Kategori
Pets

Fakta Unik tentang Otak Hewan

Fakta Unik tentang Otak Hewan, Gak Semua Hewan Punya

Fakta Unik tentang Otak Hewan – Manusia membutuhkan otak untuk hidup, namun tidak dengan beberapa hewan berikut ini. Alih-alih memiliki otak, beberapa hewan memiliki kelompok sel saraf yang disebut ganglia untuk membantu mengarahkan tubuh mereka.

Otak adalah salah satu bagian tubuh terpenting bagi kebanyakan hewan. Itu karena otak adalah Live22 Indonesia pusat kendali tubuh yang berfungsi mengatur berbagai kegiatan yang dilakukan oleh tubuh. Gak hanya itu, beberapa hewan juga punya otak yang terkenal cerdas sehingga bisa melakukan banyak hal menakjubkan.

Lalu apa lagi keunikan lain yang dimiliki oleh otak berbagai jenis hewan? Kita akan mempelajarinya melalui fakta berikut ini. Check it out.

Jika dibandingkan dengan ukuran tubuh, semut memiliki otak terbesar

Maka jika meninjau rasio ukuran otak terbesar dibanding ukuran tubuh, sebenarnya hewan-hewan kecil punya ukuran otak yang lebih menakjubkan. Yang terhebat adalah semut, yang punya rasio otak dan ukuran tubuh 1:7, seperti dilansir laman Popsci. Itu bahkan lebih baik daripada manusia yang ukuran otaknya hanya 1/40 dari ukuran tubuhnya.

Lintah punya 32 otak

Gak hanya soal ukuran, jumlah otak hewan pun bisa membuat kita kagum. Misalnya lintah, yang memiliki otak berjumlah 32 buah! Well, secara teknis sebenarnya lintah hanya punya satu otak, namun otak itu terbagi ke dalam 32 segmen tubuhnya, dan masing-masing bisa menjalankan perintahnya sendiri. Maka bisa dibilang bahwa lintah memang memiliki 32 otak.

Ikan Gasterosteus aculeatus jantan memiliki otak lebih besar daripada betina

Anggapan bahwa pria pasti memiliki kecerdasan lebih tinggi daripada wanita adalah anggapan yang salah. Tapi pada ikan Gasterosteus aculeatus, anggapan tersebut ternyata benar adanya. Laman New Scientist menyebut bahwa rata-rata berat otak Gasterosteus aculeatus jantan adalah 24,2 miligram, sementara betinanya hanya 19,7 miligram.

Artinya, ikan Gasterosteus aculeatus jantan memiliki otak yang berukuran sekitar 23 persen lebih besar dari betina, padahal ukuran rata-rata keduanya sama. Penyebab perbedaan yang cukup signifikan itu sendiri adalah karena ikan jantan butuh otak lebih besar untuk melakukan berbagai tugas seperti membangun sarang dan menjaga telur.

Ada beberapa parasit yang bisa menginfeksi otak makhluk hidup hingga seperti zombie

Apakah zombie alias mayat hidup hanya ada di film-film fiksi ilmiah? Tidak. Di dunia nyata juga ada parasit yang bisa menginfeksi otak makhluk hidup dan mengontrol perilakunya, bahkan hingga melakukan bunuh diri. Ya, seperti zombie, makhluk hidup yang terinfeksi gak bisa lagi mengendalikan pikirannya dan malah mencelakai dirinya sendiri.

Salah satu contoh parasit itu adalah Toxoplasma gondii, yang umumnya dikenal sebagai parasit kucing. Sebenarnya parasit ini juga bisa hidup di mamalia lain, tapi mereka hanya bisa berkembang biak di sistem pencernaan kucing. Maka bagaimana caranya mereka bisa masuk ke sana? Dengan “mengontrol pikiran” tikus yang mereka infeksi.

Ya, Toxoplasma gondii bisa memengaruhi otak tikus sehingga kehilangan rasa takutnya pada kucing. Akhirnya bukannya menghindar dari kucing, tikus yang terinfeksi malah kadang menghampiri kucing, seolah bunuh diri. Akhirnya dengan dimangsanya si tikus, Toxoplasma gondii bisa menemukan jalannya menuju saluran pencernaan kucing. Ngeri juga ya!

Ada cukup banyak hewan yang gak punya otak sama sekali

Malah, sebenarnya ada cukup banyak hewan yang memang gak punya otak sama sekali seumur hidupnya. Laman Animal How menyebut beberapa contoh yaitu ubur-ubur, spons laut, bintang laut, kerang, dan tiram. Meski tanpa otak, mereka bisa tetap hidup dan mencari makan karena memiliki sistem saraf yang rumit untuk bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya.

Otak terbesar dimiliki paus sperma

Hewan terbesar di dunia adalah paus biru. Tapi ternyata bukan paus biru sang pemilik otak terbesar di dunia, melainkan paus sperma (Physeter macrocephalus). Laman American Museum of National History menyebut bahwa massa otak paus sperma mencapai 9 kg. Namun jika dibanding massa tubuhnya yang bisa lebih dari 50 ton, ukuran paus sperma sebenarnya terbilang kecil.

Otak laba-laba bisa meluber hingga ke kakinya

Ada pula hewan kecil yang punya otak begitu besarnya sampai-sampai otaknya itu gak muat tertampung di dalam tubuhnya. Hewan itu adalah laba-laba. Beberapa spesies laba-laba kecil memiliki otak yang menempati 80 persen tubuhnya, misalnya spesies Leucauge mariana. Menurut National Geographic, otak mereka kadang bahkan sampai meluber ke kaki karena gak muat!

Cumi-cumi raksasa memiliki otak berbentuk donat

Bentuk otak hewan pun bisa sangat unik. Cumi-cumi raksasa (Architeuthis dux) adalah contohnya. Laman Smithsonian menyebut bahwa otak hewan ini berbentuk donat, dan kerongkongannya melewati lubang di donat tersebut. Itulah sebabnya meskipun cumi-cumi ini sangat besar, mereka harus menghancurkan makanannya jadi potongan kecil dulu sebelum menelannya.

Burung pelatuk bisa menghindari cedera otak meski mematuki batang pohon dengan keras

Burung pelatuk mencari makan dengan cara mematuki batang pohon hingga berlubang, lalu memangsa serangga dan larva yang hidup di dalamnya. Saat mematuki batang pohon, kepala mereka mengalami guncangan hingga 20 kali per detik, tapi mereka bisa terhindar dari cedera otak. Bagaimana caranya?

Ternyata itu disebabkan oleh tengkorak burung pelatuk yang keras sekaligus kuat. Selain itu, otak mereka dilapisi lebih sedikit cairan dibanding otak hewan lain sehingga meminimalkan getaran pada otak saat mereka mematuk. Plus, lidah mereka yang sangat panjang tersimpan di rongga belakang kepalanya sebagai bantalan yang meredam getaran pada kepala.

Sea squirt memakan otaknya sendiri

Sea squirt adalah hewan laut dari kelas Ascidiacea yang berbentuk seperti kantung dan hidup menempel di dasar laut. Mereka makan dengan cara menyaring zat makanan dari air, persis seperti spons laut. Nah, keunikan luar biasa yang sea squirt miliki adalah mereka bisa memakan otaknya sendiri! Malah, memakan otak adalah bagian alami dari kehidupan mereka.

Saat baru menetas dari telur, sea squirt masih memiliki otak, dan mereka menggunakan otaknya untuk berenang mencari tempat hidup. Setelah sampai dan menempel di tanah, mereka butuh makanan segera, jadi mereka memakan otaknya sendiri. Itu gak masalah karena toh mereka gak perlu berenang lagi seumur hidupnya, jadi mereka gak membutuhkan otaknya lagi.

Itulah fakta unik dan luar biasa tentang otak berbagai jenis hewan. Fakta mana yang paling menakjubkan buatmu?

Kategori
Pets

Tragedi Serangan Hewan Buas yang Fatal di Kebun Binatang

Tragedi Serangan Hewan Buas yang Fatal di Kebun Binatang, Naas!

Tragedi Serangan Hewan Buas yang Fatal di Kebun Binatang – Kebun binatang menjadi salah satu wisata yang digemari banyak masyarakat. Banyak keluarga yang sering berlibur di kebun binatang karena selain menyegarkan, tapi juga bisa menjadi sarana edukasi untuk anak-anak agar lebih dekat dan mengenal dengan satwa.

Pergi ke kebun binatang sangat menyenangkan. Melihat hewan-hewan dan belajar tentang mereka menjadi suatu perjalanan yang tak hanya menghibur, tetapi juga bermanfaat. Akan tetapi perlu diketahui saja ada peraturan yang harus diikuti para pengunjung, seperti Daftar Live22 menjaga jarak dengan kandang, khususnya yang menampung hewan agresif.

Bukan tanpa alasan, peraturan itu berguna untuk menjaga keselamatan pengunjung serta hewan sendiri. Tetapi yang namanya manusia selalu saja ada ulah untuk melanggar peraturan. Alhasil, terjadilah tragedi. Ini beberapa tragedi pelanggaran peraturan kebun binatang yang tercatat sejarah dan berakhir brutal.

Mabuk dan menendang singa

Oregon Zoo ramai dibicarakan ketika 1970. Tiga pemuda yang mabuk menerobos masuk kebun binatang yang tutup tersebut dan berbuat bodoh kepada hewan-hewan di sana, seperti menendang penguin dan beruang. Tragedi terjadi ketika tiga pemuda itu masuk ke kandang singa.

Roger Dean Adams menendang kepala singa dan sangat disayangkan sang singa merespons hal itu. Kedua temannya mencoba menolong dengan melempar batu dan botol, namun tak berguna. Polisi datang dan menembak singa tersebut, tetapi Adam sudah ditemukan tak bernyawa.

Jatuh ke sarang buaya

3 September 1977, anak berumur enam tahun David Mark Wasson terjatuh ke kandang buaya Miami Serpentarium dan diterkam buaya setempat. Tragedi tersebut terjadi ketika David digendong sang ayah dan diletakkan di atas pagar pembatas untuk bisa melemparkan anggur laut ke kandang.

Ketika sang ayah berbalik, David terjatuh. Seketika itu buaya bernama Cookie merespons secara instan, menancapkan taringnya ke dada David, mengoyak-oyak dan membantingnya ke tembok. David meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Dibanting gajah

Henry Vilas Zoo memiliki seekor gajah 23 tahun bernama Winkie. Winkie terkenal ramah di kalangan anak-anak, namun semua itu berubah pada 28 Juni 1966. Ruth Ellen Freedman ingin memberi makan gajah tersebut dan mendekati kandang gajah terlalu dekat.

Winkie meraih tangan Ruth lewat belalainya dan membanting gadis kecil tersebut ke terali. Tak hanya itu, Winkie pun menginjak-injaknya. Semenjak itu Winkie dibawa dan diasingkan ke pengembangbiakan hewan.

Menerobos kandang harimau

Maqsood dari India diterkam harimau pada Juni 2014 ketika dirinya mengunjungi Delhi Zoo. Pria tersebut terjauh dari pagar yang dia panjat dan masuk ke sarang harimau. Beberapa menit kemudian, Vijay, seekor harimau putih mendatanginya, menggigit leher Maqsood dan menyeretnya. Pria India tersebut meninggal karena luka yang dideritanya.

Mencoba mengambil gambar harimau dari dekat

Demi mendapatkan gambar bagus dari dua harimau Bengal, Jayaprakash Bezbaruah rela melanggar peraturan kebun binatang Assam State Zoo. Dia memanjat pagar dan memasukkan tangannya ke kandang harimau itu dengan harapan bisa mengambil gambar.

Tiba-tiba saja dua ekor harimau menerkam dan mencabik-cabik tangannya, tepat di depan mata keluarga dan pengunjung kebun binatang. Bezbaruah dibawa ke rumah sakit, tapi tak selamat karena kehilangan banyak darah.

Berenang di kandang beruang kutub

Juan Perez, anak berumur 11 tahun, bernasib naas. Dia kehilangan nyawanya akibat serangan beruang kutub karena mengikuti tantangan temannya untuk berenang di kandang hewan

Namun tak hanya sekedar berenang, Juan juga memprovokasi beruang setempat, membuatnya diserang. Butuh waktu lebih dari 20 menit untuk polisi tiba ke lokasi dan bisa menemukan dua beruang bertarung memperebutkan mayat Juan.

Dikepung anjing liar Afrika

Kejadian ini terjadi pada 2012. Anak umur dua tahun bernama Maddox Derkosh memiliki nasib tragis di Pittsburgh Zoo. Maddox diletakkan di pagar pembatas dan tak sengaja terjatuh ke kandang anjing liar Afrika.

Terkenal sangat menjaga daerah kekuasaannya, 11 anjing liar langsung mengepung bocah kecil tersebut dan menyerangnya. Penjaga kebun binatang segera datang ke lokasi, namun sadar jika anak tersebut sudah kehilangan nyawanya.

Jika dipikir-pikir lagi, bukan salah hewannya menyerang karena orang-orang tersebut pun masuk ke wilayahnya tanpa izin. Serangan-serangan ini bisa dianggap sebagai tanda penjagaan wilayah saja.

Semenjak kejadian macam ini, peraturan kebun binatang semakin diperketat dan pengawasan diperkuat. Jadi coba pikir dua, tiga hingga lima kali lagi kalau ingin melanggar peraturan kebun binatang.