia memiliki jenggot yang tertata rapi dalam baris dan kolom  di pipi mereka. Para ilmuwan telah memperlihatkan bahwa hewan laut seperti anjing laut dapat menggunakan janggut mereka untuk melacak arus air.

Jika kamu ditanya, hewan apa yang berjanggut? Kemungkinan besar yang langsung terlintas di benakmu adalah kambing. Itu memang benar, karena kambing terkenal sebagai hewan yang memiliki janggut. Beberapa jenis kambing bahkan memiliki janggut panjang yang tampak keren, misalnya download aplikasi idnplay terbaru markhor.

Tapi hewan yang memiliki janggut tentu bukan hanya kambing. Hewan berikut ini juga memiliki janggut, dan beberapa di antaranya mungkin sama sekali gak kamu sangka. Ini dia hewan tersebut.

Saki berjanggut

Primata lain yang berpenampilan unik karena berjanggut adalah saki berjanggut. Hewan ini terdiri dari 5 spesies yang tergabung dalam genus Chiropotes, dan semuanya memiliki ciri khas berupa janggut yang lebat dan membulat. Gambar di atas adalah foto salah satu spesies saki berjanggut, yaitu saki berjanggut punggung merah (Chiropotes chiropotes).

Selain janggutnya, penampilan monyet ini juga semakin unik karena rambut di kepalanya yang bergaya seperti belah tengah. Plus, mereka memiliki ekor yang panjang dan berambut lebat pula. Dilansir Britannica, semua spesies saki berjanggut hidup di Amerika Selatan.

Barbet berjanggut

Bahkan burung pun ada yang memiliki janggut, yaitu burung barbet berjanggut (Lybius dubius). Selain memiliki janggut, penampilan burung asal Afrika ini unik dengan leher pendek, kepala besar, dan ekor yang relatif pendek. Mereka adalah pemakan buah dan merupakan hewan yang berperan penting dalam persebaran biji-bijian.

Tamarin kaisar berjanggut

Tamarin kaisar berjanggut (Saguinus imperator subgrisescens) adalah subspesies dari tamarin kaisar, jenis primata unik yang hidup di Hutan Amazon. Sesuai namanya, tamarin ini memiliki janggut berwarna putih di dagunya. Mereka berbeda dengan subspesies tamarin kaisar yang satu lagi, yaitu tamarin kaisar berdagu hitam yang tidak memiliki janggut.

Tamarin ini berukuran panjang tubuh sekitar 25 cm ditambah ekor kira-kira 37 cm. Seperti bisa kamu lihat di gambar, yang lebih menonjol dari tamarin ini sebenarnya bukan janggutnya, tapi kumisnya. Konon, nama tamarin kaisar diberikan pada mereka karena kumisnya mirip dengan kumis Kaisar Willem II, kaisar Jerman pada tahun 1888-1918.

Babi berjanggut

Tak hanya primata, babi pun ada yang berjanggut. Babi berjanggut terdiri dari 2 spesies, yaitu babi berjanggut kalimantan (Sus barbatus) dan babi berjanggut palawan (Sus ahoenobarbus). Kedua jenis babi tersebut memiliki ciri berupa rambut lebat di atas moncong serta dagunya.

Babi berjanggut memiliki ukuran yang cukup besar. Panjangnya sekitar 1,6 meter dan berat hingga 150 kg. Namun menurut laman Animal Diversity sebenarnya mereka memiliki perawakan yang paling langsing di antara semua spesies babi. Oleh penduduk lokal, babi berjanggut sering dijadikan sumber makanan karena cukup mudah diburu.

Naga berjanggut

Terakhir, ada naga berjanggut, sejenis kadal yang tergabung dalam genus Pogona dan terdiri dari sekitar delapan spesies. Tak seperti hewan-hewan yang kita bahas tadi, kadal ini sebenarnya tidak memiliki janggut berupa rambut. Tapi mereka disebut naga berjanggut karena memiliki duri-duri kecil di dagunya yang seperti janggut.

Dilansir National Geographic, naga berjanggut terdistribusi di sebagian besar wilayah Australia. Meski disebut naga, kadal ini sebenarnya lembut dan bahkan sering dijadikan hewan peliharaan. Namun naga berjanggut jantan khususnya bisa bersikap agresif terhadap sesama pejantan karena mereka termasuk hewan yang teritorial.

Itulah hewan unik selain kambing yang memiliki janggut. Kalau menurutmu, yang mana yang penampilannya paling unik?

Kategori
Pets

Nama Anak Hewan dalam Bahasa Bali

Nama Anak Hewan dalam Bahasa Bali, Udah Hafal Belum?

Nama Anak Hewan dalam Bahasa Bali – Ada 2 kata dalam Bahasa Bali yang merujuk pada Binatang/Hewan. Yaitu 1/. Ubuhan untuk hewan domestik. 2/ Buron untuk hewan non domestik (hewan liar).

Dalam bahasa Bali, kita bisa menemukan berbagai kata untuk IDNPlay Deposit Pulsa 10000 menyebut nama binatang. Tak hanya binatang saja, rupanya anak binatang pun punya nama berbeda dalam bahasa Bali.

Bagi kamu yang penasaran, berikut adalah tujuh nama anak hewan yang bisa ditemui dalam bahasa Bali. Yuk scroll ke bawah!

Pitik (anak ayam)

Ayam adalah binatang yang sering kita jumpai dimana-mana. Di Bali pun, memelihara ayam adalah hal yang lumrah, lho. Orang Bali biasa menyebut ayam dengan sebutan siap, sedangkan anak ayam disebut pitik.

Kuluk atau Konyong (anak anjing)

Anjing menjadi peliharaan favorit bagi sebagian orang. Kalau di Bali, anjing biasa disebut cicing. Kalau anak anjing, orang Bali biasa menyebutnya dengan sebutan kuluk atau konyong.

Godel (anak sapi)

Dalam bahasa Bali, sapi disebut dengan sampi. Sedangkan untuk anak sapi, Orang Bali biasa menyebutnya godel. Lagi-lagi mirip sama bahasa Jawa nih!

Apa (anak monyet)

Jika kamu berkunjung ke Monkey Forest, Pura Lempuyang, Pura Uluwatu di Bali, tentu kamu akan menemukan banyak monyet yang berkeliaran. Jika dalam bahasa Bali monyet disebut bojog, kalau anak monyet disebut apa (dibaca ape), nih.

Memeri (anak bebek)

Gak cuma memelihara ayam, bebek pun juga masih umum dipelihara oleh masyarakat Bali. Meski bebek tetap disebut bebek di Bali, anak bebek biasa disebut meri atau memeri, lho. Wah, mirip seperti dalam bahasa Jawa nih!

Becing-becing (anak katak)

Kalian tentu tidak asing dengan katak. Kalo anak katak sih, biasanya kita menyebutnya kecebong. Tapi kalau di Bali, anak katak disebut becing-becing. Unik nih namanya!

Nying-nying (anak tikus)

Last but not least, anak tikus justru memiliki nama yang lucu dalam bahasa Bali, lho. Tikus sendiri disebut bikul, sedangkan anaknya disebut nying-nying. Wah, kalau di daerahmu disebut apa nih?

Nah itu dia nama anak hewan dalam bahasa Bali. Di antara daftar di atas, nomor berapa nih yang paling unik? Share di kolom komentar ya!

Kategori
Pets

Fakta Gigi Hewan Ini Akan Mengejutkanmu

Tak Diduga, Fakta Gigi Hewan Ini Akan Mengejutkanmu

Fakta Gigi Hewan Ini Akan Mengejutkanmu – Tahukah Anda berapa banyak gigi yang akan Anda miliki seumur hidup? Hewan mana yang paling mirip dengan gigi Anda? Dan tahukah Anda apa bahan sikat gigi pertama?

Secara umum, IDNPlay Deposit Pulsa 10000 fungsi gigi adalah untuk memotong dan menghancurkan makanan supaya mudah untuk ditelan dan dicerna. Manusia mempunyai 32 gigi yang terdiri dari gigi seri, taring, premolar, dan geraham yang memiliki fungsi masing-masing. Tetapi, bagaimana dengan gigi hewan?

Ternyata, gigi hewan mempunyai ukuran, bentuk, jumlah, dan fungsi yang unik. Bahkan, ada yang digunakan sebagai alat proteksi diri. Mau tahu, hewan apa sajakah itu?

Siput

Tak disangka, hewan sekecil ini punya jumlah gigi yang fantastis. Siput taman memiliki sekitar 14.000 gigi berukuran mikroskopis, sementara spesies lain mempunyai lebih dari 20.000 gigi. FYI, gigi siput tersusun dalam barisan di lidahnya.

Anehnya, gigi siput tidak digunakan untuk mengunyah. Melainkan untuk mengiris makanan, lalu menyobeknya saat melewati lidah, laman Jungle Roots menjelaskan.

Yang lebih mengejutkan, gigi siput air (disebut sebagai limpet) adalah bahan biologis terkuat di bumi! Bahkan, mengalahkan kekuatan titanium. Sulit dipercayai, tetapi ini nyata.

Narwhal

Percayakah kamu kalau tanduk narwhal sebenarnya adalah gigi? Ini ditegaskan lewat nama ilmiahnya, yakni Monodon monoceros, yang dalam bahasa Yunani berarti “satu gigi satu tanduk”. Tanduknya bisa tumbuh hingga 8 kaki atau 2,4 meter.

Umumnya, tanduk ini dimiliki oleh narwhal jantan. Tetapi, kadang betina pun memilikinya. Ilmuwan pun menduga-duga kegunaan tanduknya. Ada yang bilang untuk mendeteksi suara, mengatur suhu, atau menangkis predator. Manakah yang benar?

Tetapi, menurut studi berjudul “Sensory Ability in the Narwhal Tooth Organ System” yang dipublikasikan di The Anatomical Record pada tahun 2014, tanduk ini adalah organ yang sensitif dan berfungsi untuk merasakan perubahan salinitas air.

Kuda

Bagaimana cara menebak usia kuda? Caranya adalah dengan melihat gusinya. Semakin bertambahnya usia, gusi kuda menyusut dan memperlihatkan gigi mereka.

Trivia menarik lainnya adalah kuda tidak merasakan nyeri saraf saat giginya dicabut. Mengapa? Ini karena letak sarafnya berakhir di dekat garis gusi, jelas laman I Heart Horses.

Hampir mirip dengan hewan pengerat, gigi kuda terus tumbuh sepanjang hidupnya. Bedanya, gigi kuda tidak tumbuh secepat hewan pengerat dan mereka tidak mengunyah benda-benda keras untuk mengikis giginya.

Paus biru

Hewan terbesar di dunia ini justru tidak memiliki gigi! Ini pengaruh dari makanan utamanya, sejenis udang kecil yang disebut krill.

Untuk menangkap krill, paus biru menggunakan filter seperti bulu yang bernama baleen. Fungsinya untuk menyisir atau menyaring makanan sekaligus air. Lalu, paus biru akan membuang airnya.

Dilansir dari website resmi University of California, Santa Barbara, paus biru memiliki 270-395 baleen di kedua sisi rahang mereka. Baleen terlihat seperti gigi yang tipis, panjang, dan berwarna kekuningan.

Hiu

Kamu mengira gigi hiu kuat? Ternyata, tidak terlalu. Gigi hiu justru mudah rontok karena tidak memiliki akar. Beberapa jenis hiu bisa kehilangan banyak giginya dalam waktu singkat. Tetapi, gigi yang hilang bisa diganti dengan yang baru dengan mudah.

Salah satu hiu dengan jumlah gigi terbanyak adalah hiu banteng. Tak tanggung-tanggung, hiu ini memiliki 350 gigi pada satu waktu! Saat masih di dalam kandungan pun hiu sudah mempunyai gigi dan digunakan untuk memakan saudaranya sendiri.

Kelinci, tupai, dan hewan pengerat lain

Apa yang menakjubkan dari gigi kelinci, tupai, dan hewan pengerat lain? Gigi mereka tidak pernah berhenti tumbuh! Tepatnya, sepasang gigi atas dan bawah yang tidak memiliki akar dan tidak berhenti tumbuh.

Untuk mencegah giginya tumbuh, hewan pengerat sering menggertakkan gigi. Caranya melakukan ini mirip seperti menggunakan batu asah untuk mengasah pisau.

Selain menggertakkan gigi, cara lain untuk menghentikan pertumbuhan gigi adalah dengan mengunyah makanan keras, seperti kacang-kacangan dan kulit kayu.

Kuda Nil

Kuda Nil memang herbivora dan suka berendam di air seharian. Walau terlihat seperti hewan yang malas, jangan meremehkan mereka. Giginya sangat besar, kuat, dan gigitannya bisa menyebabkan cedera serius. Jangan coba-coba mendekat jika masih ingin selamat!

Beberapa giginya sangat tajam dan bisa tumbuh hingga 51 cm. Kuda Nil juga bisa membuka mulutnya lebar-lebar hingga 150 derajat. Kuda Nil menunjukkan mulut dan gigi yang kuat setiap kali merasa terancam, seperti memasuki teritori mereka atau berada terlalu dekat dengan anak-anaknya.

Kuda Nil tak segan bertarung dengan siapa saja, bahkan dengan manusia sekalipun. Menurut laman Tampa Bay Times, kuda Nil menewaskan 500 orang per tahun di Afrika.

Jerapah

Coba kamu perhatikan baik-baik. Kamu akan menyadari bahwa jerapah tidak punya gigi depan atas! Jumlah giginya sama seperti manusia, yakni 32 gigi. Namun, kebanyakan giginya terletak di bagian belakang mulut.

Lantas, bagaimana cara jerapah makan? Mereka akan menggunakan bibir dan lidahnya yang panjang untuk menggapai daun dan ranting. Lalu, makanannya akan digiling dengan gigi belakang.

Lumba-lumba

Kamu bisa menebak usia lumba-lumba dari giginya. Gigi lumba-lumba memiliki cincin yang menunjukkan usia mereka. Mirip dengan pohon, di mana kita bisa mengetahui usianya dari lingkaran atau cincin yang ada di batang pohon.

Walau giginya permanen, tetapi tidak digunakan untuk mengunyah, lho! Mengapa? Lumba-lumba menelan makanannya utuh karena mereka tidak punya otot di rahang.

Ternyata, giginya dipakai untuk mengoyak mangsa! Contohnya seperti lumba-lumba hidung botol. Mereka punya 80-100 gigi yang digunakan untuk meraih, menggenggam, dan mengamankan mangsanya.

Nah, itulah gigi hewan yang paling unik dengan fungsinya masing-masing. Semoga bisa menambah wawasan, ya!

Kategori
Pets

Hewan Berukuran Besar Ini Tak Berbahaya

Sering Dikira Buas, Hewan Berukuran Besar Ini Jinak & Tak Berbahaya

Hewan Berukuran Besar Ini Tak Berbahaya – Tidak selamanya, hewan yang berwajah “seram” itu berbahaya. Sebagian, justru bisa menjadi teman yang menyenangkan.

Dunia hewan memang kompleks dan penuh dengan kompetisi. Umumnya, kebanyakan orang menganggap bahwa hewan berukuran besar adalah predator buas yang banyak memangsa hewan-hewan lainnya bahkan mengancam bagi manusia. Sebaliknya, hewan berukuran kecil adalah hewan lemah yang sering menjadi mangsa.

Padahal realitanya tidaklah selalu demikian. Banyak IDNPlay Deposit Pulsa 10000 hewan berukuran kecil yang ternyata sangat mematikan. Dan banyak juga hewan berukuran besar yang ternyata jinak dan tidak berbahaya. Seperti hewan berikut ini yang memiliki ukuran tubuh besar dan sering dikira buas, padahal sebenarnya tidaklah berbahaya.

Gharial

Gharial memiliki visual yang seperti buaya tetapi memiliki moncong yang panjang dan sempit. Karena kemiripan fisik di antara keduanya, banyak yang mengira bahwa gharial dapat memakan hewan berukuran besar, bahkan manusia.

Padahal, gharial memiliki rahang tipis yang rapuh dan tidak mampu memakan hewan besar. Jadi, gharial bertahan hidup dengan berburu ikan kecil, katak, dan serangga, bahkan gharial cenderung menghindari manusia.

Sayangnya, hewan yang mirip seperti buaya versi jinak ini termasuk spesies yang terancam punah, menurut IUCN Red List.

Ikan pari manta

Dilansir dari laman Oceana, ikan pari manta merupakan spesies ikan pari terbesar di dunia. Raksasa laut ini sering disebut sebagai “devilfish” dan dapat tumbuh setinggi 29 kaki serta memiliki rasio otak ke tubuh terbesar dari semua jenis hiu dan pari.

Walaupun memiliki ukuran tubuh yang besar, pari manta adalah pemakan filter yang memakan mangsa terkecil. Juga, tidak seperti ikan pari pada umumnya, pari manta tidak memiliki alat penyengat, jadi penyelam tidak perlu takut akan pari ini.

Manate

Manate atau lembu laut adalah raksasa laut yang lembut, dan menghabiskan hari-hari dengan tidur dan makan. Manate hanya makan tumbuhan, karena hewan ramah ini adalah herbivora. Makhluk besar ini adalah hewan yang ramah, dan bahkan menggunakan bahasa tubuh, seperti memeluk dan mencium untuk menyapa dan berkomunikasi satu sama lain. Hewan yang ramah dan jinak ini tidak memiliki mangsa dan tidak membahayakan makhluk lain. Ini mungkin menjadi alasan mengapa dalam tradisi Afrika Barat, manate dianggap suci, dan membunuh seekor manate membutuhkan penebusan.

Dilansir dari laman National Geographic, manate bergerak lambat yang sering berada di perairan pesisir dan sungai. Karenanya, mereka rentan menjadi sasaran pemburu yang mencari kulit, minyak, dan tulang manate. Jumlah manate menurun sepanjang abad terakhir, yang sebagian besar dikarenakan aktivitas perburuan. Selain itu, binatang ini sering secara tidak sengaja tertabrak perahu motor di perairan yang lebih ramai, dan terkadang terjerat dalam jaring ikan.

Hiu penjemur

Melihat hiu yang dapat membuka mulutnya lebar-lebar, mungkin kamu mengira hiu bisa saja memakan manusia. Tapi tidak seperti spesies hiu karnivora lainnya, hiu penjemur atau basking sharks tidaklah berbahaya.

Dilansir dari laman The Wildlife Trust, hiu spesies ini lebih suka memakan zooplankton dan akan mengunyah daging ikan lainnya maupun manusia. Sayangnya, spesies hiu raksasa nan lembut ini terancam punah.

Walabi

Walabi merupakan hewan peliharaan yang semakin populer di negara asalnya, yaitu Australia. Walabi terlihat seperti versi mini dari kanguru, walaupun begitu, tetap saja hewan ini tergolong besar ukurannya sebagai hewan peliharaan.

Untungnya, dilansir dari laman The Spruce Pers, hewan ini berperilaku baik. Kendati demikian, pemilik harus telaten dan siap jika ingin menjadikan walabi sebagai hewan peliharaan. Hewan berkantung ini membutuhkan halaman yang luas dan aman untuk berlarian dan bermain.

Walabi juga memiliki perilaku alami yang cenderung jorok, seperti mengeluarkan air liur, menjilati kaki, dan mengeluarkan makanan. Jadi, penting bagi pemilik walabi untuk memaklumi perilaku hewan ini yang mungkin ‘menyusahkan’.

Gajah afrika

Loxodonta africana atau yang lebih sering disebut sebagai gajah afrika, merupakan salah satu raksasa alam yang lembut. Gajah afrika adalah hewan darat terbesar di dunia. Mamalia ini memiliki ukuran tubuh yang sedikit lebih besar dari gajah asia dan dapat dikenali dari telinga mereka yang lebih besar, sedangkan gajah asia memiliki telinga yang lebih kecil dan bulat.

Dilansir dari laman World Wildlife, kehadiran gajah afrika membantu mempertahankan habitat yang sesuai untuk banyak spesies lainnya. Di hutan Afrika tengah, hingga 30 persen spesies pohon mungkin membutuhkan bantuan gajah untuk penyebaran dan perkecambahan. Mereka memainkan peran penting dalam membentuk habitat mereka karena dampaknya yang sangat besar terhadap faktor-faktor mulai dari air tawar hingga tutupan hutan.

Sayangnya, karena habitat gajah afrika menyusut dan populasi manusia berkembang, manusia dan gajah semakin sering melakukan kontak dan bermusuhan satu sama lain. Misalnya, karena habitatnya semakin sempit, gajah jadi sering masuk ke pekarangan dan merusak tanaman di sana.

Nah, ternyata tidak semua binatang berukuran besar dan berwajah menyeramkan adalah hewan buas dan berbahaya. Contohnya hewan-hewan di atas yang berukuran besar tapi jinak dan tidak berbahaya.

Kategori
Pets

Hewan Paling Berbahaya di Jepang

Sering Menyerang! Ini Hewan Paling Berbahaya di Jepang

Hewan Paling Berbahaya di Jepang – Anda tentu tahu bahwa ada beberapa tempat yang tidak bisa didatangi karena alasan tertentu. Salah satu alasannya adalah tempat tersebut masuk dalam kategori berbahaya sehingga mengancam nyawa.

Jepang dikenal mempunyai banyak sekali pegunungan, hutan, dan pulau-pulau memesona yang menyimpan kekayaan fauna yang unik dan langka. Berbagai IDNPlay Deposit Pulsa 10000 hewan eksotis khas negeri sakura ini pun sangat mudah dijumpai pada daerah tertentu dan taman nasional yang dilindungi oleh pemerintah setempat. Namun, dari sekian banyaknya hewan yang berhabitat di wilayah Jepang, beberapa di antaranya perlu untuk diwaspadai karena dapat mengancam nyawa manusia.

Sering kali menyerang secara tiba-tiba dan memiliki kadar racun yang mematikan. Inilah lima hewan yang perlu diwaspadai saat menjelajahi alam liar di Jepang dilansir laman FAQ Japan dan WhatDeWhat.

Japanese wild boar

Japanese wild boar dikenal memiliki sifat yang sangat agresif yang sering menanduk, menggigit, dan mengejar manusia. Populasi dari spesies babi ini tersebar di hampir seluruh pulau-pulau yang ada di Jepang.

Babi ini mempunyai ciri khas memiliki kumis berwarna putih dengan panjang tubuh rata-rata 1,2 hingga 1,5 meter dan berat badan 100 kilogram. Sama dengan beruang, Japanese wild boar juga termasuk hewan omnivor yang memakan tumbuh-tumbuhan serta hewan kecil lainnya.

Ashidakagumo

Dalam bahasa Jepang, ashidakagumo berarti ‘laba-laba berkaki panjang’. Ashidakagumo memiliki panjang kaki hingga 30 sentimeter yang membuat hewan ini terlihat sangat menakutkan.

Dilansir WhatDeWhat, gigitan dari ashidakagumo pada manusia dapat menyebabkan efek mual, sakit kepala, muntah, hingga denyut nadi menjadi tidak beraturan. Jenis laba-laba ini memiliki gerak yang sangat cepat saat mengejar mangsanya seperti kecoak dan serangga-serangga kecil lainnya.

Asiatic black bears

Asiatic black bears merupakan spesies beruang yang berhabitat di wilayah Pulau Honshu. Namun, beruang ini juga dapat ditemukan di daerah barat Tokyo, tepatnya di puncak pegunungan Kanazawa. Dilansir laman FAQ Japanasiatic black bears sering sekali dilaporkan menyerang manusia yang mencoba masuk ke dalam wilayah habitat mereka. Dari bentuk tubuh, beruang ini memiliki ukuran badan yang tidak terlalu besar yakni berkisar antara 110–140 cm dengan bobot tubuh yang mencapai 120 kilogram.

Asiatic black bears termasuk spesies beruang omnivor yang cenderung lebih menyukai memakan berbagai macam jenis kacang-kacangan, buah beri, dan rumput.

Japanese mamushi

Japanese mamushi atau japanese viper pit merupakan jenis ular paling berbisa yang hidup di Jepang. Setiap tahunnya, terdapat 2 ribu hingga 3 ribu laporan manusia yang terkena gigitan dari japanese mamushi. Untungnya, saat ini telah tersedia antiracun dari bisa japanese mamushi. Ular ini mempunyai panjang antara 50–80 sentimeter dengan tubuh yang didominasi warna cokelat.

Japanese mamushi sering kali berkamuflase di antara semak belukar yang membuat korbannya tidak menyadari keberadaan hewan predator ini.

Japanese giant hornet

Japanese giant hornet masuk salah satu spesies lebah terbesar di dunia. Hewan ini memiliki ciri khas kepala berwarna kuning dan ukuran mata yang besar. Racun yang dikeluarkan oleh japanese giant hornet dapat merusak jaringan saraf manusia, bahkan dapat menyebabkan kematian. Lebah ini setiap tahunnya rata-rata membunuh 30 hingga 40 manusia. Japanese giant hornet biasanya akan menyerang secara berkelompok dengan pergerakan yang sangat agresif dan cepat.

Nah, itulah beberapa hewan-hewan paling berbahaya yang terdapat di Jepang. Dengan efek yang sangat fatal bagi manusia, sebaiknya jangan pernah mengusik habitat asli dari hewan tersebut.

Kategori
Pets

Hewan yang Sering Dikira Sama

Hewan yang Sering Dikira Sama dengan Hewan Lain

Hewan yang Sering Dikira Sama – Memang, setiap makhluk hidup diciptakan berbeda. Bahkan orang yang terlahir kembar pun kalau ditelisik lebih jauh pasti memiliki perbedaan, entah dari tanda lahirnya atau karakteristiknya.

Bumi dihuni oleh milyaran makhluk hidup dengan keunikannya masing-masing, termasuk dengan hewan-hewan. Dari banyak hewan yang hidup di daratan maupun lautan, beberapa diantaranya memiliki kemiripan sehingga tak jarang kita Daftar IDN Poker mengira hewan tersebut sama dengan hewan lain. Padahal, bisa saja diantara kedua hewan yang kita anggap mirip tersebut sama sekali tidak berhubungan.

Nah, berikut ini adalah hewan yang sering dikira sama atau mirip dengan hewan lainnya karena alasan-alasan tertentu. Let’s check this one!

Tawon

Tawon sering kali disamakan dengan lebah. Meskipun benar kalau kedua hewan tersebut sama-sama memiliki sengatan yang sangat menyakitkan, nyatanya antara tawon dan lebah memiliki beberapa perbedaan.

Sengat pada tawon bisa digunakan berkali-kali, sedangkan pada lebah hanya bisa digunakan sekali. Selain itu, tubuh tawon jauh lebih besar daripada lebah. Untuk makanan, tawon lebih memilih untuk memangsa serangga sedangkan lebah memilih untuk menghisap nektar sebagai makanannya. Beda banget, kan?

Bajing

Nah, yang satu ini sekilas nampak mirip dengan tupai, nih. Bajing dan tupai merupakan hewan lucu yang sering dijadikan hewan peliharaan. Sekilas keduanya memang mirip, tetapi nyatanya keduanya berbeda.

Perbedaan utama dari kedua hewan ini adalah bajing merupakan jenis mamalia pengerat, sedangkan tupai berasal dari famili Tupaiidae dan Ptilocertidae. Selain itu, bajing memiliki moncong pendek, sementara tupai memiliki moncong yang relatif panjang. Dari segi makanan, bajing memakan buah-buahan, sementara tupai lebih memilih memangsa serangga. Jangan sampai tertukar lagi, ya!

Bekicot

Hewan kecil bercangkang dan berlendir ini memang memiliki rupa yang sangat mirip dengan siput. Akan tetapi, kedua hewan ini berbeda. Perbedaan mendasar dari bekicot dengan siput adalah bekicot merupakan keluarga Achatinidae sedangkan siput merupakan keluarga Ampullaridae. Bekicot biasa dijumpai di daratan, sementara siput lebih sering dijumpai di perairan.

Oh iya, dibeberapa daerah, ada yang menyajikan makanan dari siput. Nah, khusus untuk bekicot, mereka tidak bisa dikonsumsi karena mengandung parasit cacing yang berbahaya bagi manusia. Jadi, jangan sampai salah konsumsi, ya.

Orca

Orca atau yang lebih dikenal sebagai paus pembunuh merupakan salah satu predator puncak di lautan. Dengan ukurannya yang masif, hampir tidak ada hewan di lautan yang luput dari jangkauannya. Banyak orang mengira bahwa mamalia laut berwarna hitam dengan spot putih pada dada dan matanya ini merupakan kerabat dekat dari paus. Hal tersebut disebabkan karena penyematan nama ‘paus’ pembunuh pada mamalia laut ini.

Padahal, orca dan paus itu 100 persen berbeda. Orca adalah spesies terbesar dari keluarga lumba-lumba. Alasan mengapa ada nama ‘paus pembunuh’ pada hewan ini disebabkan karena kelompok orca (pod, terdiri atas kurang lebih 100 ekor) mampu membunuh seekor anak paus atau bahkan terkadang nampak mampu membunuh seekor paus yang merupakan makhluk terbesar di dunia. Tentu itu hal yang luar biasa bukan?

Nah, sekarang jangan sampai keliru lagi dengan orca dan paus, ya.

Katak

Kalau katak sering dikira sama dengan kodok. Penulis sendiri pun masih berpikir kalau kedua hewan amphibi ini sama. Padahal, ada beberapa perbedaan antara kedua hewan ini.

Tubuh katak lebih ramping, berkulit halus, tipis, lembab, berlendir serta berkaki panjang berselaput. Sedangkan kodok bertubuh lebih lebar dan besar, kulitnya lebih kering, serta kakinya relatif lebih pendek. Berbeda dengan kodok yang hampir bisa dijumpai di mana-mana, beberapa jenis katak hanya bisa ditemui di habitat tertentu. Misalnya katak pohon, bangkong tuli, serta katak serasah.

Curut

Hewan yang dianggap sebagian besar orang menjijikan ini sering kali disamakan dengan tikus. Padahal ada perbedaan yang nampak diantara keduanya. Curut, tidak seperti tikus, bukan merupakan hewan pengerat. Selain itu, curut memiliki moncong panjang yang tidak dimiliki oleh tikus. Untuk makanan, curut merupakan pemangsa serangga, sedangkan tikus merupakan omnivora.

Nampak sangat berbeda kan? Setelah ini jangan sampai salah meneriakki curut sebagai tikus ataupun sebaliknya, ya!

Rajungan

Buat kamu pecinta seafood, mungkin sudah tidak asing dengan hewan ini. Akan tetapi, apakah kamu bisa membedakan antara rajungan dengan kepiting?

Antara rajungan dan kepiting memang sekilas nampak sangat mirip. Meskipun begitu, mereka berdua memiliki beberapa perbedaan, loh. Tubuh dan capit rajungan jauh lebih ramping jika dibandingkan dengan kepiting yang memiliki tubuh dan capit yang lebih besar. Kulit rajungan cenderung berwarna kebiruan dengan totol-totol di atasnya, sedangkan kepiting warnanya lebih gelap dan polos. Untuk habitat, rajungan hanya hidup di perairan dalam dan akan mati jika dibawa ke daratan, sedangkan untuk kepiting tinggal di perairan yang lebih dangkal dan masih dapat hidup jika dibawa ke daratan.

Itu dia ketujuh hewan yang sering dikira mirip dengan hewan lain. Apakah kamu juga termasuk orang yang kesulitan untuk membedakan hewan-hewan tersebut? Jangan sampai salah lagi, ya!

Kategori
Pets

Ternyata Hewan Ini Berbeda dengan yang Lainnya

Sering Salah Kira, Ternyata Hewan Ini Berbeda dengan yang Lainnya

Ternyata Hewan Ini Berbeda dengan yang Lainnya – Kamu mungkin pernah melihat hewan yang memiliki kemiripan, misalnya saja anjing dan serigala. Namun ternyata dua binatang itu sangat berbeda, bahkan jenis binatang yang sangat bertolak belakang.

Keanekaragaman alam yang tersebar di seluruh penjuru dunia memang menyimpan berbagai fakta menarik yang pastinya bakal membuat siapa pun takjub setelah mengetahuinya.

Salah satu hal menarik dari Daftar IDN Poker keanekaragaman alam tersebut adalah banyaknya jenis hewan yang mirip dengan hewan lain, padahal sebenarnya mereka berbeda jenis. Tentunya kemiripan tersebut membuat kebanyakan orang kesulitan membedakan hewan-hewan tersebut dan malah menyebabkan kebingungan tersendiri.

Nah, di antara banyaknya hewan-hewan yang nampak mirip dengan hewan lain, penulis akan merangkumkan hewan yang sekilas nampak mirip dengan hewan lain, padahal sebenarnya mereka berbeda. Dijamin, kalian pun pasti akan kesulitan untuk membedakan hewan-hewan ini ketika pertama kali melihatnya. Penasaran? Yuk simak artikel berikut ini!

Singa laut dengan anjing laut

Jika dilihat sekilas, sulit membedakan mana singa laut dan anjing laut. Padahal kedua hewan ini memiliki cukup banyak perbedaan mulai dari anatomi tubuh hingga perilakunya.

Menurut laman Britannica, perbedaan anatomi tubuh antara kedua hewan ini terletak pada telinga dan sirip di tubuhnya. Singa laut memiliki telinga luar yang menonjol di kepalanya, sedangkan anjing laut tidak memilikinya. Singa laut juga memiliki sirip yang lebih panjang sehingga mereka bisa berjalan ketika di darat, sedangkan anjing laut punya sirip yane lebih pendek sehingga membuatnya harus melompat-lompat dengan perut ketika berada di daratan.

Untuk perilakunya, singa laut cenderung lebih berisik sebab mereka berkomunikasi dengan gonggongan atau bunyi keras, sedangkan anjing laut hanya mendengus lembut untuk berkomunikasi.

Hyena dengan anjing

Pertama kali melihat hyena, pikiran kita mungkin akan langsung mengatakan bahwa mereka merupakan hewan yang masih berkerabat dekat dengan anjing. Sebab, perawakan dari hyena memang benar-benar menyerupai seekor anjing.

Akan tetapi, menurut laman National Geographic, meskipun perawakannya mirip seperti anjing, hyena justru memiliki relasi lebih dekat dengan keluarga kucing. Akan tetapi, bukan berarti mereka sejenis kucing. Hyena memiliki keluarga sendiri yang disebut Hyaeninae sehingga mereka merupakan hewan yang terpisah dari anjing dan kucing.

Hyena juga memiliki cara hidup yang unik di mana mereka berkelompok dalam jumlah besar dan kelompok itu dipimpin oleh betina yang dominan. Selain itu, kekuatan gigi mereka juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Gigi-gigi dari hyena bahkan mampu menghancurkan tulang-tulang dari mangsanya, lho!

Jaguar dengan macan tutul

Sama-sama bertotol dan hidup menyendiri membuat banyak orang mengira kalau jaguar dan macan tutul adalah hewan yang sama. Padahal, terdapat banyak perbedaan di antara keduanya.

Dilansir dari laman signalherp.com, perbedaan utama dari keduanya adalah ukuran jaguar jauh lebih besar dari macan tutul. Taring dari jaguar juga jauh lebih besar dan kuat dari saudaranya.

Bentuk totol dari keduanya pun berbeda. Totol pada jaguar lebih sedikit, namun lebih besar dan menyerupai kelopak bunga, sedangkan totol dari macan tutul lebih rapat dan banyak jumlahnya. Selain itu, jaguar hanya ditemukan di Amerika Selatan, sedangkan macan tutul tersebar di sejumlah negara di benua Afrika dan Asia.

Aligator dengan buaya

Memiliki perawakan yang benar-benar mirip menjadi alasan mengapa masih banyak orang yang kesulitan untuk membedakan aligator dengan buaya. Padahal jika diamati dengan saksama, penampilan kedua hewan ini sebenarnya sangat berbeda, lho.

Dilansir dari laman Britannica, moncong pada aligator berbentuk huruf “U”, sedangkan buaya lebih berbentuk “V”. Selain itu, jika moncongnya sedang menutup, gigi dari aligator akan tersembunyi dan nampak seperti tersenyum, sedangkan pada buaya akan tetap terlihat dan nampak garang.

Warna tubuh keduanya pun berbeda. Aligator berwarna lebih gelap atau kehitaman, sedangkan buaya lebih berwarna hijau zaitun atau kecokelatan. Untuk perilakunya sendiri, aligator cenderung lebih pasif jika dibandingkan dengan buaya yang lebih agresif.

Kera dengan monyet

Kedua hewan cerdas yang satu ini pun tak jarang dianggap hewan yang sama. Kendati demikian, terdapat cukup banyak perbedaan mencolok antara kera dengan monyet.

Menurut laman Britannica, perbedaan mendasar dari keduanya adalah kera tidak memiliki ekor, sedangkan kebanyakan spesies monyet memilikinya. Umumnya kera memiliki dada yang lebih lebar dan berukuran tubuh lebih besar ketimbang monyet. Kera juga memiliki sendi bahu yang berfungsi untuk berayun di antara dahan, sedangkan monyet lebih memilih berlari diantara dahan ketimbang berayun.

Ditambah lagi, kera selain lebih cerdas juga memiliki kecenderungan untuk menggunakan alat bantu untuk beraktivitas ketimbang monyet. Terakhir, kera hanya terdiri atas beberapa spesies saja, sedangkan monyet tersebar menjadi ratusan spesies berbeda.

Sekilas nampak mirip, padahal sebenarnya mereka itu berbeda. Apakah sebelumnya kamu masih sering salah mengira hewan-hewan di atas sebagai hewan lain? Kalau begitu, setelah melihat artikel ini jangan sampai salah lagi untuk membedakan mereka, ya!

Kategori
Pets

Hewan dengan Indra Penciuman Terbaik

Hewan dengan Indra Penciuman Terbaik, sampai Puluhan Km

Hewan dengan Indra Penciuman Terbaik – Selama ini kita tahu bahwa anjing adalah hewan dengan indra penciuman paling tajam. Hal inilah yang membuatnya banyak dipilih untuk membantu polisi. Berkat indra penciumannya yang tajam, anjing mampu melacak jejak penjahat dan bahkan lokasi barang bukti hasil tindak kriminal.

Beberapa hewan memiliki kemampuan khusus yang tidak bisa ditandingi oleh manusia. Seperti Daftar IDN Poker mata setajam burung elang, kemampuan mendengar sebagus kelelawar, keahlian memanjat secakap monyet atau kemampuan berlari secepat cheetah. Selain itu, indra penciuman manusia pun tak sebagus hewan-hewan ini!

Jangan ragukan kemampuan hewan ini dalam mencium aroma dan bau! Bahkan, ada yang bisa mencium bau hingga jarak puluhan kilometer, lho! Hewan apa saja yang dimaksud?

Ngengat

Hewan mungil ini memiliki indra penciuman yang lebih baik dari manusia. Mereka mencium dengan antena, kaki, palpus dan bagian tubuh lain yang memiliki reseptor indra, terang laman Animal Corner. Indra penciuman ini punya fungsi penting, yakni menemukan makanan dan pasangan untuk kawin.

Contohnya, ngengat betina mencium aroma feromon yang dikeluarkan oleh ngengat jantan. Feromon ini tersebar ke udara melalui perut, sisik pada sayap hingga segmen tibia kaki. Yang bikin kagum, feromon yang dilepaskan oleh ngengat dapat dideteksi dari jarak delapan kilometer! What an unique ability!

Beruang

Walau otak beruang hanya sepertiga dari ukuran otak manusia, jangan remehkan kemampuannya dalam mencium aroma! Tak tanggung-tanggung, indra penciuman beruang lima kali dari yang dimiliki manusia, ujar laman World Atlas. Berkat ukurannya, indra penciuman ini 2.100 kali lebih baik dari manusia!

Beruang memanfaatkan indra penciumannya yang tajam untuk berbagai keperluan. Seperti menemukan pasangan, mencari makanan, melacak anak-anaknya serta menghindari bahaya. Yang lebih keren, beruang bisa mendeteksi bangkai hewan dari jarak 20 mil atau setara dengan 32,18 kilometer. Amazing, right?

Anjing

Sahabat kesayangan manusia ini dikenal berkat indra penciumannya yang tajam. Berkat hal ini, tak jarang pihak kepolisian menggunakan anjing untuk melacak bau pada kasus kriminal. Menurut James Walker, mantan direktur Sensory Research Institute di Florida State University, indra penciuman anjing 10.000 kali lebih baik dari manusia.

Sementara, menurut Alexandra Horowitz, peneliti kognisi anjing di Barnard College, anjing bisa mendeteksi satu sendok teh gula di dalam satu juta galon air atau setara dengan dua kolam seukuran olimpiade, ungkapnya di laman Public Broadcasting Service (PBS). Kemampuannya sungguh luar biasa, ya?

Ular

Rata-rata ular memiliki indra penglihatan yang buruk. Tapi, semesta tetap adil. Ular mengandalkan indra penciuman dan peraba yang sangat sensitif.

Yang bikin unik, hidung ular berfungsi untuk bernapas, sementara mereka mencium bau lewat lidahnya! Itulah jawaban mengapa ular sering menjulurkan lidahnya keluar.

Lidah ini mengumpulkan aroma dari udara. Apabila lidah kembali ke mulut, maka akan menyentuh organ sensoris khusus yang bernama organ Jacobson, terang laman World Atlas. Letaknya ada di bagian langit-langit mulut dan berfungsi untuk memberitahu bau pada ular. Selain itu, ular tak perlu capek-capek membuka mulut untuk menjulurkan lidah.

Ikan hiu

“Ikan hiu bisa mencium aroma darah di lautan”. Apakah mitos itu benar dan bisa dibuktikan secara ilmiah? Faktanya, beberapa jenis ikan hiu memang bisa mencium aroma darah dalam jarak seperempat mil (400 meter), ungkap laman Ripley’s. Perlu dicatat, hiu tidak selalu menjadi agresif walau ada aroma darah yang tercium olehnya.

Di antara semua jenis ikan hiu, yang memiliki indra penciuman paling hebat adalah hiu putih besar (Carcharodon carcharias). Indra ini bernama olfactory bulb yang dikendalikan oleh 2/3 dari otak ikan hiu. Indra penciumannya ratusan kali lebih kuat dari manusia dan diandalkan untuk memburu mangsanya.

Gajah

Indra penglihatan gajah tidak terlalu bagus. Oleh karena itu, gajah memanfaatkan indranya yang lain, yakni indra penciuman. Mereka bisa mendeteksi keberadaan air hingga 12 mil (19,3 kilometer), tutur laman Seaworld Parks & Entertainment. Lubang hidungnya ada di bagian ujung belalai dan berguna untuk bernapas, menyedot air dan mencium bau.

Apabila ada aroma yang memasuki lubang hidung, tujuh turbin olfaktorius akan bekerja. Turbinals merupakan ikal tulang yang mempunyai jutaan sel reseptor penciuman. Aroma ini diteruskan ke organ Jacobson yang letaknya ada di jaringan lunak di atap mulut. Gajah mengandalkan indra penciumannya untuk bertahan hidup di alam liar.

Burung kiwi

Terakhir, ada burung kiwi, burung mungil dengan panjang 35-45 cm dan berat 0,8-1,9 kilogram. Indra penciumannya lebih baik dari jenis burung lain. Burung kiwi adalah satu-satunya burung dengan lubang hidung di ujung paruhnya. Berkat ini, mereka bisa mengetahui apakah ada cacing atau tidak di dalam tanah untuk dimakan.

Nah, itulah hewan yang mempunyai indra penciuman paling tajam dan lebih baik dari manusia. Kamu paling takjub dengan hewan yang mana nih?