Kategori
Pets

Faktor Anak Gajah Berpotensi Mati meski di Konservasi

Faktor Anak Gajah Berpotensi Mati meski di Konservasi

Faktor Anak Gajah Berpotensi Mati meski di Konservasi – Gajah adalah mamalia besar dari famili Elephantidae dan ordo Proboscidea. Secara tradisional, terdapat dua spesies yang diakui, yaitu gajah afrika dan gajah asia, walaupun beberapa bukti menunjukkan bahwa gajah semak afrika dan gajah hutan afrika merupakan spesies yang berbeda. Seekor bayi Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatranus) yang sempat terjebak dalam kubangan telah dievakuasi oleh Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh, dengan dibantu masyarakat dan sejumlah instansi terkait lainnya.

Kaki kiri depan dari bayi gajah yang di temukan di kawasan Gampong Panton Bunot, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, itu mengalami dislokasi. Sementara dua kaki belakangnya telah mengalami kelumpuhan. Keadaan bayi gajah itu semakin di perparah dengan prolapsus pusar (umbilicus) dan genital serta bola mata trauma atau luka yang di alami. Kondisi di kabarkan sangat lemah dan kritis sehingga tim medis memutuskan untuk di lakukan perawatan yang lebih intensif di Pusat Konservasi Gajah Saree, Kabupaten Aceh Besar.

Meski telah di evakuasi ke PKG Saree, namun melihat kondisinya yang kritis menimbulkan sebuah pertanyaan. Mampukah bayi Elephas Maximus Sumatranus yang masuh berusia delapan bulan itu bertahan hidup meski jauh dari IDN Poker APK induknya? Potensi kematian tentu ada, di tambah lagi ia telah terjebak dalam kubangan sejak 8 Februari 2021 lalu sebelum akhirnya di evakuasi tim gabungan.

1. Stres dapat pengaruhi imunitas anak gajah hingga berujung kematian
3 Faktor Anak Gajah Berpotensi Mati meski di Konservasi

Faktor potensi kematian anak gajah bisa di pengaruhi karena menurunnya imunitas tubuh. Penurunan itu di sebabkan karena anak gajah merasa stres setelah berpisah dengan induknya.

“Saat stres, imunitas tubuh menjadi rendah dan tubuh menjadi rentan sakit, dan jika sakit tersebut tidak sembuh atau tertangani dapat berujung dengan kematian,” kata drh Rosa.

2. Anak gajah butuh banyak nutrisi berupa ASI dari induk
3 Faktor Anak Gajah Berpotensi Mati meski di Konservasi

Gajah yang masih kecil atau bayi membutuhkan banyak cakupan nutrisi. ASI dari induk gajah di katakan drh Rosa, adalah nutrisi terbaik bagi bayi gajah, karena di nilai super lengkap dan super sempurna.

Semua zat yang di butuhkan tubuh bayi gajah untuk tumbuh dan berkembang terkandung di dalam ASI, begitu juga dengan antibodi bisa membuatnya kuat, sehat, dan tidak gampang sakit.

“Sehingga bayi yang mendapatkan ASI imunnya jauh lebih baik di bandingkan bayi yang mendapatkan nutrisi dari pengganti ASI (susu formula). Jika satwa sering sakit dan tidak tertangani, dapat berujung pada kematian juga,” jelasnya.

3. Cara penanganan manusia dengan gajah indukan terhadap bayi mereka berbeda
3 Faktor Anak Gajah Berpotensi Mati meski di Konservasi

Tak hanya stres dan memerlukan banyak nutrisi. Cara penanganan anak gajah ketika di pelihara juga mempengaruhi masa hidupnya.

Kesempurnaan cara pemeliharaan yang di lakukan induk dari anak gajah di sampaikan dokter Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh itu, tidak ada yang bisa menyamai. Protective, touching, dan kasih sayang dari seorang induk kepada anak gajah sangat mempengaruhi.

Jika anak gajah terpisah dari induknya maka semua rasa tersebut akan hilang, walaupun ada pengganti namun di nilai tidak akan sama.

“Jika satwa di pelihara di-captive (tempat pemeliharaan). manjemen yang di terapkan harus merujuk pada kehidupannya saat bersama induk, pola pemeliharaan harus bisa memberi rasa aman, nyaman atau prinsip animal welfare,” jelasnya.