Kategori
Pets

Jangan Sepelekan Alergi Hewan yang Harus Kamu Ketahui

Jangan Sepelekan Alergi Hewan yang Harus Kamu Ketahui

Jangan Sepelekan Alergi Hewan yang Harus Kamu Ketahui -Ini adalah jenis alergi yang relatif umum. Kondisi ini lebih sering terjadi pada penderita asma dan dapat diturunkan. Bersin dan pilek merupakan gejala umum. Orang-orang yang juga memiliki asma mungkin mengalami napas berbunyi dan kesulitan bernapas. Sering bersin ketika dekat-dekat dengan hewan berbulu seperti kucing atau anjing? Bisa jadi, kamu memiliki alergi.

Indikasi alergi terhadap hewan tidak sesimpel hanya bersin-bersin saja, melainkan bisa begitu kompleks dan harus mendapatkan perawatan medis. Alergi hewan tampaknya sering terjadi, khususnya pada orang dengan gangguan pernapasan seperti asma atau alergi jenis lain.

Seseorang yang memiliki alergi terhadap hewan, kebanyakan di akibatkan oleh sentuhan kucing atau anjing. Data statistik dari Asthma and Allergy Foundation of America, di perkirakan sekitar 30 persen penduduk Amerika Serikat (AS) mungkin Daftar ID Club388 mengalami reaksi terhadap hewan peliharaan seperti kucing dan anjing.

1. Pemahaman umum mengenai alergi pada hewan
Jangan Sepelekan, Ini yang Harus Kamu Ketahui tentang Alergi Hewan

Kajian dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology tahun 2015 menjelaskan jika seseorang dengan dengan alergi ini biasanya bereaksi terhadap komponen yang ada pada hewan, seperti:

  • Air liur hewan
  • Urine hewan
  • Kotoran hewan
  • Animal dander atau partikel kecil sel kulit mati dari bulu atau rambut hewan

Sementara itu, kajian dalam jurnal Allergy, Asthma, and Immunology Research tahun 2018 memaparkan jika jumlah penderita alergi hewan semakin meningkat, bersamaan dengan jumlah kepemilikan hewan peliharaan.

2. Gejala alergi pada hewan
Jangan Sepelekan, Ini yang Harus Kamu Ketahui tentang Alergi Hewan

Alergi hewan menghasilkan respons peradangan di area saluran pernapasan seperti hidung dan paru-paru. Selain itu, juga bereaksi pada permukaan kulit.

Gejala alergi hewan yang berkaitan dengan saluran pernapasan termasuk:

  • Selesma atau pilek
  • Hidung tersumbat
  • Bersin
  • Mata merah atau berair
  • Hidung, mata, langit-langit mulut, atau tenggorokan terasa gatal
  • Kulit berwarna biru di bawah mata
  • Kesulitan bernapas
  • Gangguan tidur akibat sesak napas

Adapun gejala alergi hewan yang berkaitan dengan kulit yaitu:

  • Eksem
  • Bengkak
  • Nyeri
  • Kulit gatal
  • Terdapat bercak merah pada kulit

Bagi sebagian orang, gejala alergi hewan ada yang sifatnya ringan dan kemunculannya beberapa hari setelah bersentuhan dengan hewan peliharaan. Akan tetapi, pada sebagian lainnya, gejala bisa muncul dalam waktu 15 sampai 30 menit setelah terpapar alergen (pemicu alergi).

Tidak jarang juga alergi hewan dapat memperburuk gejala asma atau memicu episode asma yang lebih parah.

3. Penyebab alergi pada hewan
Jangan Sepelekan, Ini yang Harus Kamu Ketahui tentang Alergi Hewan

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat asing seperti jamur atau bulu hewan peliharaan.

Sistem kekebalan tubuh menghasilkan protein defensif yang dikenal dengan sebutan antibodi. Antibodi bertugas untuk melindungi tubuh dari penyerang yang tidak diinginkan tubuh yang dapat menyebabkan infeksi atau sakit.

Ketika seseorang memiliki alergi, sistem kekebalan tubuhnya menghasilkan antibodi yang mengidentifikasi alergen sebagai sesuatu yang berbahaya (meskipun sebenarnya tidak). Ketika terpapar dengan alergen, maka sistem kekebalan merespons dan menghasilkan respons peradangan di saluran pernapasan (hidung atau paru-paru).

Perlu diwaspadai, paparan alergen secara berkepanjangan dapat menyebabkan peradangan saluran napas bersifat kronis terkait dengan asma.

Melansir Mayo Clinic, paparan dengan hewan peliharaan seperti kucing atau anjing sejak usia dini dapat membantu mencegah alergi terhadap hewan peliharaan.

Beberapa penelitian juga menyatakan jika anak-anak yang tinggal dengan anjing pada fase pertama tahun kehidupan, mungkin memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap infeksi saluran pernapasan atas selama masa kanak-kanak.

4. Diagnosis alergi pada hewan
Jangan Sepelekan, Ini yang Harus Kamu Ketahui tentang Alergi Hewan

Tahap awal diagnosis alergi hewan melibatkan sesi wawancara antara dokter dan pasien terkait gejala dan keluhan yang di rasakan pasien. Dokter mungkin akan menggunakan alat khusus untuk memeriksa kondisi selaput hidung pasien. Jika ada indikasi alergi terhadap hewan, maka lapisan saluran hidung biasanya terlihat lebih bengkak, tampak pucat, atau kebiruan.

Tahap selanjutnya, dokter dapat merekomendasikan tes khusus seperti tes alergi pada kulit dan tes darah.

Pada prosedur tes alergi ini, dokter mungkin akan melakukan pemurnian sejumlah kecil ekstrak alergen untuk di uji ke permukaan kulit (biasanya di lakukan di lengan, atau bisa juga di punggung). Selanjutnya, dokter mengamati kulit pasien untuk mengidentifikasi tanda-tanda reaksi alergi setelah 15 menit.

Jika pasien memiliki alergi terhadap hewan, maka akan mengalami benjolan merah dan gatal di mana ekstrak alergen di berikan ke kulit. Efek samping yang paling umum dari tes alergi ini adalah gatal dan kemerahan. Sementara, efek samping cenderung hilang dalam waktu 30 menit.

Adapun tes darah di lakukan ketika tes alergi pada kulit kurang di rekomendasikan pada pasien karena adanya kondisi medis atau interaksi dengan obat tertentu. Tes darah bisa menjadi alternatif yang dapat menunjukkan seberapa sensitif pasien terhadap alergen.

5. Pengobatan dan perawatan alergi pada hewan
Jangan Sepelekan, Ini yang Harus Kamu Ketahui tentang Alergi Hewan

Untuk membantu mengontrol gejala, dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa pengobatan dan perawatan berikut ini:

  • Obat antihistamin, dapat mengurangi jumlah histamin yang menyebabkan reaksi alergi, mengurangi gatal, pilek, serta bersin.
  • Obat dekongestan, dapat mengurangi pembengkakan di saluran hidung.
  • Kortikosteroid, dapat mengurangi peradangan, meredakan bersin, dan hidung meler atau tersumbat.
  • Pengubah leukotrien, di terapkan ketika antihistamin dan kortikosteroid bukan pilihan yang tepat bagi pasien.
  • Imunoterapi, melibatkan paparan peningkatan bertahap alergen yang dapat mengurangi kepekaan terhadap zat tertentu secara berangsur-angsur.

Menghilangkan paparan alergen yang berkaitan dengan hewan dapat menjadi tantangan tersendiri, apalagi jika hewan tersebut merupakan hewan peliharaan.

Beberapa tips sederhana seperti membuat zona bebas dari hewan di salah satu sudut rumah, mengganti perabot rumah yang rentan di tempeli bulu hewan (karpet dan tirai), mengganti pakaian setelah memegang atau bermain dengan hewan, serta rajin memandikan hewan peliharaan, dapat membantu mengurangi paparan alergen hewan.