Kategori
Pets

Kenyataannya Hewan Berukuran Besar Ini Jinak & Tak Berbahaya

Kenyataannya Hewan Berukuran Besar Ini Jinak & Tak Berbahaya

Kenyataannya Hewan Berukuran Besar Ini Jinak & Tak Berbahaya – hewan jinak adalah hewan yang pada umunya tidak menakutkan, tidak galak, tidak buas, dan patuh pada manusia sebagai pemeliharanya. Sedangkan, Binatang buas atau binatang galak adalah hewan yang bisa mencelakai manusia baik secara langsung maupun tidak langsung yang harus kita waspadai.

Dunia hewan memang kompleks dan penuh dengan kompetisi. Umumnya, kebanyakan orang menganggap bahwa hewan berukuran besar adalah predator buas yang banyak memangsa hewan-hewan lainnya bahkan mengancam bagi manusia. Sebaliknya, hewan berukuran kecil adalah hewan lemah yang sering menjadi mangsa.

Padahal realitanya tidaklah selalu demikian. Banyak hewan berukuran kecil yang ternyata sangat mematikan. Dan banyak juga hewan berukuran besar yang ternyata jinak dan tidak berbahaya. Seperti hewan berikut ini yang memiliki idn poker 99 online ukuran tubuh besar dan sering dikira buas, padahal sebenarnya tidaklah berbahaya.

1. Hiu penjemur
Sering Dikira Buas, 6 Hewan Berukuran Besar Ini Jinak & Tak Berbahaya

Melihat hiu yang dapat membuka mulutnya lebar-lebar, mungkin kamu mengira hiu bisa saja memakan manusia. Tapi tidak seperti spesies hiu karnivora lainnya, hiu penjemur atau basking sharks tidaklah berbahaya.

Di lansir dari laman The Wildlife Trust, hiu spesies ini lebih suka memakan zooplankton dan akan mengunyah daging ikan lainnya maupun manusia. Sayangnya, spesies hiu raksasa nan lembut ini terancam punah.

2. Gharial
Sering Dikira Buas, 6 Hewan Berukuran Besar Ini Jinak & Tak Berbahaya

Gharial memiliki visual yang seperti buaya tetapi memiliki moncong yang panjang dan sempit. Karena kemiripan fisik di antara keduanya, banyak yang mengira bahwa gharial dapat memakan hewan berukuran besar, bahkan manusia.

Padahal, gharial memiliki rahang tipis yang rapuh dan tidak mampu memakan hewan besar. Jadi, gharial bertahan hidup dengan berburu ikan kecil, katak, dan serangga, bahkan gharial cenderung menghindari manusia.

Sayangnya, hewan yang mirip seperti buaya versi jinak ini termasuk spesies yang terancam punah, menurut IUCN Red List.

3. Walabi
Sering Dikira Buas, 6 Hewan Berukuran Besar Ini Jinak & Tak Berbahaya

Walabi merupakan hewan peliharaan yang semakin populer di negara asalnya, yaitu Australia. Hewan ini terlihat seperti versi mini dari kanguru, walaupun begitu, tetap saja hewan ini tergolong besar ukurannya sebagai hewan peliharaan.

Untungnya, dilansir dari laman The Spruce Pers, hewan ini berperilaku baik. Kendati demikian, pemilik harus telaten dan siap jika ingin menjadikan Hewan ini sebagai hewan peliharaan. Hewan berkantung ini membutuhkan halaman yang luas dan aman untuk berlarian dan bermain.

Hewan (Walabi) juga memiliki perilaku alami yang cenderung jorok, seperti mengeluarkan air liur, menjilati kaki, dan mengeluarkan makanan. Jadi, penting bagi pemilik Hewan ini untuk memaklumi perilaku hewan ini yang mungkin ‘menyusahkan’.

4. Ikan pari manta
Sering Dikira Buas, 6 Hewan Berukuran Besar Ini Jinak & Tak Berbahaya

Dilansir dari laman Oceana, ikan pari manta merupakan spesies ikan pari terbesar di dunia. Raksasa laut ini sering disebut sebagai “devilfish” dan dapat tumbuh setinggi 29 kaki serta memiliki rasio otak ke tubuh terbesar dari semua jenis hiu dan pari.

Walaupun memiliki ukuran tubuh yang besar, pari manta adalah pemakan filter yang memakan mangsa terkecil. Juga, tidak seperti ikan pari pada umumnya, pari manta tidak memiliki alat penyengat, jadi penyelam tidak perlu takut akan pari ini.

5. Gajah afrika
Sering Dikira Buas, 6 Hewan Berukuran Besar Ini Jinak & Tak Berbahaya

Loxodonta africana atau yang lebih sering disebut sebagai gajah afrika, merupakan salah satu raksasa alam yang lembut. Gajah afrika adalah hewan darat terbesar di dunia. Mamalia ini memiliki ukuran tubuh yang sedikit lebih besar dari gajah asia dan dapat dikenali dari telinga mereka yang lebih besar, sedangkan gajah asia memiliki telinga yang lebih kecil dan bulat.

Dilansir dari laman World Wildlife, kehadiran gajah afrika membantu mempertahankan habitat yang sesuai untuk banyak spesies lainnya. Di hutan Afrika tengah, hingga 30 persen spesies pohon mungkin membutuhkan bantuan gajah untuk penyebaran dan perkecambahan. Mereka memainkan peran penting dalam membentuk habitat mereka karena dampaknya yang sangat besar terhadap faktor-faktor mulai dari air tawar hingga tutupan hutan.

Sayangnya, karena habitat gajah afrika menyusut dan populasi manusia berkembang, manusia dan gajah semakin sering melakukan kontak dan bermusuhan satu sama lain. Misalnya, karena habitatnya semakin sempit, gajah jadi sering masuk ke pekarangan dan merusak tanaman di sana.

6. Manate
Sering Dikira Buas, 6 Hewan Berukuran Besar Ini Jinak & Tak Berbahaya

Manate atau lembu laut adalah raksasa laut yang lembut, dan menghabiskan hari-hari dengan tidur dan makan. Hewan ini hanya makan tumbuhan, karena hewan ramah ini adalah herbivora. Makhluk besar ini adalah hewan yang ramah, dan bahkan menggunakan bahasa tubuh, seperti memeluk dan mencium untuk menyapa dan berkomunikasi satu sama lain. Hewan yang ramah dan jinak ini tidak memiliki mangsa dan tidak membahayakan makhluk lain. Ini mungkin menjadi alasan mengapa dalam tradisi Afrika Barat, manate dianggap suci, dan membunuh seekor manate membutuhkan penebusan.

Dilansir dari laman National Geographic, manate bergerak lambat yang sering berada di perairan pesisir dan sungai. Karenanya, mereka rentan menjadi sasaran pemburu yang mencari kulit, minyak, dan tulang manate. Jumlah manate menurun sepanjang abad terakhir, yang sebagian besar dikarenakan aktivitas perburuan. Selain itu, binatang ini sering secara tidak sengaja tertabrak perahu motor di perairan yang lebih ramai, dan terkadang terjerat dalam jaring ikan.

Nah, ternyata tidak semua binatang berukuran besar dan berwajah menyeramkan adalah hewan buas dan berbahaya. Contohnya hewan-hewan di atas yang berukuran besar tapi jinak dan tidak berbahaya