Kategori
Pets

Menjaga Populasi dan Habitat Orangutan

Menjaga Populasi dan Habitat Orangutan

Menjaga Populasi dan Habitat Orangutan – Yohanes Terang masih terlihat gesit. Dengan menggunakan sepeda motor bututnya, dia menggilas ranting-ranting kering dan kerikil di Goa Maria Kiderun.

Gowa ini termasuk dalam kawasan Hutan Desa Manjau, Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Desa Laman Satong berada di 73,5 kilometer dari Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Desa ini dikelilingi konsesi perusahaan swasta. Ada perkebunan sawit, pertambangan, juga perusahaan kehutanan.

Akses darat menuju wilayah ini berbatu dan berlubang dengan waktu tempuh 2 sampai 3 jam perjalanan. Yohanes memang sudah tak lagi muda, di tahun 2020 ini, usianya akan menjejak 64 tahun.

Namun bagi dia, usia lanjut tak berarti harus duduk diam di rumah menikmati hari tua. Saban hari, dia selalu menyempatkan diri masuk hutan, turun naik bukit, memanen apa saja untuk sekadar mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Saya habis dari hutan yang berada di dekat rumah untuk mengambil durian.” kata Yohanes menunjukkan kebugarannya keluar masuk hutan, begitu tiba di Goa Maria Kiderun.

Yohanes terang merupakan sosok kharismatik, setidaknya untuk masyarakat Laman Satong. Setelah mengabdikan diri di Yayasan Esti Mulya Jakarta pada 1980, Yohanes menjadi kepala desa pertama bagi Desa Laman Satong.

Sejak itu, kiprahnya dalam menjaga ekosistem hutan dan lingkungan semakin nyata. Satu di antaranya, bersama dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM), dia menggagas keberadaan Hutan Desa Laman Satong.

Setelah melalui pelbagai lika-liku, sebuah kawasan perbukitan yang termasuk hutan produksi dapat dikonversi (HPK) seluas 1.070 hektar . Ini secara sah ditetapkan sebagai Hutan Desa oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia berdasarkan SK 493/Menhut II/2011.

Harus Menjaga Orangutan

Menurut Yohanes, jika ada warga yang memiliki tanah. Dan masuk dalam kawasan hutan desa, maka mereka masih memiliki hak untuk mengelolanya. Seperti misalnya, dia memiliki tanah seluas lima hektar yang masuk dalam Hutan Desa Manjau.

Namun, tanah itu tetap dibiarkan tanpa dikelola. “Di hutan ini banyak satwa yang harus dilindungi, seperti misalnya orangutan. Nah, jika seluruh hutan dikelola, tentunya habitat mereka akan hilang,” ucapnya.

Hutan desa adalah hutan negara yang dikelola oleh desa dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan desa. Hutan desa bisa juga diartikan sebagai hutan negara yang dikelola oleh desa. Dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan desa serta belum dibebani izin atau hak.

Untuk pengelola kawasan di Hutan Desa Manjau, dibentuk sebuah lembaga yang ditetapkan melalui peraturan desa. Namanya, Lembaga Desa Pengelola Hutan Desa (LDPHD).

Yohanes menjelaskan, areal Hutan Desa Manjau meliputi zona lindung seluas 654 hektar dan zona rehabilitasi atau pemanfaatan seluas 416 hektar. Penetapan hutan desa merupakan upaya lanjutan yang dilakukan warga untuk menjaga kawasan ini tetap hijau.